Tata Cara dan Niat Puasa Arafah Kamis 5 Juni 2025, Lengkap Doa Berbuka hingga Keutamaannya

Muslim yang ingin mengamalkan puasa Arafah 2025 perlu menyimak tata cara dan niat melaksanakan puasa tersebut. Artikel ini mengulas lengkap mengenai panduan puasa Arafah 2025 untuk disimak oleh umat Islam.

Diterbitkan 05 Juni 2025, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Salah satunya yang memiliki keutamaan luar biasa adalah puasa Arafah.

Puasa Arafah adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, bertepatan hari Arafah. Puasa ini dapat dikerjakan oleh umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji. Sebab, jemaah haji pada hari tersebut sedang wukuf di Arafah sehingga tidak berpuasa.

Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, puasa Arafah tahun ini jatuh pada Kamis, 4 Juni 2025. Muslim dapat mengamalkan puasa sunnah agar meraih keutamaannya yang luar biasa.

Muslim yang ingin mengamalkan puasa Arafah 2025 perlu menyimak tata cara dan niat melaksanakan puasa tersebut. Artikel ini mengulas lengkap mengenai panduan puasa Arafah 2025 untuk disimak oleh umat Islam.

Panduan puasa Arafah 2025 ini meliputi tata cara, niat, doa berbuka, hingga keutamaan bagi yang mengamalkannya. 

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

Niat Puasa Arafah dan Tata Caranya

1. Niat

Niat puasa Arafah dapat dilakukan pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun jika lupa, niat puasa sunnah ini dapat dilakukan di pagi-siang sebelum waktu Dzuhur. Berikut lafal niat puasa Arafah.

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.   

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”

2. Makan Sahur

Makan sahur lebih utama menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.

3. Melaksanakan Puasa

Selama berpuasa harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan suami-istri, dan sebagainya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Selama berpuasa juga menjaga dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa.

Doa Buka Puasa Arafah

Segera berbuka puasa saat tiba waktu maghrib. Berikut dua versi doa saat buka puasa.

1). Doa buka puasa Rasulullah SAW dari Sahabat Mu’adz bin Zuhrah yang diriwayatkan Abu Daud.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ 

Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.

Artinya, “Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.” (HR. Abu Daud)

2). Doa Rasulullah SAW saat berbuka puasa dari Abdullah bin ‘Umar yang diriwayatkan Abu Daud.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.

Artinya, “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah.” (HR. Abu Daud).

Keutamaan Puasa Arafah

Secara khusus terdapat keutamaan bagi orang yang melaksanakan puasa Arafah. Masih berdasarkan sumber NU Online, ada dua keutamaan yang akan diperoleh bagi yang puasa Arafah. 

Pertama, siapa yang berpuasa pada hari Arafah akan dihapuskan dua tahun dosa-dosanya, yakni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Hal tersebut sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW. 

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim). 

Mayoritas ulama berpendapat, bahwa dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil, sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juz 3 (h. 113). 

Kedua, orang yang berpuasa pada hari Arafah juga dibebaskan dari segala macam siksa neraka. Sebab, sebagaimana disebutkan Rasulullah saw dalam hadisnya, bahwa Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari Arafah dibanding hari-hari lainnya.  

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).

Wallahu a’lam.