Urutan Doa Setelah Istighosah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Pahami urutan doa setelah istighosah lengkap, dari pembukaan hingga penutup, sebagai wujud syukur dan permohonan tulus kepada Allah SWT di tengah ujian kehidupan.

Diperbarui 20 Juli 2025, 13:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan yang penuh ujian, umat Islam diajarkan untuk tidak pernah putus asa dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT. Salah satu bentuk permohonan spiritual itu adalah melalui amalan istighosah, doa bersama yang dilakukan dalam suasana khusyuk dan penuh harap. Istighosah bukan hanya sarana ibadah, tetapi juga refleksi dari ketundukan hamba kepada Sang Pencipta.

Menurut buku Hujjah Amaliyah Ahlusunnah Waljama'ah oleh Muhammad Ropi’i, istilah istighosah berasal dari bahasa Arab “al-ghauts” yang berarti pertolongan. Dalam bentuk istif‘āl, kata tersebut menjadi “istighosah” yang bermakna permintaan pertolongan kepada Allah, khususnya dalam keadaan darurat atau sulit. Al-Qur’an memperkuat dasar spiritual ini, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Ankabut ayat 17, yang menegaskan bahwa hanya Allah-lah yang berhak dimintai rezeki dan pertolongan.

"...maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan." (QS. Al-Ankabut: 17)

Selain itu, dalam QS. Al-Baqarah ayat 152 juga dijelaskan:

“Fażkurūnī ażkurkum wasykurū lī wa lā takfurūn(i).” Artinya: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."

Melalui istighosah, seorang Muslim diharapkan semakin ikhlas menerima takdir serta memahami bahwa segala kesulitan hidup pasti memiliki jalan keluar selama kita tetap berharap kepada Allah SWT. Berikut adalah bacaan lengkap doa setelah istighosah sebagaimana dirujuk Liputan6.com dalam buku Surat Yaasiin Tahlil dan Istighosah karya K. Zainuri Ihsan, S.Ag., dan Ust. H. Mochtar Hidayat, S.H, Minggu (20/7/2025).

Bacaan Doa Setelah Istighosah (Arab, Latin, dan Artinya)

1. Pembukaan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

2. Membaca Surah Al-Fatihah

3. Istighfar Tiga Kali

أَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullahal ‘adzhiim (3x)

Artinya: “Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

4. Dzikir Tawakkal

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim (3x)

Artinya: “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

5. Shalawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad (3x)

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

6. Dzikir Nabi Yunus

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu mina zhoolimiin (40x)

Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”

7. Asmaul Husna Pilihan

يَا اَللّٰهُ يَا قَدِيْمُ (Yaa Allah Yaa Qodiim)

 يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ (Yaa Samii’u Yaa Bashiir)

 يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ (Yaa Mubdi’u Yaa Khooliqu)

 يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ يَا اللّٰهُ (Yaa Haafidzu Yaa Nashiiru Yaa Wakiilu Yaa Allah) (masing-masing dibaca 33x)

Artinya: Merupakan pujian terhadap sifat-sifat Allah seperti Maha Pendengar, Maha Melihat, Maha Pencipta, dan Maha Pemelihara.

8. Doa Minta Pertolongan

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Yaa Hayyu Yaa Qoyyuumu birohmatika astaghiitsu (33x)

Artinya: “Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”

9. Dzikir Kelembutan

يَا لَطِيْفُ

Yaa Lathiif (41x)

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Lembut.”

10. Istighfar Tambahan

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

Astaghfirullaahal ‘adziim innahu kaana ghoffaaroo (33x)

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, sungguh Dia Maha Pengampun.”

11. Shalawat Permohonan

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أَدْرِكْنِي يَا اَللّٰهُ

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin qod dhooqot hiilatii adriknii, Ya Allah Ya Allah Ya Allah

Artinya: “Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad. Sungguh telah habis dayaku, tolonglah aku, ya Allah.”

12. Shalawat Penutup

أللّهُمَّ صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allahumma Sholi Sholaatan Kaamilatan Wasallim Salaaman Taamman 'Alaa Sayyidina Muhammadinil Ladzii Tanhallu Bihil 'Uqodu Wa Tanfariju Bihil Kurobu Wa Tuqdhoo Bihil Hawaa-Iju Wa Tunaalu Bihir-Roghoo-Ibu Wa Husnul Khowaatimi Wa Yustasqol Ghomaamu Bi Wajhihil Kariimi Wa 'Alaa Aalihii Wa Shohbihii Fii Kulli Lamhatin Wa Nafasin Bi 'Adadi Kulli Ma'Luumin Laka.

Arti: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau”.

Doa Penutup Setelah Istighosah

1. Dzikir Penciptaan

يَا بَدِيْعُ

Yaa badii’u (41x)

Artinya: “Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya.”

2. Dzikir Tawakal dan Harapan

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Hasbunallahu wani’mal wakiil (33x)

Artinya: “Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia adalah sebaik-baik penolong.”

FAQ Seputar Istighosah

1. Apa itu istighosah?

Istighosah adalah bentuk doa memohon pertolongan kepada Allah SWT, baik secara individu maupun berjamaah, yang dilakukan dalam keadaan darurat atau saat menghadapi ujian berat.

2. Kapan waktu terbaik untuk melakukan istighosah?

Istighosah bisa dilakukan kapan saja, terutama saat menghadapi musibah, bencana, kesulitan ekonomi, atau krisis sosial. Namun, waktu malam setelah shalat tahajud sering dianggap lebih afdal.

3. Apakah doa istighosah harus dilakukan berjamaah?

Tidak harus. Istighosah bisa dilakukan secara pribadi maupun berjamaah, tergantung kebutuhan dan konteks keadaan.

4. Bolehkah menggunakan teks bacaan tertentu seperti yang ada dalam buku tahlil?

Boleh, selama isinya tidak bertentangan dengan syariat. Bahkan banyak ulama dan pesantren yang merujuk pada teks-teks yang bersumber dari Al-Qur’an, hadits, atau kalimat dzikir para salafus shalih.

5. Apa manfaat membaca doa setelah istighosah?

Doa setelah istighosah menjadi penutup yang penuh harap kepada Allah, menenangkan jiwa, dan mempertebal keyakinan bahwa setiap kesulitan akan diangkat oleh-Nya.

Sumber Rujukan:

  • Surat Yaasiin Tahlil dan Istighosah oleh K. Zainuri Ihsan, S.Ag., Ust. H. Mochtar Hidayat, S.H. (2013)
  • Al-Qur'an Surat Al-Ankabut: 17
  • Al-Qur'an Surat Al-Baqarah: 152
  • Hujjah Amaliyah Ahlusunnah Waljama'ah oleh Muhammad Ropi’i