Pengamat: Demokrat Jadi Kunci Koalisi Jika SBY Telepon Megawati

Menurut Burhanuddin, peluang Demokrat berkoalisi dengan PDIP lebih besar bila dibandingkan dengan Gerindra dan Golkar.

Diterbitkan 15 April 2014, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perolehan suara Partai Demokrat pada Pileg 2014 ini mengalami terjun bebas. Berdasarkan hasil hitung cepat, partai besutan Presiden SBY itu hanya bisa mengumpulkan 10 persen suara saja. Namun begitu, Partai Demokrat masih dianggap sebagai penentu arah koalisi 3 parpol teratas, seperti PDIP, Golkar, dan Gerindra.

SBY dinilai masih bisa mempengaruhi posisi masing-masing bakal capres ketiga partai, terutama Aburizal Bakrie atau Ical dari Partai Golkar dan Prabowo Subianto dari Gerindra.

"Partai Demokrat menjadi kunci karena mendapat 10% perolehan suara dan figur SBY membuat Demokrat bisa tentukan siapa yang akan maju, terutama Ical dan Prabowo karena keduanya belum aman," ujar pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Burhanuddin Muhtadi di Cikini, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Menurut Burhanuddin, peluang Demokrat berkoalisi dengan PDIP lebih besar bila dibandingkan dengan Gerindra dan Golkar. Namun sayang hubungan ketum kedua parpol itu masih tak terlalu harmonis.

"Kalau saja SBY mau tahan egonya, dia telepon Megawati, saya kira urusan yang dulu-dulu selesai. Saya yakin kalau ditelepon SBY, Megawati akan berubah," ujar Burhanuddin.

"Demokrat masih melihat faktor elektoral Jokowi diatas Prabowo dan Ical, jadi semua sama-sama menunggu. Tapi peran Demokrat cukup penting dalam langkah koalisi ke depan," pungkas Burhanuddin.