Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kolam ikan di rumah subsidi tanpa menggali tanah menjadi solusi praktis bagi pemilik hunian dengan lahan terbatas. Metode ini memungkinkan Anda menghadirkan kolam yang estetik tanpa merusak halaman maupun mengeluarkan biaya renovasi besar.
Meski tidak menggunakan galian, kolam ikan tetap dapat dibuat kokoh dan menarik dengan memanfaatkan wadah atau rangka yang sesuai. Cara membuat kolam ikan di rumah subsidi tanpa menggali tanah semakin banyak dipilih sebagai alternatif yang lebih mudah diterapkan.
Dengan perencanaan yang tepat, kolam ikan dapat menjadi pelengkap taman sekaligus menciptakan suasana rumah yang lebih asri. Melalui cara membuat kolam ikan di rumah subsidi tanpa menggali tanah, Anda bisa memiliki area relaksasi yang cantik dan mudah dirawat.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara membuat kolam ikan di rumah subsidi tanpa menggali tanah, Senin (20/7/2026).
1. Kolam Terpal dengan Rangka Kayu atau Pipa PVC
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301874/original/091751200_1784523262-pipa_pvc.jpeg)
Kolam terpal dengan rangka kayu atau pipa PVC merupakan salah satu pilihan paling populer karena mudah dibuat, biaya pembuatannya relatif terjangkau, dan tidak membutuhkan penggalian tanah. Rangka berfungsi sebagai penopang agar terpal tetap kokoh saat menahan tekanan air, sedangkan terpal menjadi lapisan utama yang mencegah air merembes keluar.
Ukuran kolam dapat disesuaikan dengan luas halaman rumah subsidi, sehingga cocok diterapkan pada lahan sempit sekalipun. Selain itu, kolam jenis ini juga mudah dibongkar atau dipindahkan apabila Anda ingin mengubah tata letak halaman di kemudian hari.
Bahan:
- Terpal tebal (A3, A5, atau A12)
- Kayu balok, pipa PVC, atau baja ringan
- Pasir atau karpet bekas
- Air
Alat:
- Meteran
- Gergaji
- Bor atau obeng
- Tali, kawat, atau klem
Cara membuat:
- Tentukan lokasi yang datar dan bersihkan dari batu atau benda tajam.
- Beri alas pasir atau karpet bekas untuk melindungi terpal.
- Rakit rangka berbentuk persegi atau persegi panjang sesuai ukuran yang diinginkan.
- Pasang terpal hingga menutupi seluruh bagian dalam rangka, lalu lipat bagian atas dan kencangkan menggunakan tali, kawat, atau klem.
- Isi air secara perlahan dan diamkan selama beberapa hari sebelum memasukkan ikan. Tambahkan pompa atau filter bila diperlukan.
Advertisement
2. Kolam Terpal dengan Susunan Bata Ringan atau Batako
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301875/original/039942700_1784523263-Kolam_Terpal_dengan_Susunan_Bata_Ringan_atau_Batako.jpeg)
Apabila menginginkan kolam yang terlihat lebih kokoh tanpa membuat bangunan permanen, Anda bisa memanfaatkan bata ringan atau batako sebagai dinding penyangga. Berbeda dengan kolam beton, bata disusun tanpa semen sehingga lebih fleksibel dan mudah dibongkar jika suatu saat ingin dipindahkan.
Bagian dalam kolam tetap menggunakan terpal sebagai lapisan penahan air sehingga proses pembuatannya lebih cepat dan hemat biaya. Metode ini cocok bagi penghuni rumah subsidi yang menginginkan kolam berukuran lebih besar dengan tampilan yang rapi.
Bahan:
- Bata ringan atau batako
- Terpal tebal
- Pasir atau karpet bekas
- Air
Alat:
- Meteran
- Sarung tangan
Cara membuat:
- Ratakan area yang akan digunakan dan beri alas pasir atau karpet bekas.
- Susun bata ringan atau batako membentuk dinding kolam tanpa menggunakan semen.
- Lapisi bagian dalam menggunakan terpal hingga menutupi dasar dan dinding kolam.
- Lipat bagian atas terpal ke luar, kemudian tindih menggunakan bata atau batu agar tidak bergeser.
- Isi air dan diamkan beberapa hari sebelum digunakan.
3. Kolam dari Drum Plastik atau IBC Tank Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301876/original/093278800_1784523263-Kolam_dari_Drum_Plastik_atau_IBC_Tank_Bekas.jpeg)
Drum plastik maupun IBC tank bekas dapat disulap menjadi kolam ikan yang praktis dan ramah lingkungan karena memanfaatkan kembali material yang sudah tidak terpakai. Wadah ini memiliki struktur yang kuat dan kedap air sehingga hanya membutuhkan sedikit modifikasi sebelum digunakan.
Kolam jenis ini sangat cocok untuk memelihara ikan hias, ikan konsumsi, maupun tanaman air dalam jumlah terbatas. Ukurannya yang tidak terlalu besar juga memudahkan proses perawatan, termasuk saat mengganti air atau membersihkan kolam secara berkala.
Bahan:
- Drum plastik 200 liter atau IBC tank bekas
- Air
- Pipa drainase (opsional)
Alat:
- Gergaji atau gerinda
- Amplas
- Bor
Cara membuat:
- Bersihkan drum atau IBC tank hingga benar-benar bebas dari sisa bahan kimia.
- Potong bagian atas sesuai tinggi kolam yang diinginkan, lalu haluskan bagian tepinya.
- Letakkan wadah di permukaan yang rata dan kokoh.
- Pasang saluran pembuangan jika diperlukan.
- Isi air, diamkan beberapa hari, kemudian masukkan ikan.
Advertisement
4. Kolam dari Bak Plastik atau Ban Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301877/original/049378200_1784523264-Kolam_dari_Bak_Plastik_atau_Ban_Bekas.jpeg)
Bak plastik besar maupun ban bekas dapat menjadi solusi paling sederhana bagi Anda yang ingin memiliki kolam ikan tanpa mengeluarkan banyak biaya. Kedua material tersebut mudah ditemukan dan tidak memerlukan proses pembangunan yang rumit.
Jika menggunakan ban bekas, bagian dalam perlu dilapisi terpal agar mampu menampung air dengan baik. Sementara itu, bak plastik bisa langsung digunakan setelah dibersihkan. Meski sederhana, kolam ini tetap dapat dipercantik dengan tambahan batu hias, tanaman air, atau lampu taman agar tampil lebih menarik.
Bahan:
- Bak plastik besar atau ban bekas truk
- Terpal atau plastik tebal (untuk ban)
- Batu kecil
- Air
Alat:
- Klem atau tali
- Gunting
Cara membuat:
- Bersihkan bak atau ban bekas hingga tidak ada kotoran.
- Jika menggunakan ban, lapisi bagian dalam dengan terpal lalu kencangkan menggunakan tali atau klem.
- Letakkan wadah di permukaan yang datar.
- Tambahkan batu kecil sebagai penahan terpal sekaligus dekorasi.
- Isi air dan diamkan beberapa hari sebelum ikan dipelihara.
5. Kolam dari Palet Kayu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301878/original/099961000_1784523264-Kolam_dari_Palet_Kayu.jpeg)
Palet kayu bekas bisa diubah menjadi kolam ikan yang memiliki nilai estetika tinggi. Selain berfungsi sebagai tempat memelihara ikan, model kolam ini juga dapat menjadi elemen dekoratif yang mempercantik halaman rumah subsidi.
Rangka kayu memberikan kesan alami dan hangat, terutama jika dipadukan dengan tanaman hias di sekitarnya. Agar lebih tahan lama, kayu sebaiknya dilapisi cat atau pelindung khusus sehingga tidak mudah lapuk akibat paparan air dan cuaca.
Bahan:
- Palet kayu bekas
- Terpal tebal
- Papan kayu tambahan
- Cat pelapis kayu (opsional)
Alat:
- Gergaji
- Palu atau bor
- Paku atau sekrup
- Klem
Cara membuat:
- Bersihkan palet, kemudian susun membentuk persegi atau persegi panjang.
- Sambungkan setiap sisi menggunakan paku atau sekrup agar lebih kokoh.
- Tambahkan papan kayu sebagai penguat bila diperlukan.
- Lapisi bagian dalam menggunakan terpal dan kencangkan pada bagian atas rangka.
- Isi air secara bertahap sambil memastikan tidak ada kebocoran. Setelah itu, cat bagian luar agar lebih awet dan menarik.
Advertisement
6. Kolam dari Box Container atau Wadah Plastik Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301879/original/048693900_1784523265-Box_Container_atau_Wadah_Plastik_Besar.jpeg)
Menggunakan box container atau wadah plastik berukuran besar menjadi salah satu cara tercepat untuk membuat kolam ikan di rumah subsidi tanpa menggali tanah. Wadah ini sudah memiliki bentuk dan struktur yang kuat sehingga dapat langsung difungsikan sebagai kolam setelah dibersihkan.
Metode ini juga cocok bagi pemula karena tidak memerlukan proses perakitan yang rumit maupun penggunaan banyak alat. Agar tampil lebih menarik, Anda bisa menambahkan batu hias, tanaman air, atau air mancur mini sehingga kolam tampak lebih alami dan nyaman dipandang.
Bahan:
- Box container plastik besar atau wadah plastik berukuran besar
- Air
- Batu hias
- Tanaman air (opsional)
Alat:
- Sikat pembersih
- Bor (opsional untuk saluran pembuangan)
Cara membuat:
- Bersihkan wadah hingga benar-benar bersih.
- Letakkan di area yang rata agar posisi kolam stabil.
- Pasang saluran pembuangan jika diperlukan.
- Tambahkan batu hias atau tanaman air sebagai dekorasi.
- Isi air, diamkan selama 2–3 hari, kemudian masukkan ikan sesuai kapasitas kolam.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Kolam Ikan di Rumah Subsidi Tanpa Menggali Tanah
Apa saja metode membuat kolam ikan di rumah subsidi tanpa menggali tanah?
Ada enam metode utama: kolam terpal dengan rangka, kolam dari drum plastik bekas atau IBC tank, kolam dari bak plastik siap pakai, kolam dari ban bekas, kolam dari tumpukan bata ringan/batako, dan kolam dari palet kayu.
Apakah kolam terpal mudah dibuat di rumah subsidi?
Ya, kolam terpal adalah salah satu metode paling populer dan ekonomis. Rangkanya bisa dibuat dari kayu, baja ringan, atau PVC, dan terpal tebal digunakan sebagai lapisan kedap air.
Bisakah material daur ulang digunakan untuk membuat kolam ikan?
Sangat bisa. Drum plastik bekas (200 liter) atau IBC tank (1000 liter) cocok untuk kolam kecil hingga sedang, sementara ban bekas truk atau traktor dapat diubah menjadi kolam mini yang unik.
Bagaimana cara membuat kolam dari bata ringan tanpa semen permanen?
Bata ringan atau batako disusun membentuk dinding kolam yang stabil. Setelah itu, terpal tebal dipasang di bagian dalam dinding untuk menampung air. Metode ini mudah dibongkar pasang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301873/original/038610400_1784523262-HL_kolam.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301659/original/090015200_1784511131-zebra_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300652/original/050454700_1784363920-17535817403038757773.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295418/original/006986500_1783929204-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298814/original/003448700_1784182806-Gemini_Generated_Image_k23xkjk23xkjk23x.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298307/original/045245800_1784166728-1d7285df-afb0-4f5b-9f02-ef4205dd5ee9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297919/original/012433200_1784110916-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297500/original/075646400_1784096970-Gemini_Generated_Image_10h63x10h63x10h6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297374/original/017874100_1784088973-Ide_Taman_Mungil_di_Samping_Kolam_Ikan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295423/original/057638700_1783929204-5.jpeg)