Liputan6.com, Jakarta - Zina merupakan perbuatan maksiat yang termasuk dalam dosa besar. Akan ada ancaman hukuman berat bagi pelaku zina baik di dunia maupun di akhirat. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 32:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk".
Namun, Allah Maha Pengampun, pintu taubat akan terus terbuka lebar bagi siapa saja yang memohon ampun kepada-Nya, termasuk bagi pelaku zina. Dalam kajian UIN Suska Riau (2021) berjudul Tobat dalam Perspektif Al-Quran, disebutkan bahwa taubat harus mencakup lima unsur penting: pengakuan dosa, penyesalan, meninggalkan perbuatan tersebut, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan melakukan perbaikan diri.
Advertisement
Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat taubat nasuha bagi pelaku zina. Dan setelahnya, ada doa taubat nasuha zina yang bisa diamalkan, berikut selengkapnya diulas Liputan6.com.
Doa Taubat Nasuha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141428/original/095424300_1591070604-muslim-woman-pray-with-beads-read-quran_73740-667.jpg)
Doa Taubat Nasuha setelah Sholat taubet merupakan bentuk pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah yang dilakukan setelah sholat sunnah taubat. Dalam tradisi pesantren, doa taubat nasuha dipandang sebagai ungkapan kesungguhan untuk tidak mengulangi perbuatan dosa.
Bacaan doa biasanya mencakup istighfar seperti “Astaghfirullah al-‘Azhiim alladzi laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyuum wa atuubu ilayh,”
yang diucapkan berulang kali sebagai bentuk ketundukan kepada Allah. Penekanan utama terletak pada kejujuran hati dalam bertobat dan komitmen memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan.
Dijelaskan dalam buku Kumpulan Doa Sehari-Hari dari Kementrian Agama Republik Indonesia tahun 2013, berikut Doa Taubatan Nasuha (Doa Nabi Adam):
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telahmenganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkautidak mengampuni kami dan memberi rahmatkepada kami, niscaya pastilah kami termasukorang-orang yang merugi."
Sebagaimana dijelaskan dalam Jurnal ELSunnah (2024), praktik ini bukan hanya ritual ibadah tetapi proses pembinaan spiritual yang mempererat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya. Doa taubat tidak hanya berhenti pada ucapan, tetapi mencerminkan transformasi batin menuju kesalehan. Hal ini dipertegas pula dalam tulisannya bahwa doa taubat adalah sarana untuk memohon kebaikan hidup dengan ridha Allah sebagai tujuannya.
Advertisement
Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Zina
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4268136/original/050274500_1671605810-pexels-mohammad-ramezani-12772601.jpg)
Sebelum mengetahui doa taubat nasuha zina setelah sholat taubat. Pahami dulu sholat taubat nasuha. Sholat taubat merupakan sholat sunnah yang dapat dikerjakan dalam dua rakaat.
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Demikian pula sholat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk sholat)".
Dilansir dari jurnal ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal ELSunnah, 2024 jurnal.radenfatah.ac.id dalam praktik kesehariannya sebelum melakukan sholat taubat, seseorang harus mandi dengan niat bertaubat kemudian berwudhu melakukan sholat sunnah taubat dua rakaat, dan sholat hajat dua rakaat.”
Untuk tata cara sholat taubat sebenarnya sama seperti mengerjakan sholat sunnah pada umumnya. Hanya niat saja yang membedakannya.
1. Niat sholat taubat nasuha (cukup dibaca dalam hati):
Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillahi ta’ala
“Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Takbiratul Ihram.
3. Disunahkan membaca doa iftitah.
4. Membaca surah Al Fatihah.
5. Membaca surah dari Alquran.
6. Rukuk (Membaca tasbih ruku’ tiga kali).
7. I'tidal (Membaca doa i’tidal).
8. Sujud (Membaca tasbih sujud tiga kali).
9. Duduk diantara dua sujud (Membaca doa 'Robbighfirlii warhamnii...').
10. Sujud kedua (Membaca tasbih sujud tiga kali).
11. Berdiri lagi dan lanjutkan rakaat kedua seperti urutan di atas sampai 10.
12. Tasyahud akhir (Membaca bacaan tasyahud akhir).
13. Mengucap salam.
14. Berdoa mohon ampunan.
Doa Taubat Nasuha Zina Setelah Sholat Taubat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4270292/original/089440700_1671764205-masjid-pogung-dalangan-DdMZbKFFbaU-unsplash.jpg)
Setelah selesai melaksanakan sholat taubat nasuha, Anda bisa membaca doa taubat nasuha zina untuk melengkapinya. Anda bisa mulai dengan bacaan berikut:
Astaghfirullahal Ladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuumu Wa Atuubu Ilaihi.
Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”
Bacaan istighfar ini hendaknya diucapkan sebanyak 100 kali dengan meresapi artinya dalam hati.
Kemudian perbanyak memlafadzkan bacaan tasbih:
Subhanallahi Wa Bihamdihi.
Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.”
Setelah itu, baru dilanjutkan dengan membaca doa taubat nasuha zina seperti berikut ini:
Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta.
Artinya:
“Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan.”
Advertisement
Jenis Dosa dan Dosa yang Diampuni Allah
Menurut buku Tazkiyatun Nafs karya Sayyid Hawwa (1981), secara umum dosa diklasifikasikan menjadi dua: dosa besar (kabair) dan dosa kecil (shaghair). Ampunan dari Allah SWT bergantung pada jenis dosa dan keseriusan taubat yang dilakukan.
Dosa Besar (Kabair)
Dosa-dosa ini disebutkan secara jelas dalam Al-Qur'an dan hadits, seperti berzina, membunuh, atau mencuri.Allah SWT berjanji untuk mengampuni dosa-dosa besar, asalkan pelakunya bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha).
Dosa Kecil (Shaghair)
Dosa-dosa kecil tidak disebutkan secara rinci, tetapi tetap merusak hati dan amal ibadah jika dilakukan terus-menerus.Jika dosa kecil terus menumpuk tanpa taubat, dampaknya bisa berubah menjadi seperti dosa besar.
Dosa kecil dapat diampuni melalui perbuatan baik dan istighfar (memohon ampunan).
Syirik (Menyekutukan Allah)
Syirik adalah dosa terbesar dan satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni Allah jika pelakunya meninggal dalam keadaan belum bertaubat.Syirik besar (misalnya, menyembah selain Allah) mengeluarkan seseorang dari Islam dan menghapus keimanannya.Syirik kecil (misalnya, riya' atau pamer dalam beribadah) masih ada kemungkinan diampuni oleh Allah.
Syarat Taubat yang Diterima
Taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha) adalah kunci utama untuk mendapatkan ampunan. Syaratnya adalah:
- Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan.
- Berhenti melakukan dosa tersebut saat ini.
- Berjanji tidak akan mengulangi dosa yang sama di masa depan.
- Menurut hadits, jika seseorang bertaubat dengan sungguh-sungguh, Allah bahkan bisa mengubah dosa-dosa yang telah dilakukannya menjadi pahala.
-
Bersungguh-sungguh untuk Taubat
Jangan pernah berputus asa untuk mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah. Karena jika kita ingin kembali mendekat kepada-Nya, dan bertekad untuk tidak mengulang dosa yang sama, berarti masih ada kesempatan bagi kita.
Ingatlah ayat di mana Allah berfirman,
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).
Penjelasan Allah Maha Pengampun
Allah dikenali dalam Al-Qur’an dengan nama-nama yang menunjukkan sifat pengampunan-Nya, seperti Al-Ghaffar, Al-Ghafur, dan Al-‘Afuw. Ketiga nama ini menggambarkan keluasan ampunan Allah terhadap dosa-dosa manusia, tanpa batas, selama manusia bersungguh-sungguh dalam bertaubat.
Dalam kajian yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berjudul al-Afūw dan al-Gafūr dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa sifat Al-‘Afuw menekankan bahwa Allah tidak hanya mengampuni tetapi juga menghapus dosa itu dari catatan amal. Ini memperlihatkan betapa lembut dan pemaafnya sifat Allah bagi hamba-Nya yang kembali ke jalan-Nya.
Sifat Maha Pengampun Allah bukan hanya sebagai konsep teologis, tetapi juga menjadi sumber harapan yang besar dalam kehidupan spiritual umat Islam. Dalam jurnal yang diterbitkan Sejurnal (2024), dijelaskan bahwa "tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, asalkan mereka bertaubat". Pernyataan ini penting karena menekankan bahwa Allah tidak pernah menutup pintu taubat, bahkan bagi mereka yang merasa telah jauh dari nilai-nilai agama sekalipun. Ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri tanpa rasa putus asa.
Karakter Allah sebagai Maha Pengampun harus diikuti dengan tanggung jawab manusia untuk menyesali perbuatannya dan tidak mengulanginya. Pengampunan dari Allah adalah bentuk rahmat yang luar biasa, namun bukan berarti seseorang bebas berbuat dosa berulang kali tanpa pertanggungjawaban moral. Pemahaman terhadap sifat ini akan menumbuhkan kedewasaan iman dan integritas pribadi dalam menjalani hidup sebagai makhluk spiritual dan sosial.
Sumber:
Kajian UIN Suska Riau (2021) berjudul Tobat dalam Perspektif Al-Quran
Buku Kumpulan Doa Sehari-Hari dari Kementrian Agama Republik Indonesia tahun 2013
Jurnal ELSunnah (2024)
Buku Tazkiyatun Nafs karya Sayyid Hawwa (1981)
Kajian al-Afūw dan al-Gafūr dalam Al-Qur’a, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
Advertisement
FAQ - Pertanyaan Umum Seputar Taubat Nasuha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266387/original/052935000_1671504412-imad-alassiry-2cZFJT51Ug4-unsplash.jpg)
Apa yang dimaksud dengan taubat nasuha dalam Islam?
Taubat nasuha adalah bentuk pertobatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh penyesalan, dan berkomitmen kuat untuk tidak mengulangi dosa yang pernah dilakukan. Taubat ini bukan hanya sekadar ucapan istighfar, tetapi melibatkan perubahan hati, niat, dan perilaku agar kembali pada jalan Allah.
Mengapa taubat nasuha disebut sebagai "taubat yang murni"?
Disebut murni karena taubat nasuha tidak tercampur dengan niat duniawi, alasan sementara, atau sekadar rasa takut terhadap manusia. Taubat ini benar-benar lahir dari kesadaran spiritual, keikhlasan, serta rasa takut hanya kepada Allah, sehingga bersih dari kepura-puraan.
Apakah taubat nasuha bisa menghapus semua dosa besar sekaligus?
Ya, jika dilakukan dengan ikhlas dan memenuhi syaratnya, taubat nasuha mampu menghapus dosa besar sekalipun. Bahkan ada hadis yang menyebutkan, Allah bisa mengganti dosa yang bertumpuk menjadi pahala apabila seorang hamba benar-benar bertaubat dengan nasuha.
Apa tanda seseorang benar-benar sudah melakukan taubat nasuha?
Tandanya bisa dilihat dari perubahan perilaku: meninggalkan perbuatan dosa yang sama, merasa jijik atau enggan ketika mengingat dosa tersebut, lebih giat beribadah, dan berusaha memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Bisakah taubat nasuha dilakukan berkali-kali meskipun jatuh pada dosa yang sama?
Bisa, selama taubat dilakukan dengan tulus dan tidak diniatkan untuk "bermain-main" dengan ampunan Allah. Namun, semakin sering seseorang jatuh pada dosa yang sama, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memperkuat niat, menjauhi penyebab dosa, serta mencari lingkungan yang mendukung perubahan dirinya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4181555/original/055296900_1664954097-064843300_1649264825-man-praying-alone-divinity-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3476582/original/018499100_1754985193-download__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6467310/original/074652300_1779329364-perayaan-tahun-baru-islam-jawa-di-surakarta-kembali-beda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3214081/original/074063100_1597893428-ramadan-2366301_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258005/original/098217100_1781274255-a02bde8a-5408-4394-96ba-968c51077929.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837148/original/057742900_1716182391-haji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5933770/original/078360100_1778831227-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5147777/original/080836800_1740973885-cac3366a-77d9-4654-a09b-f2ed915290f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)