Doa untuk Menyembuhkan Orang Sakit Stroke Arab, Latin, dan Artinya: Panduan Lengkap

Pengobatan spiritual ayat-ayat Al-Qur'an, doa, dan zikir terbukti memberikan dampak positif terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pasien stroke.

Diterbitkan 26 Agustus 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Stroke merupakan salah satu penyakit serius yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi penderitanya. Dalam menghadapi cobaan ini, umat Islam diajarkan memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa untuk menyembuhkan orang sakit stroke.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Memintalah kepada Allah, dan kalian meyakini akan dikabulkannya doa tersebut." Dengan keyakinan yang kuat, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bagi kesembuhan seseorang.

Melansir dari Journal of Islamic Education dan Journal of Holistic Nursing and Health Science, pengobatan penyakit dalam Islam dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengobatan medis dan pengobatan spiritual. Pengobatan spiritual ayat-ayat Al-Qur'an, doa, dan zikir terbukti memberikan dampak positif terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pasien stroke.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (26/8/2025).

Doa untuk Menyembuhkan Orang Sakit Stroke: Arab, Latin, dan Artinya

Doa merupakan senjata utama umat Islam dalam menghadapi berbagai cobaan, termasuk penyakit stroke. Berikut adalah doa untuk menyembuhkan orang sakit stroke yang dapat diamalkan beserta teks Arab, Latin, dan artinya.

1. Doa Rasulullah SAW untuk Kesembuhan

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latinnya: Allahumma rabban-naas adzhibil-ba`sa isyfi antasy-syaafii laa syifaa'a illaa syifaa uka syifaa'an laa yughadiru saqaman.

Artinya: "Ya Allah Tuhan semua manusia hilangkan dan sembuhkanlah sakit ini. Tiada yang dapat menyembuhkan kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas penyakit."

2. Doa dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Menyembuhkan

بِسْمِ اللَّهِ . أَعُوْذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّمَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Latinnya: Bismillah (3x) A'uudzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari segala kejahatan yang menimpaku dan segala yang saya khawatirkan."

Mengutip dari Buku Saku Tuntunan Doa dan Dzikir Universitas Ahmad Dahlan, doa-doa ini memiliki kekuatan spiritual yang dapat memberikan ketenangan bagi penderita stroke dan keluarganya. Lantunan suara dalam doa memiliki frekuensi tertentu yang berpengaruh terhadap gelombang otak, khususnya gelombang delta yang berkaitan dengan area komunikasi di otak.

3. Doa Nabi Ayyub AS untuk Kesembuhan

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Latinnya: "Wa ayyuba iz nada rabbahu anni massaniyad-durru wa anta ar-hamur-rahimin."

Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: '(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83)

 

Kumpulan Doa Khusus untuk Berbagai Kondisi Stroke

Stroke dapat menimbulkan berbagai komplikasi dan gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah kumpulan doa khusus yang dapat diamalkan sesuai dengan kondisi penderita stroke.

1. Doa untuk Stroke yang Menyebabkan Gangguan Bicara

فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاۤءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ

Latinnya: "Fa kasyafnaa 'anka ghithaa-aka fa basharukal yauma hadiid."

Artinya: "Maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam." (QS Al-Qaaf: 22)

2. Doa untuk Stroke dengan Kelumpuhan

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latinnya: "Rabbi isyrah li shadri wa yassir li amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu qawli."

Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS Thaha: 25-28)

3. Doa Ruqyah untuk Kesembuhan Menyeluruh

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ وَاللَّهُ يَشْفِيْكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيْكَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latinnya: "Bismillaahi arqii-ka, wallaahu yasyfiika min kulli daa-in fiika, wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqadi, wa min syarri haasidin idzaa hasad." (Dibaca 3x)

Artinya: "Dengan nama Allah, aku meruqyahmu. Semoga Allah menyembuhkanmu dari segala penyakit yang menyerangmu, dari kejahatan tukang sihir yang meniup buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki."

Menurut penelitian dalam Journal of Holistic Nursing and Health Science, intervensi ruqyah dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an terbukti dapat meningkatkan motivasi hidup pasien stroke hingga 66,7% pasien mengalami peningkatan motivasi tingkat 2.

 

Keutamaan Doa dalam Pengobatan Stroke Perspektif Islam

Islam memandang kesehatan sebagai amanah Allah SWT yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Ketika seseorang mengalami penyakit stroke, doa menjadi salah satu ikhtiar yang sangat dianjurkan untuk dilakukan bersamaan dengan pengobatan medis.

Berdasarkan penelitian dalam Journal of Holistic Nursing and Health Science Volume 4 tahun 2022, intervensi religius Islam pada pasien stroke menunjukkan dampak positif yang signifikan.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pasien stroke yang menjalani intervensi spiritual mengalami peningkatan kemampuan komunikasi, kemandirian, perbaikan luaran klinis neurologis, fungsi motorik, keseimbangan, dan motivasi hidup.

Menurut Imam Nawawi dalam bukunya Zikir yang Berkaitan dengan Sakit dan Mati yang diterjemahkan oleh Abu Firly Bassam Taqiy, doa memiliki kekuatan untuk mengubah takdir Allah SWT. Meskipun stroke dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf, keyakinan yang kuat terhadap kekuasaan Allah dapat memberikan kekuatan spiritual yang luar biasa bagi penderita dan keluarganya.

Penelitian menunjukkan bahwa lantunan ayat-ayat Al-Qur'an dalam doa dapat mengaktivasi gelombang delta di otak yang berpengaruh pada area Broca yang bertanggung jawab pada aspek bahasa dan komunikasi. Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita stroke yang mengalami gangguan komunikasi atau afasia.

Doa untuk menyembuhkan orang sakit stroke tidak hanya memberikan ketenangan spiritual, namun juga dapat membantu proses pemulihan fisik melalui mekanisme neuroplastisitas otak yang dipicu oleh keadaan rileks dan tenang.

Waktu-Waktu Mustajab untuk Membaca Doa Kesembuhan

Memilih waktu yang tepat dalam berdoa dapat meningkatkan kemungkinan dikabulkannya doa. Berdasarkan berbagai hadits sahih, terdapat waktu-waktu mustajab yang dianjurkan untuk memperbanyak doa kesembuhan.

1. Sepertiga Malam Terakhir (Qiyamul Lail)

2. Antara Azan dan Iqamah

3. Saat Sujud dalam Shalat

4. Setelah Shalat Fardhu

5. Hari Jumat (terutama antara dua khutbah)

6. Bulan Ramadhan

7. Malam Lailatul Qadar

8. Hari Arafah

9. Saat Berpuasa

10. Dalam Perjalanan (Musafir)

Melansir dari buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah karya Muhammad Syafi'ie el-Bantanie, waktu-waktu tersebut memiliki keistimewaan karena pada saat itu pintu langit terbuka lebar untuk menerima doa-doa hamba. Khusus untuk doa untuk menyembuhkan orang sakit stroke, disarankan untuk membacanya secara konsisten terutama pada waktu-waktu mustajab tersebut.

Menurut penelitian dalam Journal Islamic Education Volume 1 tahun 2023, pengobatan spiritual yang dilakukan secara rutin dan konsisten menunjukkan hasil yang lebih optimal dibandingkan yang dilakukan sesekali saja.

 

Daftar Sumber

  • Buku Saku Tuntunan Doa dan Dzikir. Universitas Ahmad Dahlan.
  • Zikir yang Berkaitan dengan Sakit dan Mati. Imam Nawawi. Diterjemahkan oleh Abu Firly Bassam Taqiy.
  • Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah. Muhammad Syafi'ie el-Bantanie.
  • Utami, Suciari Tri & Handayani, Fitria. (2022). Kajian Literatur: Intervensi Religius Islam dan Dampaknya pada Pasien Stroke. Journal of Holistic Nursing and Health Science, Volume 4, No. 2, 116-125.
  • Sarianti, Dewi & Rini, Yuniza Nasywa. (2023). Penyembuhan Berbagai Penyakit Menurut Persepektif Islam. Journal Islamic Education, Volume 1, Nomor 3, 569-580.
  • Ma'ruf, I. J., Hartanto, O., Suminah, S., & Sulaeman, E. S. (2019). The effect of memorizing the Al Quran on quality of life in stroke patients with aphasia motoric disorders. Global Journal of Health Science, 11(7), 29-46.
  • RSUD Sekarwangi Sukabumi - Portal Resmi.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q: Apakah doa untuk menyembuhkan orang sakit stroke dapat menggantikan pengobatan medis?

A: Tidak, doa merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pengobatan medis. Islam mengajarkan konsep ikhtiar yang sempurna, yaitu menggabungkan usaha duniawi dan ukhrawi. Pengobatan medis tetap diperlukan sebagai ikhtiar lahiriah, sementara doa menjadi ikhtiar batiniah yang dapat memberikan kekuatan spiritual dan membantu proses penyembuhan.

Q: Berapa kali sebaiknya membaca doa untuk kesembuhan pasien stroke?

A: Doa dapat dibaca kapan saja tanpa batasan tertentu. Namun, disarankan untuk membacanya secara rutin setiap hari, terutama pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, dan hari Jumat. Konsistensi dalam berdoa lebih penting daripada frekuensi yang tinggi namun tidak teratur.

Q: Apakah orang yang bukan muslim boleh ikut mendoakan kesembuhan pasien stroke muslim?

A: Doa kebaikan dari siapa pun dapat bermanfaat karena Allah SWT Maha Luas rahmat-Nya. Namun, untuk doa-doa khusus yang berbahasa Arab dan berdasarkan ajaran Islam, sebaiknya dibaca oleh yang memahami makna dan tata caranya. Yang terpenting adalah niat baik untuk membantu kesembuhan sesama.

Q: Bagaimana jika pasien stroke tidak bisa berbicara untuk membaca doa sendiri?

A: Pasien yang tidak bisa berbicara dapat berdoa dalam hati dengan penuh keyakinan. Allah SWT mengetahui apa yang ada di dalam hati hamba-Nya. Keluarga dan orang-orang terdekat juga dapat membantu dengan membacakan doa, memperdengarkan murattal Al-Qur'an, dan memberikan dukungan spiritual.

Q: Apakah ada pantangan makanan khusus saat mengamalkan doa untuk kesembuhan stroke?

A: Islam menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang halal dan thoyyib (baik). Untuk pasien stroke, sebaiknya mengikuti anjuran medis terkait diet yang sesuai dengan kondisi kesehatan. Hindari makanan yang dapat memperburuk kondisi seperti makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula berlebihan.

Q: Bolehkah meminta tolong pada orang lain untuk mendoakan kesembuhan pasien stroke?

A: Sangat dianjurkan untuk meminta doa dari orang-orang shaleh, ulama, dan jamaah yang banyak. Rasulullah SAW pun pernah meminta para sahabat untuk mendoakannya. Meminta doa orang lain merupakan bentuk tawakal dan mengakui bahwa kita membutuhkan bantuan dalam menghadapi cobaan.

Q: Bagaimana cara mengajarkan doa kesembuhan kepada anak-anak untuk mendoakan anggota keluarga yang terkena stroke?

A: Ajarkan doa-doa sederhana terlebih dahulu dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Jelaskan makna doa tersebut dan pentingnya berdoa untuk orang yang sakit. Libatkan anak dalam kegiatan berdoa bersama dan berikan contoh yang baik. Doa anak yang tulus sangat mustajab di sisi Allah SWT.