7 Cara Mengatasi Beras Berbau Apek karena Terlalu Lama Disimpan, Masih Layak Konsumsi?

Cara mengatasi beras berbau apek karena lama disimpan, serta tanda beras yang masih layak dan harus dibuang.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 10:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengatasi beras berbau apek perlu dilakukan dengan melihat kondisinya sebelum dimasak. Beras yang terlalu lama disimpan bisa mengalami perubahan aroma, terutama jika wadah penyimpanan lembap. Kondisi ini membuat sebagian orang ragu menggunakan beras yang masih tersisa di rumah.

Beras yang hanya mengalami perubahan aroma karena penyimpanan belum tentu harus langsung dibuang. Namun, bau perlu diperiksa bersama kondisi butiran, keberadaan serangga, perubahan warna, serta tanda pertumbuhan jamur. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah beras masih bisa digunakan atau sebaiknya tidak dikonsumsi.

Lantas, apakah beras berbau apek masih layak dikonsumsi dan bagaimana cara mengurangi aromanya sebelum dimasak? Berikut 7 langkah bisa dilakukan di rumah, untuk menghilangkan bau pada beras, Sabtu (3/10).

1. Apakah Beras Berbau Apek Masih Layak Konsumsi?

Sebelum melangkah ke cara mengatasi beras berbau apek karena disimpan lama, perlu diketahui terlebih dahulu ciri beras yang masih layak atau tidak untuk dikonsumsi.

Panduan keamanan pangan Amerika (FDA) berjudul "Are You Storing Food Safely?" menyebut makanan yang berbau mencurigakan sebaiknya dibuang, sedangkan jamur menjadi salah satu tanda kerusakan makanan. USDA juga mencatat bahwa pada beras, bau apek dan asam dapat berkaitan dengan pertumbuhan jamur atau proses fermentasi akibat cara penyimpanan yang keliru.

Karena itu, mencuci atau memasak tidak bisa dijadikan cara untuk menyelamatkan beras yang sudah menunjukkan tanda kerusakan. Jika muncul jamur, perubahan warna, butiran menjadi lembap, atau terdapat bau yang semakin kuat, beras sebaiknya tidak digunakan. Jika kondisi beras membuat ragu, pilihan yang lebih aman adalah membuangnya.

2. Pilah Beras Sebelum Dicuci

Namun, jika kondisinya masih layak seperti tidak ada perubahan warna maupun tekstur dan aromanya juga masih tidak begitu terasa, beras masih bisa diselamatkan.

Langkah pertamanya adalah dengan memeriksa seluruh bagian beras. Tuangkan beras ke wadah yang bersih, lalu lihat apakah ada butiran berubah warna, menggumpal, terkena kotoran, atau terdapat serangga. Pisahkan bagian yang terlihat berbeda dari butiran lain. Periksa pula bagian bawah wadah karena kelembapan dapat terkumpul di sana tanpa langsung terlihat dari permukaan.

Jika pemeriksaan menunjukkan adanya jamur atau kerusakan pada sebagian besar beras, jangan hanya membuang bagian yang terlihat. Beras sebaiknya tidak digunakan karena kontaminasi dapat menyebar pada bagian lain.

3. Cuci Beras dengan Air Mengalir

Jika beras tidak menunjukkan tanda jamur atau kerusakan, beras bisa dicuci sebelum dimasak. Masukkan beras ke wadah, tambahkan air bersih, lalu aduk perlahan agar debu dan kotoran yang menempel dapat terlepas.

Buang air cucian dan ulangi sampai air terlihat lebih bersih. Tidak perlu menggosok beras terlalu kuat karena butiran dapat pecah dan hasil masakan berubah.

Pencucian dapat membantu mengurangi aroma yang berasal dari permukaan butiran. Namun, langkah ini tidak menjadikan beras yang sudah rusak kembali aman. Jika bau tetap muncul atau semakin kuat setelah dicuci, jangan lanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Angin-Anginkan Beras yang Masih Kering

Beras yang masih kering dan tidak menunjukkan tanda kerusakan dapat dikeluarkan dari wadah penyimpanan. Letakkan dalam wadah bersih dan kering, kemudian biarkan terkena aliran udara untuk beberapa waktu.

Cara ini dapat membantu mengurangi aroma yang tertahan selama beras berada di dalam wadah. Hindari meletakkan beras di tempat yang terkena debu, asap, cipratan air, atau bahan lain.

Setelah diangin-anginkan, periksa kembali aromanya. Jika bau berkurang dan kondisi beras tetap normal, beras dapat dicuci sebelum dimasak. Jika bau tetap menyengat, sebaiknya jangan digunakan.

5. Rendam Beras Sebelum Dimasak

Beras yang sudah diperiksa dan dicuci dapat direndam menggunakan air bersih sebelum dimasak. Perendaman membantu air masuk ke butiran sehingga proses memasak berlangsung lebih merata.

Gunakan wadah yang bersih dan air yang sesuai dengan kebutuhan memasak. Setelah direndam, buang air rendaman dan cuci kembali beras sebelum masuk ke alat masak.

Cara ini lebih ditujukan untuk mengurangi aroma yang tersisa pada beras, bukan untuk memperbaiki beras yang sudah mengalami kerusakan. Jika setelah direndam bau masih muncul, jangan mencoba menutupinya dengan bahan lain.

6. Masak Beras dengan Air Bersih

Setelah proses pencucian selesai, gunakan air bersih untuk memasak beras. Perhatikan pula kebersihan panci, penanak nasi, sendok, dan wadah yang digunakan.

Jangan menggunakan air rendaman yang sudah berubah warna atau memiliki aroma. Air yang digunakan untuk memasak sebaiknya baru dan sesuai kebutuhan agar nasi tidak terlalu basah.

Saat nasi mulai matang, periksa kembali aromanya. Jika muncul bau yang berbeda dari beras sebelum dimasak dan membuat ragu untuk memakannya, hentikan penggunaannya dan jangan menyajikan nasi tersebut.

7. Gunakan Bahan Aromatik Saat Memasak

Jika beras sudah diperiksa, dicuci, dan tidak menunjukkan tanda kerusakan, bahan yang biasa digunakan untuk memasak nasi dapat membantu mengubah aroma makanan. Misalnya, beberapa orang menggunakan daun pandan atau rempah yang biasa dipakai saat memasak nasi.

Bahan tersebut hanya berfungsi memberikan aroma pada nasi. Penggunaannya tidak dapat menghilangkan risiko jika beras sudah berjamur atau mengalami kerusakan.

Karena itu, jangan menggunakan bahan beraroma untuk menutupi bau yang membuat beras dicurigai. Pastikan kondisi beras sudah diperiksa sebelum bahan lain dimasukkan ke dalam proses memasak.

8. Simpan Beras dengan Baik untuk Mencegah Bau Apek

Setelah beras baru dibeli, pindahkan ke wadah yang bersih, kering, dan memiliki penutup. Wadah perlu ditempatkan jauh dari air, uap masakan, bahan pembersih, serta sumber panas.

USDA menjelaskan bahwa beras dan bahan pangan kering dapat mengalami pertumbuhan jamur jika terkena kelembapan. Penyimpanan dalam wadah tertutup juga membantu mengurangi masuknya serangga dan menjaga kondisi bahan pangan.

Sebaiknya gunakan beras sesuai kebutuhan dan jangan mencampurkan beras baru dengan sisa beras lama. Cara tersebut memudahkan pemeriksaan kondisi beras dan membantu mencegah beras yang sudah lama tersimpan terus berada di dalam wadah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatasi Beras Berbau Apek

Apakah beras yang berbau apek masih bisa dimasak?

Beras perlu diperiksa terlebih dahulu. Jika terdapat jamur, perubahan warna, kelembapan, atau bau yang mencurigakan, sebaiknya tidak dimasak.

Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada beras?

Beras yang kondisinya masih layak dapat dicuci dan diangin-anginkan. Namun, cara tersebut tidak bisa digunakan untuk menyelamatkan beras yang sudah berjamur atau rusak.

Kenapa beras bisa berbau apek?

Beras dapat mengalami perubahan aroma ketika penyimpanan berlangsung terlalu lama, terutama jika terkena kelembapan atau menyerap aroma dari lingkungan penyimpanan.

Apakah mencuci beras bisa menghilangkan bau apek?

Mencuci dapat membantu mengurangi aroma yang berada pada permukaan beras. Jika bau tetap muncul setelah dicuci, beras sebaiknya tidak digunakan.

Berapa lama beras bisa disimpan?

Lama penyimpanan bergantung pada jenis beras, kondisi kemasan, dan tempat penyimpanan. Beras perlu disimpan dalam keadaan kering dan wadah yang terlindung dari kelembapan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6