Sukses

13 Dzulhijjah Masih Hari Tasyrik dan Dilarang Puasa, Bagaimana dengan Ayyamul Bidh?

Khusus Dzulhijjah, puasa Ayyamul Bidh tanggal 13 tidak bisa dilaksanakan karena masih hari tasyrik. Berpuasa di hari tasyrik dilarang dalam Islam. Lantas, bagaimana?

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ayyamul Bidh menjadi satu amalan yang dapat muslim kerjakan di bulan Dzulhijjah. Melaksanakan puasa ini dapat diartikan menjalankan anjuran memperbanyak amal saleh di bulan Dzulhijjah yang dimuliakan (asyhurul hurum).

Puasa Ayyamul Bidh adalah amalan puasa tiga hari di setiap bulan Hijriyah. Rasulullah SAW mengamalkan puasa ini pada tanggal 13, 14, dan 15. Dari Ibnu Milhan Al-Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ  هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud, no. 2449 dan An-Nasa’i, no. 2434. Syaikh Al-Albani menyatakan hadis ini shahih).

Namun, khusus Dzulhijjah, puasa Ayyamul Bidh tanggal 13 tidak bisa dilaksanakan karena masih hari tasyrik. Berpuasa di hari tasyrik dilarang dalam Islam. Larangan puasa di hari tasyrik berdasarkan hadis berikut,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya: “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141)

Lantas, bagaimana dengan puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah? Simak penjelasan berikut.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Dzulhijjah

Menurut Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta, KH Rakhmad Zailani Kiki, puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah cukup pada tanggal 14 dan 15. Jika melihat kalender Masehi, puasa ini dilaksanakan pada 21-22 Juni 2024.

“Ayyamul Bidh bulan Dzulhijjah di tanggal 14 dan 15 Dzulhijjah saja,” kata Kiai Kiki kepada Liputan6.com, Selasa (11/6/2024).

Sementara, dikutip dari NU Online, Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’în (juz II, h.269) menjelaskan tentang pendapat yang lebih kuat dalam mazhab Syafi’i tentang puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah.

Disebutkan bahwa puasa Ayyamul Bidh 13 Dzulhijjah dapat diganti pada tanggal 16, sehingga puasa pertengahan bulan Hijriyah ini dilakukan pada tanggal 14, 15, dan 16 Dzulhijjah. Dalam kalender Masehi bertepatan tanggal 21-23 Juni 2024.

3 dari 3 halaman

Niat dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Bagi yang ingin melaksanakan puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah, berikut lafal niatnya.

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.    

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”

Sebagaimana puasa sunnah pada umumnya, waktu niat puasa Ayyamul Bidh sejak malam hari sampai sebelum masuk waktu zawal, posisi matahari condong ke barat. Dengan catatan, belum makan ataupun minum apa-apa sejak terbit fajar hingga waktu niat dilakukan.

Terkait keutamaan, Rasulullah SAW telah mengungkap. Salah satu keutamaan puasa Ayyamul Bidh adalah seperti puasa sepanjang tahun. Keutamaan ini berdasarkan hadis riwayat Bukhari nomor 1979.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash RA Rasulullah SAW bersabda,

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari, no. 1979)

Wallahu a’lam.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.