Doa Wudhu Lengkap yang Dibaca untuk Menyertai Setiap Gerakan

Doa wudhu yang dibaca sebelum, selama, dan setelah wudhu menjadi amalan yang dianjurkan agar mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah yang dilakukan.

Diperbarui 05 Juni 2025, 15:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Wudhu merupakan salah satu syarat sah dalam melaksanakan sholat bagi umat Muslim. Melalui rukun ini, seseorang membersihkan dirinya dari hadas kecil dan hadas besar sehingga ia dapat bersih ketika hendak menunaikan ibadah sholat. Selain itu, wudhu juga memiliki keutamaan dalam membersihkan jiwa dan menyucikan hati.

Selain melakukan gerakan-gerakan tertentu, wudhu juga merupakan momen yang tepat untuk berdoa. Doa sebelum, selama, dan setelah wudhu menjadi amalan yang dianjurkan agar mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah yang dilakukan. Doa menjelang wudhu dapat membantu seseorang memfokuskan pikiran dan hati dalam menjalankan ibadah ini. Begitu pula dengan doa sesudah wudhu, yang dapat menjadi bekal spiritual bagi setiap individu sebelum memulai aktivitas kesehariannya.

Keutamaan-keutamaan ini meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang terhadap Allah SWT. Oleh karena itu, seringkali para Muslim yang taat selalu menyertai setiap gerakan wudhu dengan doa-doa yang beragam. Dengan begitu, wudhu bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Lalu bagaimana bacaan doa wudhu selengkapnya? Simak penjelasan berikut ini seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (5/6/2025).

Bacaan Niat Wudhu

Bacaan niat wudhu merupakan hal yang penting dalam agama Islam, sebab niat merupakan salah satu rukun yang memengaruhi keabsahan ibadah termasuk wudhu. Untuk melakukan wudhu dengan benar, pertama-tama kita perlu membaca niat wudhu. Langkah-langkahnya cukup mudah, pertama-tama hendaklah menghadap kiblat dan berniat di dalam hati untuk melakukan wudhu.

Adapun bacaan niat wudhu adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta'ala"

Doa Wudhu ketika Membasuh Telapak Tangan

Saat membasuh telapak tangan sebanyak 3 kali ketika melakukan wudhu, umat Islam disunnahkan untuk membaca doa di dalam hati. Adapun bacaan doa wudhu ketika membasuh telapak tangan adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا

All'humma ihfadh yadi min ma‘'shîka kullih'

Artinya: “Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat.”

Doa Wudhu saat Berkumur

Ketika berkumur pun, umat Islam juga disunnahkan membaca doa wudhu di dalam hati. Adapun bacaan doa wudhu ketika berkumur adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ، اَللّٰهُمَّ اسْقِنِيْ مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

All'humma a‘inni ‘al' dzikrika wa syukrika, All'humma asqinî min haudli nabiyyika shallall'hu ‘alaihi wa sallam ka'san l' adzma'u ba‘dahu abadan

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

Doa Wudhu ketika Membersihkan Lubang Hidung

Saat membersihkan lubang hidung ketika wudhu, berdasarkan sunnah Rasulullah SAW adalah untuk menghirup air ke dalam lubang hidung dan membersihkannya dengan menyebut nama Allah. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk membaca doa wudhu dalam hati ketika menghirup air, adapun bacaannya sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ أَرِحْنِيْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، اَللّٰهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِكَ

All'humma ariḫnî r'iḫatal jannah. All'humma l' taḫrimnî r'iḫata ni‘amika wa jann'tika

Artinya: “Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmat-Mu dan wanginya surga-surga-Mu.”

Sedangkan ketika mengeluarkan air dari lubang hidung, berdoa:

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوْءِ الدَّارِ

All'humma innî a‘ûdzu bika min raw'iḫin n'r wa sû'id d'r

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari busuknya bau neraka, dan dari buruknya tempat kembali.”

Doa Wudhu ketika Membasuh Wajah

Saat membasuh wajah dalam tata cara wudhu, umat Muslim diharapkan untuk membaca doa yang sesuai. Doa wudhu yang dianjurkan untuk dibaca ketika membasuh wajah adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

All'humma bayyidl wajhî yauma tabyadldlu wujûhun wa taswaddu wujûh(un)

Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

Doa Wudhu saat Membasuh Tangan

Ketika membasuh tangan saat melakukan wudhu, umat Muslim dianjurkan membaca doa wudhu. Adapun doa wudhu yang dianjurkan untuk dibaca dalam hati ketika membasuh tangan kanan adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا

All'humma a‘thinî kit'bî biyamînî, wa ḫ'sibnî ḫis'ban yasîran

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”

Sedangkan saat membasuh tangan kiri, berdoa:

اَللّٰهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

All'humma l' tu‘thinî bi syim'lî, wa l' min war'-idh dhahrî

Artinya: “Ya Allah, jangan Kauberikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.”

Doa Wudhu saat Mengusap Kepala

Ketika mengusap kepala pun, kita juga dianjurkan untuk membaca doa wudhu. Adapun bacaan doa wudhu ketika mengusap kepala adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّكَ

All'humma ḫarrim sya'rî wa basyarî ‘al'n-n'ri wa adhillanî taḫta ‘arsyika yauma l' dhilla ill' dhilluka

Artinya: “Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu.”

Doa Wudhu saat Mengusap Telinga

Doa wudhu yang dibaca saat mengusap telinga adalah:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ

All'humma-j‘alnî minalladzîna yastami‘ûnal qaula fayattabi‘ûna aḫsanahu

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang terbaik dari ucapan tersebut.”

Doa Wudhu saat Membasuh Kaki

Saat membasuh kaki ketika melakukan wudhu, umat Islam dianjurkan membaca doa wudhu di dalam hati. Adapun bacaan doa wudhu ketika membasuh kaki kanan adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا، اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

All'humma-j'alhu sa‘yan masykûran wa dzamban maghfûran wa ‘amalan mutaqabbalan. All'humma tsabbit qadamî ‘alash shir'thi yauma tazillu fîhil aqd'm

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”

Dan saat membasuh kaki kiri berdoa:

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ

All'humma innî a‘ûdzu bika an tanzila qadamî ‘anish-shir'thi yauma tanzilu fîhi aqd'mul mun'fiqîn

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.”

Doa setelah Wudhu

Ketika sudah melakukan semua gerakan wudhu pun, kita juga dianjurkan untuk membaca doa wudhu. Adapun bacaan doa setelah wudhu adalah sebagai berikut:

اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Arab-latin: Asyhadu allaa ilaahah illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rosuuluh. Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriina, waj'alnii min 'ibadikash shaalihiin.

Artinya: "Aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shalih."

Wudhu sebagai Syarat Sah Shalat

Dilansir dari laman kemenag.go.id, wudhu adalah bagian penting dalam ibadah shalat dan termasuk salah satu syarat sah shalat. Tanpa wudhu, maka ibadah shalat seseorang tidak akan diterima karena tidak memenuhi syarat utama berupa kesucian dari hadats kecil. Ini adalah ketentuan yang berlaku dalam kondisi normal (bukan dalam kondisi darurat atau rukhsah).

Sejarah mensyariatkan wudhu berkaitan erat dengan peristiwa Isra Mi’raj, di mana kewajiban shalat ditetapkan. Karena shalat merupakan bentuk munajat atau komunikasi langsung seorang hamba dengan Allah, maka diperlukan kesucian fisik dan spiritual, salah satunya melalui wudhu.

Perintah wudhu secara tegas termaktub dalam Surat Al-Maidah ayat 6, yang menjelaskan rukun-rukun wudhu secara eksplisit:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

Selain itu, hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa shalat tidak akan diterima tanpa bersuci:

“Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR. Muslim)

Hadis lain yang mempertegas makna ini adalah:

“Allah tidak menerima shalat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wajib dan Sunah dalam Wudhu

masih dari kemenag.go.id, berikut adalah tata urutan wudhu yang mencakup unsur wajib dan sunah.

  1. Bersiwak (sunah)
  2. Membaca basmalah (sunah)
  3. Membasuh kedua tangan sebelum wudhu (sunah)
  4. Berkumur tiga kali (sunah)
  5. Istinsyaq (menghirup air ke hidung) tiga kali (sunah)
  6. Melafalkan niat (sunah), memasang niat dalam hati (wajib)
  7. Membasuh wajah 3 kali (wajib 1 kali, sisanya sunah)
  8. Membasuh tangan sampai siku 3 kali
  9. Mengusap sebagian kepala (wajib), dan seluruh kepala (sunah)
  10. Menyapu kedua telinga 3 kali (sunah)
  11. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki 3 kali
  12. Menghadap kiblat (sunah)
  13. Membaca doa setelah wudhu (sunah)

 

FAQ tentang Wudhu

1. Apakah hukum shalat jika dilakukan tanpa wudhu?

Jawaban: Shalat tanpa wudhu tidak sah. Wudhu merupakan salah satu syarat sah shalat, dan dalam kondisi normal (bukan darurat), seseorang yang tidak berwudhu sebelum shalat tidak memenuhi syarat sah ibadah tersebut. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Maidah: 6 dan hadis Nabi yang menyatakan: “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR Muslim)

2. Kapan wudhu disyariatkan dalam Islam?

Jawaban: Wudhu disyariatkan pada malam Isra Mi’raj, bersamaan dengan disyariatkannya shalat. Hal ini karena shalat merupakan munajat kepada Allah, sehingga tubuh harus dalam keadaan suci sebelum menghadap-Nya.

3. Apa saja enam perkara yang wajib dilakukan dalam wudhu agar sah?

Jawaban: Enam perkara wajib wudhu adalah:

  • Niat wudhu dalam hati bersamaan dengan membasuh wajah.
  • Membasuh wajah, dari tempat tumbuh rambut hingga dagu dan dari telinga ke telinga.
  • Membasuh kedua tangan hingga siku, termasuk seluruh kulit dan kuku.
  • Mengusap sebagian kepala (cukup sebagian kecil rambut di area kepala).
  • Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
  • Tertib, yaitu melaksanakan semua urutan wudhu sesuai dengan ketentuan.

4. Apakah mengusap rambut yang menjuntai ke bahu sah dalam wudhu?

Jawaban: Tidak sah. Yang wajib dalam wudhu adalah mengusap sebagian kepala, bukan rambut yang menjuntai keluar dari area kepala. Mengusap rambut yang menjuntai ke bahu atau punggung tidak memenuhi syarat sah wudhu menurut para ulama.

5. Apa saja sunnah-sunnah yang dianjurkan saat berwudhu?

Jawaban: Beberapa sunnah wudhu yang dianjurkan meliputi:

  • Bersiwak, membaca basmalah, dan membasuh tangan sebelum wudhu.
  • Berkumur dan menghirup air ke hidung (istinsyaq) tiga kali.
  • Membasuh wajah, tangan, kaki masing-masing tiga kali.
  • Menyapu seluruh kepala dan kedua telinga.
  • Menghadap kiblat saat wudhu dan membaca doa setelah wudhu.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6