Liputan6.com, Jakarta - Sombong (takabbur) dan riya (pamer atau mencari pujian dalam beribadah) adalah dua penyakit hati yang sangat berbahaya dalam ajaran Islam. Keduanya dapat merusak amal ibadah, menjauhkan pelakunya dari rahmat Allah, dan bahkan menjadi penghalang masuk surga. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui dan mengamalkan bacaan doa agar dijauhkan dari sifat sombong dan riya.
Allah SWT melarang hamba-Nya bersikap sombong, sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Isra ayat 37: "Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-gunung.".
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar mengumpulkan berbagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW, termasuk doa untuk memohon perlindungan dari sifat-sifat tercela. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik juga menekankan pentingnya memohon kepada Allah agar dijauhkan dari kesombongan dan riya.
Advertisement
Dalam Buku Himpunan Doa-Doa Penting terbitan Kementerian Agama RI serta Ebook Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah, doa-doa untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit ini juga mendapat perhatian khusus sebagai amalan yang harus dijaga setiap hari.
Merangkum literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah bacaan doa agar dijauhkan dari sifat sombong dan riya teks Arab, Latin dan artinya.
Kumpulan Doa agar Dijauhkan dari Sifat Sombong dan Riya
1. Doa Memohon Hati yang Bersih dari Kemunafikan, Riya, Dusta, dan Khianat
Doa ini adalah doa yang sangat komprehensif, mencakup permohonan pembersihan hati dari berbagai penyakit hati sekaligus. Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Arab: اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
Latin: Allâhumma thahhir qalbî minan nifâqi wa ‘amalî minar riyâ'i wa lisânî minal kadzibi wa ‘ainî minal khiyânati innaka ta'lamu khâ'inatal a'yuni wa mâ tukhfish shudûr.
Artinya: "Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kemunafikan, amal perbuatanku dari riya (pamer), lidah dan ucapanku dari kebohongan, dan sucikan mataku dari khianat. Sesungguhnya Engkau mengetahui pandangan mata yang khianat dan mengetahui apa saja yang tersembunyi dalam hati."
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai benteng perlindungan dari empat penyakit hati utama: kemunafikan, riya, dusta, dan khianat. Dalam doa ini terdapat pengakuan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dalam hati, termasuk niat-niat yang tidak terlihat oleh manusia.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini mencerminkan kesadaran seorang hamba akan kelemahannya dan keinginannya untuk senantiasa berada dalam perlindungan Allah.
2. Doa Berlindung dari Kesombongan karena Kekayaan dan Kehinaan karena Kemiskinan
Doa ini memohon perlindungan dari dua bentuk kesombongan yang ekstrem: sombong karena kekayaan dan terhina karena kemiskinan.
Arab: اَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطَرِ الْغِنَى وَمَذَلَةِ الْفَقْرِ يَامَنْ وَعَدَ فَوَفَى وَأَوْعَدَ فَعَفَا اِغْفِرْ لِمَنْ ظَلَمَ وَآسَى يَامَنْ تَسُرُّهُ بِطَاعَتِي وَلَا تَضُرُّهُ مَعْصِيَتِى هَبْ لِي مَا يَسُرُّكَ وَاغْفِرْ لِي مَا لاَ يَضُرُّكَ
Latin: Allâhumma innî a'ûdzubika mim batharil ghina. Wa madzalatil faqr. Yâ man wa'ada fawafâ. Wa aw'ada fa'afâ. Ighfir liman zhalam wa asâ yâ man tasurruhu bithâ'atî. Wa lâ tadhurruhu ma'shiyatî. Hablî mâ yasurruka waghfir lî mâ lâ yadurruk.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyombongkan diri karena kaya dan dari kehinaan karena miskin. Wahai Dzat yang apabila berjanji pasti memenuhinya, apabila mengancam lalu memaafkannya. Ampunilah bagi orang yang berbuat zalim dan kemudian menyesali diri. Wahai Dzat yang merasa senang hati karena ketaatanku dan tidak akan membahayakan karena kemaksiatanku. Berilah kepadaku apa-apa yang menyenangkan-Mu dan ampunilah diriku terhadap apa-apa yang aku lakukan yang tidak menyenangkan-Mu."
Doa ini mengajarkan bahwa kesombongan tidak hanya muncul dari kekayaan, tetapi juga dari kemiskinan—ketika seseorang merasa rendah diri dan justru menyombongkan diri dalam bentuk lain.
Doa ini juga mengandung pengakuan bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Pemurah dan Maha Pengampun, serta permohonan agar Allah memberikan apa yang menyenangkan-Nya dan mengampuni dosa-dosa.
3. Doa Berlindung dari Orang-Orang yang Sombong
Doa ini bersumber dari Al-Qur'an Surat Ghafir ayat 27, yang diajarkan oleh Nabi Musa AS.
Arab: اِنِّىۡ عُذۡتُ بِرَبِّىۡ وَرَبِّكُمۡ مِّنۡ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤۡمِنُ بِيَوۡمِ الۡحِسَابِ
Latin: Innî ‘udztu birabbî wa rabbikum min kulli mutakabbirin lâ yu'minu biyaumil hisâb.
Artinya: "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari perhitungan (kiamat)."
Doa ini adalah doa yang diucapkan oleh Nabi Musa AS ketika menghadapi Fir'aun dan para pengikutnya yang sombong. Doa ini mengajarkan bahwa perlindungan dari kesombongan tidak hanya dimohon untuk diri sendiri, tetapi juga dari pengaruh orang-orang sombong di sekitar kita. Doa ini juga menegaskan bahwa akar dari kesombongan adalah ketidakimanan kepada hari pembalasan.
4. Doa Memohon Hidup dan Mati dalam Kerendahan Hati
Doa ini dipanjatkan agar senantiasa hidup dan mati dalam keadaan rendah hati, serta dikumpulkan bersama orang-orang yang rendah hati di hari kiamat.
Arab: اَللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا، وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا، وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Latin: Allâhumma ahyinî miskînan, wa amitnî miskînan, wahsyurnî fî zumratil masâkîn yawmal qiyâmah.
Artinya: "Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan khusyuk dan rendah hati, matikanlah aku dalam keadaan khusyuk dan rendah hati, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang yang khusyuk dan rendah hati."
Doa ini mengajarkan bahwa kerendahan hati adalah sikap yang harus dijaga sepanjang hayat—dari awal kehidupan hingga akhir hayat, bahkan hingga hari kebangkitan. Doa ini juga menunjukkan bahwa kerendahan hati adalah ciri orang-orang yang dicintai Allah dan akan dikumpulkan bersama mereka di surga.
5. Doa Berlindung dari Akhlak, Amal, dan Hawa Nafsu yang Mungkar
Doa ini mencakup permohonan perlindungan dari segala bentuk akhlak buruk, termasuk sombong dan riya.
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ
Latin: Allâhumma innî a'ûdzu bika min munkarâtil akhlâqi wal a'mâli wal ahwâ'i.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang mungkar."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan merupakan doa perlindungan yang sangat komprehensif. Doa ini mencakup perlindungan dari akhlak buruk (seperti sombong dan riya), amal buruk, serta hawa nafsu yang menyesatkan. Doa ini mengajarkan bahwa ketiga hal tersebut—akhlak, amal, dan hawa nafsu—saling terkait dan harus dijaga bersama-sama.
6. Doa agar Tidak Menjadi Orang Sombong
Doa ini secara khusus memohon agar dijauhkan dari kesombongan dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang rendah hati.
Arab: اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَوَاضِعِينَ وَلَا تَجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَكَبِّرِينَ
Latin: Allâhumma-j'alnî minal mutawâdhi'în wa lâ taj'alnî minal mutakabbirîn.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang rendah hati dan janganlah Engkau jadikan aku termasuk orang-orang yang sombong."
Doa ini sangat singkat namun sarat makna. Doa ini secara tegas memohon dua hal sekaligus: dimasukkan ke dalam golongan orang yang rendah hati dan dijauhkan dari golongan orang yang sombong. Doa ini mengingatkan bahwa kesombongan adalah sifat iblis, sementara kerendahan hati adalah sifat para nabi dan orang-orang saleh.
Makna Mendalam Doa agar Dijauhkan dari Sifat Sombong dan Riya
Doa-doa untuk dijauhkan dari sifat sombong dan riya mengandung makna yang sangat dalam dan mencerminkan pandangan Islam tentang kesucian hati:
1. Kesadaran akan Kelemahan Manusia di Hadapan Allah
Doa-doa ini mengajarkan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah dan tidak berdaya. Kesombongan adalah pengingkaran terhadap hakikat ini—seolah-olah manusia merasa mampu berdiri sendiri tanpa pertolongan Allah. Dengan berdoa memohon dijauhkan dari sombong, seorang muslim mengakui bahwa segala kemampuan dan keberhasilan adalah anugerah Allah semata.
2. Pengakuan bahwa Hati Mudah Terkena Penyakit
Doa-doa ini mencerminkan kesadaran bahwa hati manusia sangat rentan terhadap penyakit-penyakit batin seperti sombong, riya, iri, dan dengki. Tanpa perlindungan dan pertolongan Allah, hati akan mudah terjerumus ke dalam sifat-sifat tercela ini.
3. Keterkaitan antara Akhlak, Amal, dan Hawa Nafsu
Doa "munkarâtil akhlâqi wal a'mâli wal ahwâ'i" mengajarkan bahwa akhlak buruk, amal buruk, dan hawa nafsu yang menyesatkan saling terkait erat. Akhlak buruk akan melahirkan amal buruk, dan keduanya didorong oleh hawa nafsu. Karena itu, perlindungan dari ketiganya harus dimohon secara bersamaan.
4. Pentingnya Niat yang Ikhlas
Riya adalah bentuk ketidakikhlasan dalam beramal—melakukan ibadah bukan karena Allah, tetapi karena ingin dilihat atau dipuji orang lain. Doa "thahhir qalbî minan nifâqi wa 'amalî minar riyâ'i" mengajarkan bahwa pembersihan hati dari riya adalah fondasi diterimanya amal ibadah di sisi Allah.
5. Kerendahan Hati sebagai Jalan Keselamatan
Doa "ahyinî miskînan" (hidupkanlah aku dalam keadaan rendah hati) mengajarkan bahwa kerendahan hati adalah jalan keselamatan di dunia dan akhirat. Orang yang rendah hati akan diangkat derajatnya oleh Allah, sementara orang yang sombong akan dihinakan.
Hikmah Doa agar Dijauhkan dari Sifat Sombong dan Riya
1. Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah
Dengan berdoa memohon dijauhkan dari riya, seorang muslim senantiasa diingatkan untuk meluruskan niat dalam setiap amal ibadah. Riya adalah penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menggugurkan pahala amal yang telah dikerjakan. Doa ini menjadi benteng yang melindungi keikhlasan seorang hamba.
2. Menumbuhkan Kerendahan Hati dan Menjauhkan dari Kesombongan
Doa-doa ini mengajarkan bahwa kesombongan adalah selendang Allah yang tidak pantas dipakai oleh manusia. Dengan berdoa, seorang muslim merendahkan hatinya di hadapan Allah dan menyadari bahwa segala kelebihan yang dimiliki adalah titipan dan anugerah dari-Nya.
3. Menjaga Hubungan Baik dengan Sesama Manusia
Sifat sombong dan riya tidak hanya merusak hubungan dengan Allah, tetapi juga merusak hubungan dengan sesama manusia. Orang yang sombong cenderung merendahkan orang lain, sementara orang yang riya cenderung mencari pujian dengan mengorbankan keikhlasan. Doa-doa ini menjadi sarana untuk menjaga hubungan horizontal dengan sesama.
4. Mendapatkan Perlindungan dari Murka Allah
Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi." (HR. Muslim). Dengan berdoa memohon dijauhkan dari sombong, seorang muslim memohon perlindungan dari murka Allah dan berusaha meraih ridha-Nya.
5. Menjadikan Amal Ibadah Diterima di Sisi Allah
Salah satu syarat diterimanya amal ibadah adalah keikhlasan—beramal semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain. Doa memohon dijauhkan dari riya adalah upaya spiritual untuk memastikan bahwa setiap amal yang dikerjakan bernilai di sisi Allah dan tidak sia-sia.
Pertanyaan Seputar Sifat Sombong dan Riya
1. Apa doa agar dijauhkan dari sifat sombong dan riya?
Doa yang paling komprehensif adalah "Allâhumma thahhir qalbî minan nifâqi wa 'amalî minar riyâ'i" (Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kemunafikan dan amal perbuatanku dari riya). Doa lain yang dianjurkan adalah "Allâhumma innî a'ûdzubika mim batharil ghina" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyombongkan diri karena kaya).
2. Kapan waktu terbaik membaca doa agar dijauhkan dari sombong dan riya?
Doa-doa ini dapat dibaca kapan saja, terutama setelah salat fardhu, pada waktu pagi dan petang, serta saat merasa tergoda untuk bersikap sombong atau riya. Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak doa perlindungan dari penyakit hati setiap hari.
3. Apa perbedaan sombong dan riya?
Sombong (takabbur) adalah sikap merasa lebih tinggi dan lebih baik dari orang lain, yang ditandai dengan menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Riya adalah melakukan amal ibadah dengan tujuan selain Allah, seperti ingin dipuji atau dilihat orang lain. Keduanya adalah penyakit hati yang saling berkaitan erat.
4. Apakah doa saja cukup untuk menghilangkan sifat sombong?
Doa adalah salah satu ikhtiar spiritual yang sangat penting, tetapi harus diiringi dengan usaha nyata seperti introspeksi diri, bergaul dengan orang-orang saleh, mengingat kematian, dan senantiasa merendahkan hati di hadapan Allah dan sesama manusia. Doa dan usaha harus berjalan beriringan.
5. Apa dalil tentang bahaya sifat sombong dalam Al-Qur'an dan hadits?
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman: "Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong" (QS. Al-Isra: 37). Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi" (HR. Muslim). Allah juga berfirman dalam hadits qudsi: "Kesombongan adalah selendang-Ku... barangsiapa mengambilnya dariku, maka ia akan Aku lemparkan ke dalam neraka" (HR. Abu Daud).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889994/original/071009200_1720767600-pexels-zeynep-sude-emek-193601188-20785719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317936/original/069326900_1786080171-Iskandar_Wijaja_x_Niu_Niu_b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315744/original/019758300_1785885131-yurizal.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315762/original/044264700_1785892339-yurizal_ok.jpg)