Liputan6.com, Jakarta - Cara menghilangkan bau minyaku menjadi informasi yang banyak dicari karena lap dapur merupakan salah satu perlengkapan rumah tangga yang paling sering bersentuhan dengan minyak goreng, sisa makanan, bumbu masakan, hingga cipratan kuah setiap hari. Jika lap hanya dicuci menggunakan deterjen biasa tanpa perlakuan khusus, minyak akan tetap tertinggal di dalam serat kain sehingga lama-kelamaan memunculkan aroma tengik yang mengganggu dan membuat lap terasa kurang higienis saat digunakan kembali untuk membersihkan meja maupun peralatan dapur.
Selain membuat dapur terasa kurang nyaman, bau tengik pada lap juga dapat menjadi tanda bahwa sisa lemak masih menempel dan berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur apabila lap sering dibiarkan dalam keadaan lembap. Oleh karena itu, memahami cara menghilangkan bau minyaku tanpa menggunakan pemutih menjadi solusi yang lebih aman karena dapat menjaga warna, kelembutan, sekaligus memperpanjang usia pakai lap dapur dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah.
1. Rendam Lap dengan Air Panas dan Sabun Cuci Piring
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5062610/original/019418200_1734933415-WhatsApp_Image_2024-12-18_at_12.57.15.jpeg)
Air panas menjadi salah satu cara paling efektif untuk membantu melonggarkan minyak yang sudah menempel cukup lama pada serat kain, sedangkan sabun cuci piring memiliki formulasi khusus yang memang dirancang untuk melarutkan lemak sehingga keduanya menjadi kombinasi sederhana tetapi sangat ampuh mengurangi bau tengik tanpa harus menggunakan pemutih.
Untuk melakukannya, siapkan baskom berisi air panas yang suhunya masih aman untuk tangan, kemudian tambahkan beberapa tetes sabun cuci piring sebelum lap dimasukkan ke dalam larutan tersebut selama kurang lebih 20 hingga 30 menit. Selama proses perendaman, minyak akan mulai terurai sehingga lebih mudah dibersihkan ketika lap dikucek menggunakan tangan.
Setelah selesai direndam, gosok perlahan bagian lap yang paling sering terkena minyak, kemudian bilas menggunakan air mengalir hingga tidak ada lagi busa yang tertinggal. Cara menghilangkan bau minyaku dengan metode ini dapat dilakukan secara rutin setiap beberapa hari sekali agar minyak tidak sempat mengendap terlalu lama di dalam serat kain.
Advertisement
2. Manfaatkan Cuka Putih sebagai Penetral Bau
Cuka putih dikenal sebagai bahan alami yang mampu membantu menetralisir bau tidak sedap tanpa merusak tekstur kain, sehingga sering dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti pemutih untuk membersihkan berbagai perlengkapan rumah tangga yang terkena noda maupun bau membandel akibat minyak.
Campurkan satu bagian cuka putih dengan tiga bagian air hangat, lalu rendam lap dapur selama sekitar tiga puluh menit agar kandungan asam alami di dalam cuka bekerja melonggarkan sisa minyak sekaligus membantu mengurangi aroma tengik yang sudah meresap ke dalam kain. Setelah proses perendaman selesai, cuci kembali menggunakan deterjen secukupnya agar aroma cuka ikut hilang.
Apabila dilakukan secara berkala, metode ini dapat menjaga lap tetap segar sekaligus mengurangi kemungkinan munculnya bau tidak sedap meskipun lap sering digunakan setiap hari. Banyak orang memilih cara menghilangkan bau minyaku menggunakan cuka karena bahannya murah, mudah ditemukan, dan relatif aman digunakan pada berbagai jenis kain.
3. Gunakan Baking Soda untuk Menyerap Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475615/original/015213000_1768633017-lap_dapur_dicuci.jpg)
Baking soda merupakan bahan rumah tangga serbaguna yang memiliki kemampuan menyerap bau sekaligus membantu mengangkat sisa lemak yang masih tertinggal pada serat kain, sehingga penggunaannya sangat cocok untuk mengatasi lap dapur yang mulai mengeluarkan aroma tengik meskipun sudah dicuci beberapa kali.
Larutkan dua hingga tiga sendok makan baking soda ke dalam air hangat, kemudian rendam lap selama kurang lebih satu jam sambil sesekali diremas perlahan agar larutan dapat masuk ke seluruh bagian kain. Setelah proses perendaman selesai, kucek menggunakan deterjen ringan hingga semua kotoran dan sisa minyak benar-benar terangkat.
Selain membantu menghilangkan bau, baking soda juga membuat lap terasa lebih segar tanpa meninggalkan aroma yang terlalu kuat sehingga nyaman digunakan kembali untuk membersihkan berbagai permukaan dapur. Tidak heran apabila cara menghilangkan bau minyaku dengan baking soda menjadi salah satu metode alami yang paling banyak direkomendasikan karena praktis dan ekonomis.
Advertisement
4. Tambahkan Perasan Lemon agar Lap Lebih Segar
Perasan lemon mengandung asam sitrat yang mampu membantu mengurangi sisa minyak pada serat kain sekaligus memberikan aroma segar secara alami, sehingga bahan dapur yang satu ini sering dimanfaatkan sebagai alternatif pembersih tanpa pemutih yang aman digunakan untuk mencuci lap dapur yang mulai mengeluarkan bau tengik. Selain itu, aroma citrus dari lemon juga mampu membantu menyamarkan bau tidak sedap sehingga lap terasa lebih bersih setelah dicuci.
Cara penggunaannya cukup mudah karena Anda hanya perlu memeras satu hingga dua buah lemon ke dalam baskom berisi air hangat, kemudian rendam lap dapur selama sekitar dua puluh hingga tiga puluh menit sebelum dicuci menggunakan deterjen seperti biasa. Selama proses perendaman, kandungan asam alami pada lemon akan membantu melonggarkan minyak yang masih menempel sehingga proses pencucian menjadi lebih efektif tanpa harus menggunakan bahan kimia yang keras.
Apabila dilakukan secara rutin, metode ini tidak hanya membantu mengurangi bau tengik, tetapi juga membuat lap memiliki aroma yang lebih segar setiap kali selesai dicuci. Cara menghilangkan bau minyaku menggunakan lemon juga cocok diterapkan pada lap berbahan katun karena tidak membuat warna kain cepat pudar sekaligus membantu menjaga kelembutan seratnya agar tetap nyaman digunakan setiap hari.
5. Cuci Lap Sesegera Mungkin Setelah Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475614/original/074482500_1768633016-lap_dapur_kotor.jpg)
Salah satu penyebab utama munculnya bau tengik adalah kebiasaan membiarkan lap dapur yang sudah penuh minyak tetap tergantung selama berjam-jam bahkan berhari-hari sebelum dicuci. Minyak yang terus menempel pada kain akan mengalami proses oksidasi sehingga menghasilkan aroma tengik yang semakin kuat dan semakin sulit dihilangkan apabila dibiarkan terlalu lama.
Karena itu, biasakan mencuci lap segera setelah digunakan untuk membersihkan cipratan minyak dalam jumlah banyak atau setelah dipakai mengelap kompor dan peralatan memasak yang berminyak. Langkah sederhana ini dapat mencegah minyak meresap terlalu dalam ke serat kain sehingga proses pencucian menjadi jauh lebih mudah dibandingkan ketika noda sudah mengering selama beberapa hari.
Kebiasaan mencuci lap secara rutin juga membantu menjaga kebersihan dapur secara keseluruhan karena lap yang bersih tidak mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur akibat kondisi yang lembap. Cara menghilangkan bau minyaku akan memberikan hasil yang lebih maksimal apabila dibarengi dengan disiplin mencuci lap secara teratur sehingga minyak tidak sempat menumpuk dari waktu ke waktu.
Advertisement
6. Jemur Lap hingga Benar-Benar Kering di Bawah Sinar Matahari
Menjemur lap di bawah sinar matahari merupakan langkah sederhana yang sering dianggap sepele, padahal sinar matahari membantu mengurangi kelembapan sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat memperparah bau tidak sedap pada lap dapur. Lap yang masih lembap cenderung lebih mudah mengeluarkan aroma apek dan tengik meskipun sebelumnya sudah dicuci menggunakan deterjen.
Setelah selesai dicuci dan dibilas hingga bersih, bentangkan lap pada tempat yang terkena sinar matahari langsung agar seluruh bagian kain mendapatkan paparan panas secara merata. Hindari menumpuk atau melipat lap sebelum benar-benar kering karena sisa kelembapan dapat memicu munculnya bau kembali dalam waktu yang relatif singkat.
Selain membuat lap terasa lebih segar, proses penjemuran yang benar juga membantu menjaga kondisi kain agar tidak cepat rusak akibat terlalu lama berada dalam keadaan lembap. Cara menghilangkan bau minyaku akan memberikan hasil yang lebih tahan lama apabila setiap proses pencucian selalu diakhiri dengan penjemuran yang optimal hingga lap benar-benar kering sebelum disimpan atau digunakan kembali.
7. Pilih Deterjen yang Mengandung Enzim untuk Mengangkat Lemak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301895/original/004119100_1784523749-721170a1-fc29-4d8b-a168-7ed0fddcdaec.jpg)
Tidak semua deterjen memiliki kemampuan yang sama dalam mengangkat noda minyak yang sudah lama menempel pada serat kain. Deterjen yang mengandung enzim umumnya dirancang untuk membantu memecah protein, lemak, dan berbagai kotoran organik sehingga lebih efektif membersihkan lap dapur dibandingkan deterjen biasa, terutama apabila lap digunakan setiap hari untuk membersihkan kompor, meja masak, atau peralatan yang penuh minyak.
Saat mencuci, gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan pada kemasan agar proses pembersihan berlangsung optimal tanpa meninggalkan residu berlebihan pada kain. Apabila lap memiliki noda minyak yang cukup tebal, Anda dapat merendamnya terlebih dahulu selama beberapa menit menggunakan larutan deterjen sebelum menguceknya secara perlahan agar kandungan enzim memiliki waktu untuk bekerja melonggarkan lemak yang menempel.
Penggunaan deterjen berenzim secara rutin juga membantu menjaga lap tetap bersih dan tidak mudah mengeluarkan bau tengik meskipun digunakan berulang kali setiap hari. Cara menghilangkan bau minyaku dengan memilih deterjen yang tepat akan memberikan hasil yang lebih maksimal karena sumber penyebab bau, yaitu lemak yang tersisa di dalam serat kain, dapat terangkat dengan lebih efektif tanpa perlu menggunakan pemutih.
Advertisement
8. Pisahkan Lap Dapur Sesuai Fungsinya
Masih banyak orang menggunakan satu lap untuk berbagai keperluan, mulai dari mengelap meja makan, membersihkan kompor, mengeringkan piring, hingga menyeka tangan setelah memasak. Kebiasaan tersebut membuat minyak, sisa makanan, air, dan berbagai kotoran bercampur dalam satu kain sehingga lap menjadi lebih cepat kotor serta lebih mudah mengeluarkan bau tengik meskipun baru dicuci beberapa kali.
Agar kebersihan lebih terjaga, sebaiknya sediakan beberapa lap dengan fungsi yang berbeda, misalnya satu lap khusus untuk membersihkan meja dapur, satu lap untuk mengeringkan peralatan makan, satu lap untuk membersihkan kompor, dan satu lap khusus untuk mengeringkan tangan. Cara sederhana ini mampu mengurangi penumpukan minyak pada satu kain sehingga proses pencuciannya menjadi lebih mudah sekaligus menjaga kebersihan setiap area dapur.
Selain memperpanjang usia pakai lap, pemisahan fungsi juga membantu mengurangi risiko perpindahan kotoran maupun bakteri dari satu permukaan ke permukaan lainnya. Cara menghilangkan bau minyaku akan terasa lebih efektif apabila kebiasaan menggunakan lap secara bergantian mulai diterapkan karena setiap lap hanya menerima jenis kotoran yang sesuai dengan fungsinya sehingga tidak terlalu cepat menyimpan minyak berlebih.
9. Ganti Lap Dapur Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301901/original/008351000_1784523860-2621f18a-8996-429a-870f-32946867fc93.jpg)
Meskipun telah dicuci menggunakan berbagai cara alami, lap dapur tetap memiliki masa pakai yang terbatas karena serat kain akan mengalami penurunan kualitas seiring seringnya digunakan dan dicuci. Serat yang mulai rusak cenderung menyimpan minyak lebih banyak dibandingkan lap yang masih baru sehingga bau tengik akan lebih mudah muncul kembali meskipun proses pencuciannya sudah dilakukan dengan benar.
Perhatikan kondisi lap secara berkala, terutama apabila warnanya mulai kusam, terasa licin meskipun sudah dicuci, atau tetap mengeluarkan bau tidak sedap setelah direndam menggunakan bahan alami seperti cuka, baking soda, maupun lemon. Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa minyak kemungkinan sudah terserap terlalu dalam ke dalam serat kain sehingga efektivitas pembersihan menjadi jauh berkurang.
Mengganti lap dapur secara berkala bukan hanya membuat dapur terasa lebih bersih, tetapi juga membantu menjaga kebersihan peralatan masak dan permukaan meja dari risiko kontaminasi bakteri yang berasal dari lap lama. Dengan menerapkan cara menghilangkan bau minyaku secara rutin serta mengganti lap ketika kondisinya sudah tidak layak pakai, kebersihan dapur akan lebih mudah dipertahankan tanpa harus bergantung pada pemutih atau bahan kimia yang lebih keras.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Bau Minyak Tengik
1. Mengapa lap dapur tetap bau tengik setelah dicuci?
Karena masih ada sisa minyak yang menempel pada serat kain sehingga deterjen biasa belum mampu mengangkatnya secara menyeluruh.
2. Apakah cuka putih aman digunakan untuk semua jenis lap dapur?
Ya, cuka putih umumnya aman digunakan pada lap berbahan katun dan sebagian besar kain rumah tangga jika digunakan dengan takaran yang wajar.
3. Berapa kali lap dapur sebaiknya dicuci?
Idealnya lap dapur dicuci setiap hari atau setiap selesai digunakan untuk membersihkan minyak dalam jumlah banyak.
4. Apakah baking soda benar-benar bisa menghilangkan bau tengik?
Baking soda dapat membantu menyerap bau sekaligus mengurangi sisa minyak yang menjadi penyebab utama aroma tengik pada lap.
5. Kapan lap dapur sebaiknya diganti?
Lap sebaiknya diganti apabila sudah mulai kusam, seratnya rusak, terasa licin, atau tetap berbau meskipun sudah dicuci dengan benar menggunakan berbagai metode alami.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301885/original/008592500_1784523536-8237f3ea-43e0-466a-bce9-041bc4e9e0f3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5049073/original/097529700_1734063642-5515.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301873/original/038610400_1784523262-HL_kolam.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301855/original/055446000_1784522846-4bfe6fc1-5dfd-4803-ab73-609baca5c6e0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301853/original/043044200_1784522759-anak_menabung.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893618/original/006169100_1721185314-Ilustrasi_siswa__pelajar__murid_SMA__anak_sekolah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301690/original/061861300_1784512619-1424626875441302796.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298720/original/060289100_1784180447-Gemini_Generated_Image_y9vgily9vgily9vg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301672/original/008299000_1784511973-3b3ec5c5-4d6d-49e4-935c-aa3d5c9cc8c7.jpg)