7 Cara Menjaga Area Belakang Rumah Tetap Bersih dan Tidak Menjadi Sarang Hewan

Simak panduan lengkap cara menjaga area belakang rumah tetap bersih dan tidak menjadi sarang hewan, mulai dari tips kebersihan hingga peningkatan aktivitas.

Diterbitkan 06 November 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Disadari atau tidak, sebagian besar rutinitas di rumah berpusat pada bagian-bagian hunian seperti kamar, ruang keluarga, dan dapur. Akibatnya ada satu bagian rumah yang sering terabaikan, antara lain adalah area belakang rumah. Maka tidak mengherankan jika area ini mudah sekali kotor sehingga menghadirkan penghuni lain. 

Penyusup kecil seperti tikus, ular, hingga serangga pembawa penyakit sering kali luput dari perhatian akibat sedikitnya aktivitas yang terjadi di area ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menjaga area belakang rumah tetap bersih dan tidak menjadi sarang hewan, meski jarang digunakan.

Setidaknya ada beberapa faktor yang membuat hewan-hewan ini bisa menghuni area belakang rumah ini, antara lain adanya sumber makanan, air, dan tempat berlindung yang aman. Dengan memutus akses terhadap ketiga hal tersebut, risiko hewan liar menyusup ke dalam area hunian dapat ditekan secara signifikan. Berikut adalah sejumlah cara menjaga area belakang rumah tetap bersih dan tidak menjadi sarang hewan, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (6/11/2026).

1. Mengelola Tempat Sampah dan Memutus Akses Makanan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa salah satu faktor yang mengundang hewan liar masuk ke area belakang rumah adalah ketersediaan makanan. Oleh karenanya, langkah paling mendasar dalam menjaga area belakang rumah tetap bersih dan tidak menjadi sarang hewan adalah dengan menghilangkan semua potensi sumber makanan. Dilansir dari Aspen Valley Wildlife Sanctuary, sampah rumah tangga, sisa makanan hewan peliharaan, serta buah-buahan yang jatuh dari pohon merupakan daya tarik utama bagi hewan liar seperti tikus. Jadi, pastikan kantong sampah tertutup rapat sebelum dimasukkan ke dalam tong sampah, serta rutin membersihkan wadah sampah agar aromanya tidak memancing kedatangan hewan.

Selain memastikan sampah dapur tertutuo rapat, memberi makan hewan peliharaan di luar ruangan juga harus dihindari. Jika terpaksa memberi makan di pekarangan belakang, segera bersihkan wadah dan sisa makanan begitu hewan selesai makan. Tempatkan pula pakan burung jauh dari bangunan utama rumah dan rutin bersihkan ceceran biji-bijian di tanah agar tidak mengundang kawanan pengerat.

2. Menutup Rapat Titik Masuk dan Celah Bangunan

Hewan pengerat seperti tikus dapat menyelinap masuk melalui celah yang sangat kecil yang ada di fondasi, dinding, maupun celah di bawah pintu belakang. Berdasarkan informasi dari Humane World for Animals, pemeriksaan berkala pada struktur luar rumah sangat penting dilakukan untuk mengidentifikasi lubang ventilasi, pipa, dan saluran pembuangan air yang terbuka. Gunakan kawat jaring baja (hardware cloth) atau busa pembusa (expandable foam) untuk menutup lubang-lubang kecil tersebut.

3. Memangkas Dahan Pohon dan Semak-Semak

Rimbunnya tanaman dan dahan pohon yang menempel pada dinding atau atap rumah menyediakan jembatan alami bagi hewan seperti tikus. Oleh karena itu, penting untuk untuk memangkas dahan pohon, sehingga antara pohon dan bangunan rumah memiliki jarak sekitar 1,8 meter. Hal ini tidak hanya membatasi akses hewan, tetapi juga mencegah kerusakan fisik pada atap rumah akibat gesekan dahan.

Selain pohon tinggi, semak-semak yang terlalu lebat di dekat dinding belakang rumah juga dapat berfungsi sebagai tempat bersembunyi yang aman bagi ular dan serangga. Menjaga jarak antara tanaman dengan dinding rumah akan membuat area ini menjadi kurang ideal untuk menjadi sarang hewan.

4. Menyingkirkan Tumpukan Barang Bekas

Tumpukan barang tidak terpakai, piringan kayu, maupun tumpukan batu di halaman belakang merupakan lokasi ideal bagi hewan kecil untuk berlindung dari cuaca dan predator. Menyingkirkan tumpukan yang berpotensi menjadi sarang adalah bagian penting dari menjaga kebersihan pekarangan.

Jika Anda menyimpan kayu bakar atau peralatan berkebun di area belakang rumah, pastikan untuk menatanya dengan rapi di atas rak yang memiliki jarak dari permukaan tanah. Jarak yang disarankan setidaknya sekitar 15–30 cm, dan usahakan agar jauh dinding utama rumah, sehingga bisa menyulitkan tikus atau ular untuk menjadikan tumpukan tersebut sebagai sarang permanen.

5. Memanfaatkan Aroma Alami Penolak Hama

Selain memastikan kebersihan area belakang rumah, Anda juga dapat memanfaatkan melakukan langkah pencegahan dengan menggunakan aroma yang dapat mengusir hewan liar. Dilansir dari Montana Decoy, banyak jenis hewan pengerat dan serangga sangat membenci aroma tajam dari tanaman herbal seperti mint, lavender, oregano, dan bawang putih. Menanam tanaman-tanaman ini di sekeliling area belakang rumah dapat berfungsi sebagai benteng pertahanan alami.

Selain tanaman segar, menyemprotkan larutan minyak esensial atau menaburkan ampas kopi di area-area tertentu juga efektif mengusir hama seperti siput dan pengerat. Penggunaan bahan alami ini jauh lebih aman bagi lingkungan, tanaman, maupun hewan peliharaan dibandingkan penggunaan racun yang dapat membahayakan rantai makanan.

6. Mengelola Sistem Drainase dan Menghindari Genangan Air

Air yang menggenang di area belakang rumah, baik dari luapan saluran pembuangan, pot bunga kosong, maupun barang bekas, merupakan tempat berkembang biak utama bagi nyamuk dan menarik hewan liar yang mencari sumber minum. Memastikan saluran air dan talang hujan mengalir dengan lancar tanpa tersumbat daun kering sangat krusial dilakukan secara berkala.

Pastikan halaman belakang memiliki sistem resapan air yang baik agar tidak menimbulkan becek atau genangan lumpur setelah hujan. Lingkungan belakang rumah yang kering dan tertata rapi akan membuat serangga serta hewan reptil enggan menetap di area tersebut.

7. Lakukan Aktivitas di Area Belakang Rumah dan Rutin Membersihkannya

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, area belakang rumah menjadi bagian hunian yang rentan terabaikan. Oleh karena itu, penting untuk lebih sering memanfaatkannya untuk berbagai macam aktivitas. Anda bisa memanfaatkan area belakang rumah sebagai tempat untuk bersantai, oleh raga, atau hobi berkebun. Dengan begitu, area belakang rumah juga akan mendapatkan perhatian yang sama seperti bagian lain dari rumah. Seiring dengan frekuensi aktivitas di area belakang rumah yang meningkat, kegiatan bersih-bersih di area ini biasanya juga akan menjadi lebih sering dilakukan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menjaga Area Belakang Rumah

Q: Mengapa tidak disarankan menggunakan racun tikus (rodentisida) di halaman belakang?

A: Penggunaan racun tikus sangat tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kematian yang lambat dan menyakitkan bagi hewan, serta berisiko beracun bagi hewan peliharaan (kucing/anjing) atau predator alami seperti burung hantu dan musang yang memangsa tikus beracun tersebut.

Q: Kapan waktu terbaik untuk melakukan penutupan lubang dan perbaikan celah di rumah?

A: Waktu terbaik untuk menutup celah dan perbaikan struktur adalah pada akhir musim kemarau atau akhir gugur. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada anakan hewan yang terjebak di dalam sarang ketika pintu masuk dilapisi atau ditutup rapat.

Q: Apakah ampas kopi dan tanaman mint efektif mengusir hama?

A: Ya, tekstur kasar dan aroma kuat dari ampas kopi serta minyak esensial pada tanaman mint dapat mengganggu indra penciuman dan navigasi hama seperti tikus, siput, dan serangga sehingga mereka cenderung menghindari area tersebut.

Q: Bagaimana cara memastikan tidak ada hewan yang terjebak sebelum menutup lubang ventilasi?

A: Anda dapat menyumbat lubang secara longgar dengan gulungan kertas koran atau tisu dapur selama 2–3 hari. Jika kertas tidak bergeser atau terdorong keluar, menandakan tidak ada aktivitas hewan dan lubang aman untuk ditutup secara permanen.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6