Doa Niat Sholat Subuh, Panduan Lengkap dengan Tata Caranya

Memahami doa niat sholat Subuh adalah kunci kesempurnaan ibadah fardhu ini. Ketahui lafaz niat untuk sendiri, imam, dan makmum agar sholat Anda sah dan diterima Allah SWT.

Diterbitkan 15 Juli 2025, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholat Subuh adalah salah satu dari lima sholat wajib yang memiliki keistimewaan tersendiri. Dikerjakan pada waktu paling awal dalam sehari, yaitu sejak terbit fajar hingga terbit matahari, sholat ini sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim karena waktunya yang sangat pagi. Namun, justru karena waktunya yang mulia inilah, sholat Subuh memiliki keutamaan besar, seperti dijelaskan dalam hadits dan berbagai kitab fiqih.

Dalam buku Berkah Sholat Subuh Berjamaah karya Ust. Fahrur Mu'is, dijelaskan bahwa waktu Subuh dimulai sejak fajar shadiq hingga terbitnya matahari. Rasulullah SAW juga bersabda, "Waktu sholat subuh adalah dari terbit fajar sampai terbit matahari." (HR. Muslim). Artinya, siapapun yang melaksanakan sholat Subuh dalam rentang waktu tersebut akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, sedangkan meninggalkannya dengan sengaja berarti berdosa.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

حَافِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ

"Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 238)

Berikut doa niat sholat subuh dan ulasan Liputan6.com, Selasa (15/7/2025).

Bacaan Niat Sholat Subuh

Niat adalah syarat utama yang menentukan sahnya ibadah sholat. Niat tidak harus diucapkan secara lisan, namun melafalkannya dapat membantu menghadirkan kesadaran hati. Berikut ini adalah bacaan niat sholat Subuh untuk berbagai keadaan:

1. Niat Sholat Subuh Sendiri

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli fardhos shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala

Artinya: "Aku niat sholat fardhu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala."

2. Niat Sholat Subuh Sebagai Imam

 أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

sholli fardhos shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta’aala

Artinya: "Aku niat sholat fardhu Subuh dua rakaat, sebagai imam, karena Allah Ta’ala."

3. Niat Sholat Subuh Sebagai Makmum

 أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

holli fardhos shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muuman lillaahi ta’aala

Artinya: "Aku niat sholat fardhu Subuh dua rakaat, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Sholat Subuh Lengkap dengan Bacaan

Berikut tata cara sholat Subuh dua rakaat sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan rujukan dari Buku Panduan Sholat Wajib-Sunnah oleh Abu Sakhi:

1. Berdiri Tegak Jika Mampu

Setelah wudhu, kenakan alat sholat dan berdiri tegak menghadap kiblat. Pandangan mengarah ke tempat sujud, pastikan kondisi khusyu. Shalat wajib dilaksanakan dengan berdiri bagi yang mampu.

2. Niat di Dalam Hati

Tidak dipersyaratkan niat dilafadzkan. Dalam hadits disebutkan,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya: "Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya." (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907, dari 'Umar bin Al Khottob)

3. Takbiratul Ihram

Bertakbir (ucapan 'Allahu Akbar' di awal shalat), sebagaimana shalat biasa.

4. Membaca Al Fatihah

Baca Al Fatihah bagi imam maupun orang yang shalat sendirian.

5. Membaca Surat Pendek

Setelah membaca Al-Fatihah, dilanjut dengan membaca surat pendek al-Qur'an.

6. Ruku' Thuma'ninah

Gerakan ruku' diperintahkan untuk thuma'ninah (tidak tergesa-gesa), hal ini dapat dilihat pada hadits musii' sholatuhu (orang yang jelek shalatnya).

"Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika masuk masjid, maka masuklah seseorang lalu ia melaksanakan shalat. Setelah itu, ia datang dan memberi salam pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau menjawab salamnya. Beliau berkata, "Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat." Lalu ia pun shalat dan datang lalu memberi salam pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau tetap berkata yang sama seperti sebelumnya, "Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat." Sampai diulangi hingga tiga kali. Orang yang jelek shalatnya tersebut berkata, "Demi yang mengutusmu membawa kebenaran, aku tidak bisa melakukan shalat sebaik dari itu. Makanya ajarilah aku!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas mengajarinya dan bersabda, "Jika engkau hendak shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al Qur'an yang mudah bagimu. Lalu ruku'lah dan sertai thuma'ninah ketika ruku'. Lalu bangkitlah dan beri'tidallah sambil berdiri. Kemudian sujudlah sertai thuma'ninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud sambil thuma'ninah. Kemudian sujud kembali sambil disertai thuma'ninah ketika sujud. Lakukan seperti itu dalam setiap shalatmu." (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397).

7. I'tidal dan Thuma'ninah

8. Sujud Pertama

Sujud dilakukan dengan cara bertumpu pada tujuh anggota badan (dahi, telapak tangan, lutut, dan kedua kaki), serta tuma'ninah. Lalu, membaca doa sujud.

9. Duduk di Antara Dua Sujud dan Thuma'ninah

10. Sujud Kedua

Sujud dilakukan dengan cara bertumpu pada tujuh anggota badan (dahi, telapak tangan, lutut, dan kedua kaki), serta tuma'ninah. Lalu, membaca doa sujud.

11. Takbiratul Ihram

Setelah bangkit dari sujud kedua, lalu berdiri ke rakaat kedua dengan bertakbir "Allahu Akbar" tanpa mengangkat kedua tangan

Pada rakaat kedua, lakukan hal yang sama dengan rakaat pertama.

12. Duduk Tahiyat Akhir

Setelah bangkit dari sujud kedua, lakukan duduk tahiyat akhir dan membaca tasyahud di tahiyat akhir. Membaca bacaan shalawat setelah bacaan tasyahud akhir.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. as salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.

Allaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: "Ya Allah, limpahi lah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahi lah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam."

13. Diakhiri dengan Salam

Salam pertama, minimalnya 'Assalamu 'alaikum', lengkapnya 'Assalamu 'alaikum wa rahmatullah'.

Sholat dilakukan harus berurutan dalam mengerjakan rukunnya, karena dalam hadits musii' sholatuhu terdapat kata "tsumma" ketika menjelaskan urutan rukun. Tsumma sendiri berarti kemudian yang menunjukkan makna berurutan.

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ، ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَ جَالِسًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا

Artinya: "Jika engkau hendak shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al Qur'an yang mudah bagimu. Lalu ruku'lah dan sertai thuma'ninah ketika ruku'. Lalu bangkitlah dan beri'tidallah sambil berdiri. Kemudian sujudlah sertai thuma'ninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud sambil thuma'ninah. Kemudian sujud kembali sambil disertai thuma'ninah ketika sujud. Lakukan seperti itu dalam setiap shalatmu." (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397).

 

FAQ Seputar Sholat Subuh

1. Apa waktu pelaksanaan sholat Subuh yang tepat?

Waktu Subuh dimulai dari terbit fajar shadiq (cahaya putih melintang di ufuk timur) hingga matahari terbit. Setelah matahari terbit, waktu Subuh sudah habis.

2. Apakah niat sholat Subuh harus dilafalkan?

Tidak harus. Niat merupakan amalan hati. Namun, melafalkannya dianjurkan untuk membantu menghadirkan kekhusyukan.

3. Apakah doa Qunut wajib dibaca saat sholat Subuh?

Menurut madzhab Syafi’i, qunut dianjurkan dibaca setelah i’tidal pada rakaat kedua. Namun, jika tidak dibaca, sholat tetap sah.

4. Apa saja syarat sah dan rukun sholat Subuh?

Syarat sah: suci dari hadas dan najis, menghadap kiblat, menutup aurat, dan tepat waktu. Rukun: niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, ruku’, sujud, duduk antara dua sujud, tasyahud akhir, dan salam.

5. Apa yang membatalkan sholat Subuh?

Beberapa hal yang membatalkan: berbicara dengan sengaja, bergerak lebih dari tiga kali berturut-turut tanpa sebab, tertawa terbahak, hilang wudhu, dan niat membatalkan sholat.