Doa Wudhu Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Wudhu adalah salah satu cara menyucikan anggota tubuh dengan air. Hal ini berkaitan dengan seorang muslim diwajibkan bersuci setiap akan melaksanakan sholat.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 14:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wudhu bukan hanya sekadar rutinitas sebelum salat, tetapi merupakan ibadah yang mengandung nilai spiritual tinggi. Dalam Islam, menyucikan diri secara lahir dan batin menjadi syarat utama untuk menghadap Allah SWT.

Membaca doa wudhu lengkap dalam setiap tahapannya merupakan bentuk penyempurnaan ibadah yang tidak hanya membersihkan tubuh, tetapi juga menyucikan hati dan pikiran.

Menurut Imam Nawawi dalam kitabnya yang berjudul Al-Adzkar, menegaskan bahwa pentingnya adab dan doa dalam wudhu.

"Disunnahkan bagi orang yang berwudhu untuk membaca doa-doa tertentu yang diajarkan Rasulullah SAW pada setiap anggota wudhu, dan ini termasuk kesempurnaan ibadah," tulis Imam Nawawi.

Pernyataan ini memperkuat bahwa membaca doa wudhu lengkap bukan hanya tambahan, tetapi bagian dari sunnah yang memperkaya makna bersuci. Tak heran jika banyak ulama menyusun panduan wudhu yang mencakup bacaan dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahannya agar bisa diamalkan oleh semua kalangan.

Lebih lanjut, dalam Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa doa-doa dalam wudhu bukanlah syarat sah wudhu, tetapi sangat dianjurkan karena memperkuat nilai spiritual dari ibadah tersebut. Maka memahami dan mengamalkan doa wudhu lengkap dalam bahasa Arab, Latin dan artinya menjadi bentuk kesungguhan seorang muslim dalam menjalankan syariat secara menyeluruh, baik secara lahiriah maupun batiniah.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan doa wudhu lengkap.

Bacaan Niat Wudhu

Mengutip buku berjudul Terapi Wudhu: Sempurna Shalat, Bersihkan Penyakit (2010) oleh Muhammad Akrom dijelaskan menurut syara’, wudhu ialah membasuh, mengalirkan dan membersihkan dengan menggunakan air pada setiap bagian dari anggota-anggota wudhu untuk menghilangkan hadast kecil.

Dikutip dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia atau Kemenag RI, menjelaskan bahwa pelaksanaan niat wudhu dalam hati berbarengan ketika membasuh wajah, adapun lafal niat wudhu yang dapat dibaca adalah:

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى .

Arab Latin: Nawaitul wudluu-a liraf-'il hadatsil ash ghari fardlan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah".

Setelah membaca niat wudhu, anda bisa melanjutkan gerakan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam setiap gerakan wudhu terdapat doa-doa di dalamnya yang bisa anda panjatkan. 

 

Doa-doa Wudhu Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

1. Doa saat melihat air

Berikut ini bacaan doa wudhu lengkap mulai dari doa saat melihat air, yakni:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا

Arab Latin: Alhamdulillah illadhi ja'al almaa'a thayyura

Artinya: “Segala puji hanyalah bagi Allah yang telah menjadikan air suci lagi mensucikan.”

2. Doa saat membasuh telapak tangan

اللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِكَ كُلِّهَا

Arab Latin: Allahumma ihfadh yadi min ma'ashika kullaha

Artinya: “Ya Allah peliharalah kedua tanganku dari perbuatan maksiat pada-Mu.”

3. Doa saat berkumur

Disunnahkan berdoa di dalam hati:

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

Arab Latin: Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika, Allahumma asqini min haudli nabiyyika shallallahu 'alaihi wa sallam ka'san la adzma'a ba'dahu Abadan

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

4. Doa saat membasuh lubang hidung

Disunnahkan berdoa di dalam hati:

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

Arab Latin: Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika, Allahumma asqini min haudli nabiyyika shallallahu 'alaihi wa sallam ka'san la adzma'a ba'dahu Abadan

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

5. Doa saat membasuh wajah

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

Arab Latin: Allahumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujuhun wa taswaddu wujuh

Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

Doa ini dipanjatkan sebagai harapan supaya di akhirat kelak Allah menggolongkan kita sebagai orang baik. Saat berkumpul di padang mahsyar, orang baik dicirikan dengan berwajah cerah, dan sebaliknya orang jelek dicirikan dengan berwajah kusam.

6. Doa saat membasuh tangan kanan

اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا

Arab Latin: Allahumma a'thini kitabi biyamini, wa hasibni hisaban yasiran

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”

7. Doa saat membasuh tangan kiri

Sedangkan saat membasuh tangan kiri, berdoa:

اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

Arab Latin: Allahumma laa tu'thini bi syimaali, wa laa min waraa'i dzahri

Artinya: “Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.”

Mengenai doa di atas, berharap kelak di akhirat, saat Allah akan memberikan pada semua catatan amal masing-masing manusia. Apabila manusia dengan amalan yang baik, maka ia akan menerima kitab dengan tangan kanan dan berhadapan muka. Sementara bagi yang amalnya jelek, maka akan menerima kitab amalnya dengan tangan kiri dan diberikan dari balik punggung.

8. Doa saat mengusap kepala

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك

Arab Latin: Allahumma harrim sya'ri wa basyari 'ala an-nari wa adzilni tahta 'arsyika yauma la dzilla illa dzilluka.

Artinya: “Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu.”

9. Doa saat membasuh kedua telinga

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

Arab Latin: Allahumma ij'alni minalladzina yastami'unal qaula fayattabi'una ahsanahu.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut.”

10. Doa saat membasuh kaki kanan

اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

Arab Latin: Allahumma ij'alhu sa'yan masykuran wa dzamban maghfuran wa 'amalan mutaqabbalan. Allahumma tsabbit qadami 'ala shirathi yauma tazila fihi al-aqdam.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”

11. Doa saat membasuh kaki kiri

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ

Arab Latin: Allahumma inni a'udzu bika an tanzila qadami 'anish-shirathi yauma tanzilu fihi aqdamul munafiqin

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.”

Tata Cara Wudhu Lengkap

1. Niat wudhu

Membaca niat wudhu seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya. Niat menurut Yusuf al-Qardhawi sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Al-Risalah, Volume 20, Nomor 2, Juli – Desember 2024 adalah maksud hati terhadap sesuatu yang disertai dengan pelaksanaannya. Adapun niat wudhu adalah suatu ketetapan hati untuk melakukan wudhu sebagai pelaksanaan dari perintah Allah SWT.

2. Membasuh wajah

Menurut Imam Nawawi, batas wajah dalam wudhu secara vertikal adalah antara tempat tumbuhnya rambut hingga dagu bagian bawah. Secara horisontal, antara kedua telinga tangan-kiri.

Mengutip sumber yang sama, batas panjang muka ialah mulai dari bagian atas dahi hingga dagu. Sedangkan lebarnya dimulai dari tepi telinga sebelah kanan hingga tepi telinga sebelah kiri.

3. Membasuh kedua tangan hingga siku

Dalam membasuh tangan, seluruh kulit, kuku, dan rambut mulai ujung jari hingga siku harus terbasuh. Termasuk kulit di bawah kuku. Karena itu, kulit yang ada bawah kuku perlu dijaga kebersihannya agar tak ada kotoran yang dapat mengahalangi air sampai pada kulit.

Masih dari sumber yang sama, cara membasuh kedua tangan sampai siku adalah dimulai dari tangan kanan ujung jari dengan membersihkan sela-sela jari, menggosok lengan sampai ke siku. Setelah selesai dengan tangan kanan sebanyak tiga kali, dilanjutkan tangan kiri dengan cara yang sama.

4. Mengusap sebagian kepala

Batasan minimal mengusap sebagian kepala adalah sampainya air ke sebagian kecil kepala atau sehelai rambut yang tumbuh di area kepala. Adapun mengusap rambut yang menjuntai di luar area kepala (misalnya rambut kepala yang menjuntai di wilayah bahu atau punggung) maka itu dianggap tidak sah.

Dari sumber yang sama, kewajiban menyapu kepala didasarkan atas surat al-Maidah ayat 6 dan hadis Mughirah yang mengatakan bahwa ketika berwudhu, Nabi SAW menyapu ubun-ubun dan sorbannya kemudian menyapu kedua khufnya.

5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki

Dalam membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki ini adalah semua bagian anggota tubuh yang ada pada area tersebut seperti rambut, kuku dan sebagainya.

Dua mata kaki (ka’bain) menurut Yusuf al-Qardhawi adalah dua tulang yang menonol disamping, tepapatnya dipersendian betis dengan telapak kaki. Membasuh kaki adalah wajib sesuai dengan kesepakatan umat berdasarkan nash al-Quran dan Hadits.

6. Tertib

Tertib adalah melakukan kegiatan wudhu tersebut secara berurutan sebagaimana urutan di atas, yakni dimulai dengan niat dan membasuh muka, membasuh kedua tangan beserta kedua siku, mengusap sebagian kecil kepala, dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki.

Mengutip kajian yang dipublikasikan di Riwayah: Jurnal Studi Hadis Volume 3 Nomor 2 2018, wudhu adalah proses kebersihan yang dilakukan oleh seseorang untuk membasuh bagian-bagian tubuh sebanyak lima kali dalam sehari.

Wudhu sendiri mengandung dua aspek kebersihan; yakni kebersihan lahir berupa pencucian bagian tubuh manusia, dan kebersihan batin yang ditimbulkan oleh pengaruh wudhu kepada manusia berupa pembersihan dari kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh anggota-anggota tubuh.

Doa Setelah Wudhu

Mengutip buku berjudul Pesan-Pesan Moral untuk Meraih Sukses, Mulia, dan Selamat (2022) oleh Prof. DR. Miftah Faridl dijelaskan doa adalah senjata ampuh orang mukmin. Doa adalah meminta dan menyerahkan diri kepada Allah. Semakin banyak berdoa, semakin dekat dengan Allah. Banyak berdoa adalah salah satu tanda keimanan, sedangkan malas berdoa adalah bagian dari kekeliruan.

Adapun lafal doa setelah wudhu adalah sebagaimana berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ، وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوبُ إلَيْكَ

Arab Latin: Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū. Allāhummaj’alnī minat tawwābīna, waj’alnī minal mutathahhirīna. Subhānakallāhumma wa bi hamdika asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka, wa atūbu ilayka.

Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu)."

 

 

 

Sumber:

- Buku berjudul Terapi Wudhu: Sempurna Shalat, Bersihkan Penyakit (2010) oleh Muhammad Akrom

- Situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia atau Kemenag RI

- Kajian berjudul Upaya Guru Fiqih dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Wudhu di MTsN 5 Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan dipublikasikan di Jurnal Al-Risalah, Volume 20, Nomor 2, Juli – Desember 2024

- Kajian berjudul Urgensi Wudhu dan Relevansinya Bagi Kesehatan (Kajian Ma’anil Hadits) dalam Perspektif Imam Musbikin dipublikasikan di  Riwayah: Jurnal Studi Hadis Volume 3 Nomor 2 2018

- Buku berjudul Pesan-Pesan Moral untuk Meraih Sukses, Mulia, dan Selamat (2022) oleh Prof. DR. Miftah Faridl

 

Q & A Seputar Topik

Q: Apa itu doa wudhu?

A: Doa wudhu adalah rangkaian bacaan yang dianjurkan untuk dibaca sebelum, selama, atau setelah berwudhu. Bacaan ini bertujuan untuk menyempurnakan proses bersuci secara spiritual, sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar ibadah diterima dan tubuh dibersihkan tidak hanya dari hadas, tapi juga dari dosa.

Q: Apakah membaca doa wudhu wajib?

A: Tidak wajib. Doa wudhu termasuk sunnah yang dianjurkan. Artinya, meskipun tidak membacanya, wudhu tetap sah secara syariat. Namun, membaca doa wudhu lengkap merupakan salah satu cara untuk meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW dan memperdalam nilai ibadah wudhu itu sendiri.

Q: Kapan waktu membaca doa wudhu?

A: Doa bisa dibaca dalam tiga waktu: sebelum wudhu (doa niat), saat membasuh setiap anggota tubuh (dengan doa khusus tiap bagian), dan setelah selesai wudhu (doa penutup). Masing-masing memiliki keutamaan tersendiri dalam memperkuat aspek spiritual dalam bersuci.

Q: Apa manfaat membaca doa saat wudhu?

A: Manfaatnya antara lain memperkuat kesadaran hati saat bersuci, menambah pahala, serta mendekatkan diri kepada Allah dengan permohonan yang ikhlas. Selain itu, doa juga menjadi pengingat bahwa ibadah bukan sekadar gerakan fisik, tetapi juga bentuk penghambaan secara batin.