Tulisan Waalaikumsalam yang Benar: Dilengkapi Panduannya

Memahami tulisan waalaikumsalam yang benar menjadi penting karena kalimat ini tidak hanya sekedar balasan sapaan, tetapi doa.

Diterbitkan 14 Agustus 2025, 07:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam sering mengucapkan dan mendengar kalimat salam sebagai bentuk sapaan yang mengandung doa kebaikan. Namun masih banyak yang belum mengetahui tulisan waalaikumsalam yang benar menurut kaidah bahasa Arab dan ajaran Islam.

Memahami tulisan waalaikumsalam yang benar menjadi penting karena kalimat ini tidak hanya sekedar balasan sapaan, tetapi juga mengandung doa yang mendalam untuk keselamatan sesama Muslim. Kesalahan dalam penulisan dapat mengurangi makna spiritual dari kalimat suci ini.

Mengutip dari buku "Riyadhus Shalihin" karya Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Solihin, dijelaskan bahwa cara menjawab salam yang benar memiliki tulisan Arab yang baku yaitu وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ (Wa'alaikumussalam) dengan makna "Begitu juga semoga keselamatan tercurah kepada kalian."

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (13/08/2025).

Tulisan Waalaikumsalam yang Benar

Tulisan waalaikumsalam yang benar dalam bahasa Arab adalah وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ (Wa'alaikumussalam). Kalimat ini merupakan jawaban standar yang digunakan umat Islam ketika menjawab salam dari sesama Muslim.

Melansir dari Kitab Hasyiyah Jamal yang diterjemahkan Tim Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah dalam buku "Tanya Jawab Islam", dijelaskan bahwa menjawab salam dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. ta'rif (وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ - Wa'alaikumussalam)
  2. tankir (وَعَلَيْكُمْ سَلاَمٌ - Wa'alaikum salam).

Meskipun keduanya boleh digunakan, penggunaan yang paling utama adalah dengan ta'rif yaitu "Wa'alaikumussalam."

Penulisan yang lengkap dan sempurna adalah وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ (Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh) yang berarti:

"Begitu juga semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepada kalian."

Tulisan ini memberikan balasan yang lebih baik dari salam yang diterima, sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur'an.

Dalam penulisan Latin, terdapat beberapa variasi yang dapat diterima seperti "Waalaikumsalam," "Wa'alaikumussalam," atau "Walaikumussalam." Namun yang paling mendekati pelafalan asli bahasa Arab adalah "Wa'alaikumussalam" karena mempertahankan bunyi huruf 's' ganda pada kata "as-salam."

Makna dan Arti Waalaikumsalam

Tulisan waalaikumsalam yang benar memiliki makna mendalam sebagai doa kebaikan. Secara harfiah, "Wa'alaikumussalam" berarti "Dan semoga keselamatan juga tercurah kepada kalian." Kalimat ini menunjukkan timbal balik doa kebaikan antara Muslim yang saling bertegur sapa.

Kata "wa" (وَ) berarti "dan," "alaikum" (عَلَيْكُمْ) berarti "kepada kalian," dan "as-salam" (السَّلاَمُ) berarti "keselamatan." Ketika digabungkan, kalimat ini menjadi doa agar Allah memberikan keselamatan kepada orang yang mengucapkan salam terlebih dahulu.

Dikutip dari buku "The Secret of Salam: Rahasia Ucapan Salam dalam Islam" karya Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI, dijelaskan bahwa salam terbagi menjadi dua bagian.

  1. Bagian pertama adalah lafaz "As-salamu'alaikum" yang berarti "Semoga keselamatan diberikan atasmu,"
  2. sedangkan jawaban "Wa'alaikumussalam" berarti "Semoga keselamatan terlimpah juga kepada kalian."

Makna keselamatan dalam hal ini sangat luas, mencakup keselamatan dari segala marabahaya baik di dunia maupun di akhirat. Ini bukan sekedar ucapan selamat pagi atau selamat siang, tetapi doa komprehensif untuk kesejahteraan spiritual dan fisik.

Hukum Menjawab Salam dalam Islam

Memahami tulisan waalaikumsalam yang benar tidak terlepas dari pemahaman tentang hukum menjawab salam dalam Islam. Menurut ajaran Islam, menjawab salam memiliki hukum yang berbeda dengan mengucapkan salam.

Berdasarkan buku "Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV" karya Fida' Abdillah dan Yusak Burhanudin, hukum menjawab salam adalah wajib 'ain jika ditujukan untuk satu orang tersebut. Namun jika salam ditujukan kepada banyak orang, maka hukum menjawab salam menjadi wajib kifayah.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 86:

"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan." Ayat ini menegaskan kewajiban membalas salam dengan cara yang baik dan benar.

Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadits: "Ada 6 hak dari Muslim kepada Muslim yang lain yaitu:

  1. mengunjungi saat sakit,
  2. bertakziah saat dia meninggal,
  3. menerima undangannya,
  4. memberi salam ketika berjumpa,
  5. mendoakan saat bersin, serta
  6. berharap yang terbaik saat dia ada dan tidak."

(HR Tirmidzi)

Perbedaan Assalamualaikum dan Waalaikumsalam

Untuk memahami tulisan waalaikumsalam yang benar, penting juga mengetahui perbedaannya dengan "Assalamualaikum." Kedua kalimat ini memiliki fungsi dan waktu penggunaan yang berbeda dalam interaksi sosial Muslim.

Assalamualaikum

"Assalamualaikum" (اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ) diucapkan sebagai pembuka atau sapaan pertama ketika bertemu dengan sesama Muslim. Kalimat ini berarti "Semoga keselamatan tercurah kepadamu" dan berfungsi sebagai doa pembuka dalam komunikasi.

Waalaikumsalam

Sementara itu, "Waalaikumsalam" (وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ) merupakan jawaban atau balasan dari ucapan "Assalamualaikum." Kalimat ini diucapkan sebagai respons untuk membalas doa kebaikan yang telah diterima.

Mengutip dari buku "Al Islam" oleh Said Hawwa, salam adalah bentuk doa seorang Muslim pada Muslim lainnya. Hukum mengucapkannya adalah sunnah, tetapi menjawabnya adalah kewajiban karena seorang Muslim harus membalas doa pemberi salam.

Dalam praktik sehari-hari, "Assalamualaikum" biasanya diucapkan ketika bertemu, masuk rumah, atau memulai percakapan. Sedangkan "Waalaikumsalam" diucapkan sebagai respons yang menunjukkan penerimaan dan timbal balik doa kebaikan.

Keutamaan Menjawab Salam dengan Benar

Menuliskan dan mengucapkan waalaikumsalam yang benar memiliki keutamaan dan pahala yang besar dalam Islam. Terdapat beberapa hikmah dan manfaat spiritual dari menjawab salam dengan cara yang tepat.

  • Pertama, menjawab salam dapat menimbulkan cinta kasih di antara sesama Muslim.

Rasulullah SAW bersabda: "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)

Dikutip dari buku "The Secret of Salam" oleh Abdurrahman Misno (2017), menjawab salam secara sempurna memberikan pahala yang berbeda-beda. Menjawab dengan "Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" mendapat 30 kebaikan, sedangkan "Waalaikumussalam warahmatullah" mendapat 20 kebaikan.

  • Kedua, menjawab salam merupakan bentuk mendoakan sesama Muslim secara tulus.

Ini mencerminkan persaudaraan dan solidaritas dalam komunitas Muslim yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan saling mendoakan.

  • Ketiga, kebiasaan menjawab salam dengan benar dapat menjadi salah satu amalan yang mengantarkan seseorang ke surga.

Rasulullah SAW bersabda: "Sebarkanlah salam, niscaya kalian akan selamat." (HR. Ahmad)

Etika dan Adab Menjawab Salam

Selain mengetahui tulisan waalaikumsalam yang benar, umat Islam juga perlu memahami etika dan adab dalam menjawab salam. Terdapat beberapa aturan dan kesopanan yang perlu diperhatikan.

Berdasarkan penelitian dari repository.uin-suska.ac.id, terdapat beberapa adab dalam menjawab salam.

  • Pertama, hendaknya menjawab salam dengan suara yang dapat didengar oleh pemberi salam, tidak hanya dalam hati atau dengan gerakan bibir saja.
  • Kedua, disunnahkan menjawab salam dengan jawaban yang lebih baik dari salam yang diterima.

Jika seseorang mengucapkan "Assalamualaikum," maka sebaiknya dijawab dengan "Waalaikumussalam warahmatullah" atau lengkapnya "Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."

  • Ketiga, dalam situasi tertentu seperti ketika mengunjungi orang yang sedang tidur, hendaknya menjawab salam dengan suara yang lembut agar tidak mengganggu.

Rasulullah SAW pernah melakukan hal ini ketika mengunjungi sahabat-sahabat yang sedang beristirahat.

  • Keempat, bagi perempuan Muslim, menjawab salam dari laki-laki yang bukan mahram hendaknya dilakukan dengan menjaga batasan-batasan syariat.

Misalnya tidak berlebihan dalam intonasi atau cara pengucapan.

Daftar Sumber

  • Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, terjemahan Solihin
  • Tanya Jawab Islam, Tim Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah berdasarkan Kitab Hasyiyah Jamal
  • The Secret of Salam: Rahasia Ucapan Salam dalam Islam karya Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI
  • Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV karya Fida' Abdillah dan Yusak Burhanudin
  • Al Islam karya Said Hawwa
  • Doa Anak Kecil karya Triana Pertiwi (2007)
  • Repository Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (repository.uin-suska.ac.id)
  • Al Adzkar karya Imam Nawawi, terjemahan Masturi Irham dan Muhammad Aniq

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Bagaimana tulisan waalaikumsalam yang benar dalam bahasa Arab?

Tulisan waalaikumsalam yang benar dalam bahasa Arab adalah وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ (Wa'alaikumussalam). Penulisan lengkapnya adalah وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ (Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh).

2. Apakah ada perbedaan antara "Waalaikumsalam" dan "Walaikumussalam"?

Kedua penulisan tersebut dapat diterima, namun "Wa'alaikumussalam" lebih tepat karena mempertahankan bunyi huruf 's' ganda pada kata "as-salam." Menurut kitab Hasyiyah Jamal, penggunaan ta'rif (Wa'alaikumussalam) lebih utama daripada tankir (Waalaikumsalam).

3. Apa hukum menjawab salam dalam Islam?

Hukum menjawab salam adalah wajib 'ain jika ditujukan kepada satu orang, dan wajib kifayah jika ditujukan kepada banyak orang. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 86 dan berbagai hadits Rasulullah SAW.

4. Berapa pahala yang didapat dari menjawab salam dengan lengkap?

Menjawab salam dengan "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" mendapat 30 kebaikan, "Wa'alaikumussalam warahmatullah" mendapat 20 kebaikan, dan "Wa'alaikumussalam" saja mendapat 10 kebaikan.

5. Kapan waktu yang tepat mengucapkan "Waalaikumsalam"?

"Waalaikumsalam" diucapkan sebagai jawaban ketika menerima salam "Assalamualaikum" dari sesama Muslim. Ini berbeda dengan "Wassalamualaikum" yang biasanya diucapkan sebagai penutup dalam pidato atau mukadimah.

6. Bagaimana etika menjawab salam yang benar?

Etika menjawab salam meliputi: menjawab dengan suara yang dapat didengar, memberikan jawaban yang lebih baik atau setara dengan salam yang diterima, menjawab dengan segera, dan memperhatikan situasi serta kondisi seperti ketika ada orang yang sedang tidur.

7. Apakah boleh menjawab salam hanya dengan isyarat tangan?

Menjawab salam sebaiknya dengan ucapan verbal yang jelas. Isyarat tangan saja tidak mencukupi kecuali dalam kondisi tertentu seperti jarak yang sangat jauh. Rasulullah SAW melarang meniru salam orang Yahudi yang hanya menggunakan isyarat jari.