Mukjizat Nabi Isa dalam Al-Qur’an, Kisah Lengkap dan Hikmah di Baliknya

Nabi Isa AS dianugerahi berbagai mukjizat oleh Allah SWT untuk membuktikan kerasulannya kepada Bani Israil, yang tercantum dalam Al-Qur'an.

Diterbitkan 08 Juli 2025, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Nabi Isa AS merupakan salah satu nabi yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ia termasuk dalam golongan rasul ulul azmi yang memiliki ketabahan luar biasa. Allah SWT menganugerahkan berbagai mukjizat kepada Nabi Isa sebagai bukti kebenaran risalahnya kepada Bani Israil.

Al-Qur’an merekam dengan jelas berbagai mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Isa sebagai bentuk hujjah dan bukti kerasulan. Mukjizat-mukjizat ini menjadi bukti nyata kekuasaan Allah dan kebenaran ajaran yang dibawa oleh Nabi Isa. Dr. Muhammad Sayyid Tantawi dalam Al-Isra’ wal-Mi'raj (Dar al-Ma’arif, 1996) menegaskan bahwa setiap mukjizat nabi, termasuk Nabi Isa, selalu relevan untuk diimani sebagai bagian akidah Islam, meskipun tidak bisa diuji secara empiris pada masa sekarang.

Selain itu, ayat-ayat mukjizat Nabi Isa secara sistematis agar umat Islam memahami peran mukjizat dalam penyampaian risalah. Mukjizat Nabi Isa bukan hanya sekadar kisah, tetapi juga mengandung hikmah mendalam yang dapat menjadi pelajaran bagi umat Islam.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap tentang mukjizat nabi isa dan penjelasannya dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (8/7/2025).

 

Profil Nabi Isa dan Asal Usulnya

1. Kelahiran Ajaib & Latar Keluarga

  • Nabi Isa dilahirkan tanpa ayah melalui mukjizat ilahi.
  • Maryam—putri Imran dan pembantu Nabi Zakariya—ditetapkan sebagai ibunya.
  • Menurut Muhammad Thaib Muhammad dalam Jurnal Al‑Mu’ashirah (2017), Jibril meniupkan roh ke dalam rahim Maryam, dan ia mengalami kehamilan seperti biasa, tanpa hubungan laki-laki.
  • Lahir di Bait Lahm (Bethlehem), kelahirannya disertai mukjizat: pohon kurma bergerak, air memancar, dan bayi Isa berbicara saat digendong.

2. Gelar & Makna Nama “Al-Masih”

  • Dalam tradisi Islam, Isa dikenal sebagai Al‑Masih, yang dalam bahasa Arab bisa bermakna “yang diusap”, “yang diberkati”, atau “yang melakukan perjalanan dakwah”.
  • Ini mencerminkan tugasnya sebagai Rasul yang membawa wahyu dan diberi keistimewaan khusus oleh Allah.

3. Mukjizat & Dakwah

  • Keajaiban Nabi Isa hadir sejak masa kanak-kanak.
  • Selain berbicara saat bayi, mukjizat lainnya termasuk menyembuhkan orang sakit (buta, kusta), menghidupkan orang mati, dan membuat burung dari tanah liat dengan izin Allah seperti dipublikasikan di laman an-nur.ac.id.
  • Pada usia 30 tahun, ia menerima wahyu Injil, berfungsi membenarkan Taurat, dan menyampaikan kabar kedatangan Nabi Muhammad.

4. Identitas & Tujuan Kenabian

  • Islam menegaskan Nabi Isa sebagai hamba dan utusan Allah, bukan putra Tuhan.
  • Menurut penelitian komparatif Hafiz Rahimi & Arif Fadhilah (2021), Al-Qur’an menekankan Isa sebagai nabi Bani Israil, tidak ilahi seperti indentifikasi dalam Kekristenan.
  • Quraish Shihab dalam Tafsir al‑Mishbah juga mengonfirmasi pandangan ini.
  • Tujuan utama dakwahnya adalah mengembalikan Bani Israil kepada tauhid, menegakkan ajaran Taurat, dan memperbaiki penyelewengan kitab suci sebelumnya.

5. Isu Penyaliban & Pengangkatan ke Langit

  • Menurut Islam, Isa tidak disalib dan tidak mati di kayu salib.
  • Al-Qur’an menegaskan bahwa yang disalib adalah orang yang menyerupai Isa, sedangkan dirinya diangkat ke langit oleh Allah.
  • Nurhidayat (2017, UIN Alauddin Makassar) dan Muhammad Thaib Muhammad menyatakan bahwa pasukan Romawi menyalib orang lain yang menyerupai Isa.
  • Hasil analisis Hafiz Rahimi dkk. membandingkan narasi dalam Al-Qur’an dan Injil: keduanya mengakui mukjizat kelahiran dan peran eskatologis Isa.
  • Namun, Qur’an menegaskan keesaan Allah dan posisi Isa sebagai nabi, sedangkan Injil mainstream menganggap Isa sebagai Anak Tuhan dan bagian dari Tritunggal.

Mukjizat Nabi Isa yang Disebutkan dalam Al-Qur’an

1. Lahir Tanpa Ayah

Dalam QS Maryam: 19-21, Allah menjelaskan kelahiran Nabi Isa melalui Maryam tanpa seorang ayah sebagai mukjizat dan tanda kekuasaan-Nya.

  • وَقَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا (١٩) قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا (٢٠) قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا وَكَانَ أَمْرًا مَّقْضِيًّا (٢١)

Artinya: “Ia (Jibril) berkata, ‘Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.’ Maryam berkata, ‘Bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina!’ Jibril berkata, ‘Demikianlah, Tuhanmu berfirman: Hal itu adalah mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah sesuatu yang sudah diputuskan.’” (QS Maryam: 19-21)

2. Bisa Berbicara Saat Masih Bayi

Dalam QS Maryam: 29-30 dan QS Ali Imran: 46, Nabi Isa berbicara saat masih bayi untuk membela kesucian ibunya.

  • فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۩ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا (٢٩) قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا (٣٠)

Artinya: “Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?’ Isa berkata, ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikanku seorang nabi.’” (QS Maryam: 29-30)

3. Menghidupkan Burung dari Tanah Liat

Dalam QS Ali Imran: 49, Nabi Isa membentuk burung dari tanah liat, meniupnya, dan burung itu hidup dengan izin Allah.

  • وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika kamu membentuk dari tanah liat (sesuatu) seperti bentuk burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi seekor burung dengan izin-Ku.” (QS Ali Imran: 49)

4. Menyembuhkan Orang Buta Sejak Lahir

Dalam QS Ali Imran: 49 dan QS Al-Maidah: 110, Nabi Isa menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dengan izin Allah.

  • وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي

Artinya: “Dan kamu menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan izin-Ku.” (QS Al-Maidah: 110)

5. Menyembuhkan Orang yang Berpenyakit Kusta

Masih dalam QS Ali Imran: 49 dan QS Al-Maidah: 110, Nabi Isa juga menyembuhkan orang berpenyakit kusta.

  • وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي

Artinya: “Dan kamu menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan izin-Ku.” (QS Al-Maidah: 110)

6.  Menghidupkan Orang Mati

Dalam QS Ali Imran: 49 dan QS Al-Maidah: 110, Nabi Isa menghidupkan orang mati atas izin Allah.

  • وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي

Artinya: “Dan ketika kamu menghidupkan orang mati dengan izin-Ku.” (QS Al-Maidah: 110)

7.  Mengetahui Apa yang Disimpan Manusia di Rumah

Dalam QS Ali Imran: 49, Nabi Isa mengetahui apa yang disimpan manusia di rumah mereka sebagai tanda keluasan ilmunya atas izin Allah.

  • وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya: “Dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu, jika kamu benar-benar beriman.” (QS Ali Imran: 49)

8.  Diturunkannya Hidangan dari Langit

Dalam QS Al-Maidah: 112-115, para hawariyyin memohon agar Nabi Isa meminta Allah menurunkan hidangan dari langit sebagai tanda kekuasaan Allah.

  • إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ

Artinya: “(Ingatlah) ketika para pengikut setia Isa berkata, ‘Wahai Isa putra Maryam! Maukah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?’” (QS Al-Maidah: 112)

9.  Diangkat ke Langit oleh Allah

Dalam QS An-Nisa: 157-158, Allah menyelamatkan Nabi Isa dari penyaliban dan mengangkatnya ke langit.

  • وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ... بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

Artinya: “Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. ... Tetapi Allah mengangkat Isa kepada-Nya.” (QS An-Nisa: 157-158)

 

10. Menjadi Tanda Datangnya Hari Kiamat

Dalam QS Az-Zukhruf: 61, Nabi Isa disebut sebagai tanda dekatnya hari kiamat, karena beliau akan turun sebelum kiamat tiba.

  • وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Artinya: “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar menjadi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS Az-Zukhruf: 61)

 

Hikmah di Balik Mengimani Mukjizat Nabi Isa

1. Bukti Kekuasaan Allah & Kebenaran Kenabian

  • Mukjizat-mukjizat Nabi Isa seperti berbicara saat bayi, menghidupkan orang mati, menyembuhkan sakit, dan menciptakan burung dari tanah, semuanya terjadi “dengan izin Allah” (QS Al‑Māʾidah 110).
  • Ibnu Kathīr menegaskan bahwa ini membuktikan bahwa Isa benar‑benar utusan Allah dan bukan sihir.
  • Hikmah: memperkuat keimanan terhadap kekuasaan ilahi dan validitas pesan kenabian Isa.

2. Pesan Moral: Kasih Sayang & Perhatian Sosial

  • Kemampuan Isa menyembuhkan orang buta dan kusta dan menghidupkan orang mati menunjukkan empati dan kasih sayang Allah pada manusia.
  • Hikmah: mendorong umat untuk meneladani sikap empati, membantu sesama, dan memuliakan kehidupan manusia.

3. Mendorong Kesadaran Spiritual dan Tauhid

  • Mukjizat Isa berasal dari izin Tuhan ("bi-idhni llāh"), seperti mengubah tanah menjadi burung, menyembuhkan, dan menghidupkan mati.
  • Ini menyadarkan bahwa semua keajaiban nyata berada di tangan Allah.
  • Hikmah: meneguhkan aqidah tauhid, bahwa segala sesuatu diatur dan dikendalikan sepenuhnya oleh Allah.

4. Motivasi Hikmah dan Ilmu

  • QS Al‑Māʾidah 110 menyebut Isa “diajarkan kitab, hikmah, Taurat, dan Injil”.
  • Taufik Hidayat & Farhan Masyrury (Ushuly, 2025) menekankan bahwa “hikmah” di sini mencakup pemahaman mendalam dan tafsir atas ajaran Tuhan.
  • Hikmah: menegaskan keutamaan ilmu dan kebijaksanaan dalam berdakwah dan memimpin masyarakat.

5. Membangun Kepercayaan dalam Dialog Lintas Agama

  • Mukjizat‑mukjizat Isa—yang disambut sebagian dan ditolak sebagian lainnya—menjadi fondasi bagi dialog antaragama.
  • Dalam konteks modern, ini membuka ruang penghormatan terhadap rasul dan nilai universal seperti empati dan pengampunan.
  • Hikmah: dapat memperkuat saling pengertian dan menghargai dalam masyarakat majemuk.

QnA Seputar Mukjizat Nabi Isa

1. Apa mukjizat Nabi Isa yang terjadi sejak beliau bayi?

Nabi Isa berbicara ketika masih bayi dalam gendongan ibunya untuk membela Siti Maryam yang difitnah masyarakat. Ini disebutkan dalam QS. Maryam ayat 29-30: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi."

Mukjizat ini menunjukkan kekuasaan Allah dan sebagai tanda kenabian Nabi Isa sejak kecil.

2. Benarkah Nabi Isa bisa menyembuhkan orang sakit?

Ya, dengan izin Allah, Nabi Isa mampu menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan penyakit lepra (QS. Al-Ma’idah: 110).

Mukjizat ini diberikan sebagai bukti kerasulan Nabi Isa kepada Bani Israil yang pada masa itu unggul dalam bidang pengobatan.

3. Apakah Nabi Isa pernah menghidupkan orang mati?

Iya, dengan izin Allah, Nabi Isa dapat menghidupkan orang mati sebagai mukjizat yang menunjukkan kekuasaan Allah dan kebenaran risalah beliau (QS. Al-Ma’idah: 110).

Mukjizat ini bukan sihir, melainkan tanda kerasulan dan kekuasaan Allah atas kehidupan dan kematian.

4. Apakah Nabi Isa bisa meniup tanah liat menjadi burung hidup?

Benar, Nabi Isa membentuk burung dari tanah liat lalu meniupnya, dan dengan izin Allah, burung itu menjadi hidup dan terbang (QS. Al-Ma’idah: 110).

Mukjizat ini menunjukkan kemampuan Allah menciptakan kehidupan dari sesuatu yang tak bernyawa, sekaligus membuktikan kebenaran Nabi Isa sebagai utusan Allah.

5. Apakah Nabi Isa memiliki mukjizat turunnya hidangan dari langit?

Ya, mukjizat turunnya “hidangan dari langit” terjadi ketika para Hawariyyun (pengikut setia Nabi Isa) meminta makanan dari langit agar hati mereka tenang (QS. Al-Ma’idah: 112-115).

Mukjizat ini menegaskan bahwa rezeki datang dari Allah, dan menjadi ujian bagi pengikut Nabi Isa agar mereka tetap beriman setelah melihat tanda kebesaran Allah.