Liputan6.com, Jakarta - Menciptakan lanskap taman yang memukau kini bisa dilakukan dengan biaya minim melalui cara membuat cetakan batu pijakan taman dari galon bekas yang inovatif dan ramah lingkungan.Â
Sebuah studi oleh Green, A., & Santoso, B. (2025) dalam artikel berjudul "Upcycling Plastic Waste for Small-Scale Garden Hardscaping: Carbon Footprint and Durability Analysis" yang diterbitkan oleh Journal of Sustainability Studies menyoroti bahwa penggunaan kembali limbah plastik seperti galon dalam aplikasi konstruksi skala kecil tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga menawarkan durabilitas yang mengejutkan untuk dekorasi luar ruang.
Pemanfaatan galon bekas sebagai cetakan menawarkan fleksibilitas bentuk yang unik, memungkinkan siapa saja untuk menghasilkan stepping stone atau batu pijakan yang presisi tanpa perlu membeli cetakan pabrikan yang mahal.
Advertisement
Proses pembuatannya sangat sederhana dan tidak memerlukan keahlian tukang profesional, sehingga sangat cocok diterapkan oleh pemula yang ingin mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif di akhir pekan. Berikut Liputan6.com merangkum cara membuat cetakan batu pijakan taman dari galon bekas dari berbagai sumber, Jumat (31/7/2026).
Persiapan Alat dan Bahan yang Lengkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312335/original/014979100_1785488006-Gemini_Generated_Image_8x8sn58x8sn58x8s.jpg)
Sebelum memulai proses pembuatan, langkah pertama yang krusial adalah mengumpulkan semua peralatan dan material yang dibutuhkan. Kesiapan alat akan menentukan kelancaran proses kerja dan kerapian hasil akhir batu pijakan Anda. Penggunaan galon bekas—baik yang berbahan PET (bening) maupun PC (polikarbonat yang lebih keras), sangat direkomendasikan karena strukturnya yang kuat mampu menahan beban adonan beton basah tanpa melengkung.
Bahan Utama:
- Galon Bekas: Siapkan 2-3 buah galon air mineral ukuran 19 liter atau galon sekali pakai yang sudah tidak terpakai. Jumlah galon menyesuaikan dengan berapa banyak variasi ukuran batu yang ingin dibuat dalam satu waktu.
- Semen Portland: Pilih semen berkualitas baik (Tipe 1 atau PCC) yang umum digunakan untuk bangunan agar hasil batu pijakan keras dan tidak mudah retak.
- Pasir Beton: Gunakan pasir yang kasar dan bersih dari lumpur. Pasir sungai atau pasir muntilan sangat cocok karena memiliki butiran tajam yang saling mengikat kuat dengan semen.
- Kerikil atau Koral: Butiran batu pecah kecil (ukuran 1-2 cm) diperlukan sebagai agregat kasar untuk menambah kekuatan struktur batu pijakan agar tidak mudah patah saat diinjak.
- Minyak Goreng Bekas atau Oli: Berfungsi sebagai pelumas (lubrikan) dinding cetakan agar beton yang sudah kering mudah dilepaskan.
- Air Bersih: Untuk campuran adonan beton.
Peralatan Kerja:
- Gergaji Besi atau Pisau Cutter Besar: Alat pemotong utama untuk membelah galon yang tebal.
- Cetok (Sendok Semen): Untuk mengaduk dan meratakan adonan.
- Ember Adukan: Wadah untuk mencampur semen dan pasir.
- Kuas: Untuk mengoleskan minyak pada cetakan.
- Sarung Tangan Karet dan Masker: Perlengkapan keselamatan kerja (K3) untuk melindungi kulit dari iritasi semen dan paru-paru dari debu silika.
- Palu Karet: Berguna untuk mengetuk sisi cetakan guna mengeluarkan gelembung udara.
Advertisement
Tahap Pembuatan Cetakan dari Galon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312336/original/034709100_1785488006-Gemini_Generated_Image_v9173dv9173dv917.jpg)
Inti dari cara membuat cetakan batu pijakan taman dari galon bekas terletak pada teknik pemotongan galon itu sendiri. Ada dua metode pemotongan yang bisa menghasilkan dua gaya batu pijakan yang berbeda, yakni gaya cobblestone (batuan alam tak beraturan) dan gaya geometris (bulat atau heksagonal).
Metode 1: Gaya Geometris (Menggunakan Dasar Galon)
Potong bagian bawah galon setinggi 5 hingga 7 cm dari dasar. Bagian dasar galon ini biasanya memiliki kontur yang unik, ada yang berbentuk bunga atau heksagonal, tergantung merek air mineralnya. Potongan ini akan menjadi cetakan wadah (container mold).
Kelebihannya, Anda bisa mengerjakan pencetakan di meja kerja atau area teduh, lalu memindahkannya ke taman setelah kering. Hasil akhirnya adalah batu pijakan berbentuk bulat atau segi enam yang seragam dan rapi.
Metode 2: Gaya Cobblestone (Menggunakan Badan Galon)
Potong bagian atas (leher) dan bagian bawah galon, sehingga tersisa bagian tabung tengahnya saja. Iris tabung plastik ini menjadi cincin-cincin selebar 5-7 cm. Karena sifat plastik galon yang fleksibel namun kaku, cincin ini bisa ditekan atau ditekuk sedikit saat diletakkan di tanah untuk membentuk pola oval atau abstrak menyerupai batu kali besar.
Teknik ini sering disebut ring mold, di mana cetakan diletakkan langsung di lokasi taman, diisi semen, lalu cetakan diangkat sesaat sebelum beton mengeras sempurna.
Meracik Adonan Beton yang Kokoh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312337/original/051617700_1785488006-Gemini_Generated_Image_s5uljfs5uljfs5ul.jpg)
Kekuatan batu pijakan sangat bergantung pada komposisi adonan. Rasio standar yang direkomendasikan para ahli konstruksi untuk batu pijakan taman adalah 1:2:3 (1 bagian semen : 2 bagian pasir : 3 bagian kerikil/koral).
Jika Anda menginginkan permukaan yang lebih halus untuk dicetak motif daun atau tapak kaki, Anda bisa menggunakan rasio 1:3 (1 bagian semen : 3 bagian pasir) tanpa kerikil untuk lapisan paling atas setebal 1 cm, sementara bagian bawahnya tetap menggunakan campuran kerikil untuk kekuatan.
Campurkan bahan kering terlebih dahulu hingga merata warnanya. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Konsistensi yang tepat adalah seperti selai kacang kental atau adonan kue lumpur tidak terlalu encer agar tidak mudah retak (karena penyusutan air), namun cukup basah untuk mengisi seluruh celah cetakan.
Studi teknis menunjukkan bahwa kelebihan air dalam campuran beton dapat menurunkan kekuatan tekan hingga 40%, jadi pastikan takaran airnya pas.
Advertisement
Proses Pencetakan Batu Pijakan Taman dari Galon Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312338/original/071099000_1785488006-Gemini_Generated_Image_hdnxbchdnxbchdnx.jpg)
Setelah cetakan dan adonan siap, ikuti tahapan berikut untuk memastikan hasil cetakan yang presisi:
- Persiapan Landasan: Jika menggunakan metode container mold (dasar galon), letakkan cetakan di tempat yang datar dan dialasi plastik atau kertas koran. Jika menggunakan metode ring mold (cincin galon), letakkan cetakan langsung di atas tanah taman yang sudah diratakan atau di atas hamparan pasir urug.
- Pelumasan: Olesi seluruh permukaan bagian dalam potongan galon dengan minyak goreng bekas atau oli secara merata. Langkah ini sangat vital. Tanpa pelumas, beton akan menempel kuat pada plastik dan merusak hasil cetakan saat proses pelepasan.
- Penuangan: Tuang adonan beton ke dalam cetakan hingga setengah penuh. Masukkan potongan kawat ayam atau besi bekas sebagai tulangan (wire mesh) sederhana untuk menambah kekuatan tarik batu, terutama jika batu pijakan akan sering dilewati beban berat.
- Pemadatan: Tuang kembali adonan hingga penuh dan rata dengan bibir cetakan. Ketuk-ketuk sisi luar galon dengan palu karet atau goyangkan cetakan perlahan. Tujuannya adalah mengeluarkan gelembung udara yang terperangkap di dalam adonan (air pockets). Gelembung udara yang tertinggal akan menjadi lubang-lubang kecil (pori) yang bisa menjadi titik awal keretakan batu.
- Perataan: Gunakan bilah kayu lurus atau cetok untuk meratakan permukaan atas beton (screeding). Pastikan permukaannya datar dan halus.
Memberikan Sentuhan Dekoratif dan Tekstur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312339/original/093318200_1785488006-Gemini_Generated_Image_fgcmw4fgcmw4fgcm.jpg)
Agar batu pijakan tidak terlihat membosankan seperti trotoar jalan raya, berikan sentuhan seni saat beton masih basah namun mulai sedikit mengental (sekitar 30-60 menit setelah penuangan). Anda bisa menempelkan potongan keramik bekas, kelereng, atau batu koral sikat warna-warni untuk membentuk pola mosaik.
Salah satu tren populer adalah leaf impression (jiplakan daun). Ambil daun berurat tegas (seperti daun talas, daun jati, atau daun pakis), letakkan di atas permukaan beton basah, lalu tekan perlahan menggunakan sendok agar urat daun tercetak jelas. Biarkan daun menempel hingga beton mengering. Teknik ini memberikan kesan fosil alami yang sangat estetis dan menyatu dengan nuansa taman tropis.
Proses Pengeringan (Curing) yang Benar
Kesabaran adalah kunci dalam proses pembuatan beton. Jangan terburu-buru melepas cetakan. Biarkan beton mengeras dalam cetakan selama minimal 24 hingga 48 jam di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung atau hujan deras. Sinar matahari yang terlalu terik akan membuat air dalam beton menguap terlalu cepat, menyebabkan retak rambut pada permukaan.
Setelah beton terasa keras saat disentuh (biasanya setelah 1 hari), lepaskan cetakan galon perlahan. Jika menggunakan pelumas yang cukup, cetakan akan lepas dengan mudah. Setelah dilepas, batu pijakan belum boleh langsung diinjak. Lakukan proses curing lanjutan dengan merendam batu di dalam bak air atau membungkusnya dengan plastik lembap selama 1 minggu. Proses ini memastikan hidrasi semen berjalan sempurna sehingga batu mencapai kekerasan maksimalnya dan awet puluhan tahun.
Advertisement
Tips Pemasangan dan Perawatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312340/original/013381400_1785488007-Gemini_Generated_Image_mxiwx6mxiwx6mxiw.jpg)
Setelah batu pijakan matang sempurna (sekitar 28 hari untuk kekuatan penuh, namun 1 minggu sudah cukup untuk dipasang), atur tata letaknya di taman. Jarak antar batu yang ideal untuk langkah kaki orang dewasa adalah sekitar 60-65 cm dari pusat ke pusat batu.
Gali tanah sedalam tebal batu ditambah 2-3 cm untuk lapisan pasir landasan. Berikan lapisan pasir di dasar lubang agar batu pijakan stabil dan tidak goyah, serta memudahkan drainase air hujan. Letakkan batu, lalu padatkan tanah di sekelilingnya.
Dengan perawatan minim hanya perlu disikat sesekali agar tidak berlumut licin batu pijakan dari cetakan galon bekas ini akan menjadi elemen taman yang cantik, murah, dan tahan lama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pembuatan Batu Pijakan Taman
Apakah jenis plastik galon bekas aman digunakan dan tidak akan meleleh terkena panas reaksi kimia semen?
Plastik galon umumnya terbuat dari bahan polikarbonat (PC) atau PET yang memiliki titik leleh tinggi, jauh di atas suhu panas hidrasi yang dihasilkan oleh reaksi kimia semen saat mengeras (sekitar 50-70°C). Oleh karena itu, cetakan galon sangat aman, tidak akan meleleh, dan justru cukup kaku untuk menahan bentuk adonan beton hingga kering tanpa deformasi.
Berapa estimasi biaya yang bisa dihemat dengan membuat batu pijakan sendiri dibandingkan membelinya di toko bangunan?
Membuat batu pijakan sendiri (DIY) dapat menghemat biaya hingga 60-70% dibandingkan membeli produk jadi. Biaya utama hanyalah pembelian sak semen dan pasir, karena cetakan didapat gratis dari limbah galon. Sebagai perbandingan, satu sak semen 40kg seharga Rp50.000-Rp60.000 bisa menghasilkan 10-15 buah batu pijakan berukuran diameter 30cm, sementara harga satu buah batu pijakan alam di pasaran bisa mencapai Rp25.000-Rp50.000 per buah.
Bagaimana cara mengatasi permukaan batu pijakan yang terlalu licin saat basah agar aman untuk anak-anak dan lansia?
Tekstur anti-selip dapat dibuat saat beton masih setengah basah dengan cara menyikat permukaan beton menggunakan sapu lidi atau sikat kawat secara perlahan untuk menciptakan alur-alur kasar. Alternatif lain adalah dengan menaburkan sedikit pasir kasar atau garam laut di atas permukaan beton basah, lalu menekannya sedikit; setelah beton kering dan dicuci, tekstur pasir akan memberikan gaya gesek (grip) yang baik sehingga aman dipijak meski dalam kondisi hujan.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311975/original/026307100_1785471706-Screenshot_2026-07-31_103854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312334/original/094771000_1785488005-Gemini_Generated_Image_372x4d372x4d372x.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311057/original/037066200_1785387065-Uksab39kFUhqWoob6j632xgkCx0LjEYZgKaVI01q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312286/original/098881800_1785485811-97be8a80-0c1f-40de-9364-395f6afc75b0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312341/original/065429200_1785488011-Untitled1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385920/original/071803600_1760948482-ddqqd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312177/original/027336500_1785482529-Gemini_Generated_Image_rw2iqyrw2iqyrw2i.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312085/original/042581000_1785479477-kelly-sikkema-3-Tc_5LROrM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312103/original/008370700_1785480605-pexels-cottonbro-6865178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311059/original/080282900_1785387074-c53BqhErmxOxZpDo4tO3YRRXVgvqGY8XH9LO0NBB.jpg)