10 Cara Mengajarkan Anak Menabung dan Mengelola Uang Sejak Dini agar Tumbuh Bijak Finansial

Literasi finansial sejak dini penting bagi anak. Artikel ini membahas manfaat, konsep dasar, dan strategi praktis mengajarkan anak menabung dan mengelola uang.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 11:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengajarkan anak menabung dan mengelola uang sebaiknya dimulai sejak usia dini, bahkan ketika anak baru mengenal konsep membeli dan memiliki barang. Kebiasaan sederhana yang dibangun sejak kecil akan menjadi bekal penting bagi mereka saat dewasa.

Anak yang memahami nilai uang tidak hanya lebih mudah menabung, tetapi juga belajar bertanggung jawab, sabar, dan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kemampuan ini termasuk bagian dari literasi finansial yang sangat bermanfaat sepanjang hidup.

Berbagai lembaga terpercaya seperti Financial Consumer Agency of Canada (Canada.ca), Focus on the Family Canada, dan American National Bank (ANB) menekankan bahwa pendidikan keuangan terbaik dimulai dari rumah melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (20/7/2026).

1. Mulailah Mengenalkan Konsep Uang Sejak Usia Dini

Menurut Canada.ca, anak perlu memahami bahwa uang berasal dari hasil bekerja. Jelaskan dengan bahasa sederhana bahwa orang tua memperoleh uang setelah bekerja, kemudian menggunakan uang tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.

Saat berbelanja, ajak anak berdiskusi mengenai harga barang, alasan memilih suatu produk, atau mengapa sebuah barang tidak dibeli. Percakapan sederhana seperti ini membantu anak memahami bahwa setiap pengeluaran membutuhkan pertimbangan.

Dengan cara tersebut, cara mengajarkan anak menabung dan mengelola uang menjadi lebih alami karena dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.

2. Ajarkan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu dasar literasi keuangan adalah memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

Menurut American National Bank dan Financial Consumer Agency of Canada, anak perlu belajar bahwa kebutuhan merupakan hal yang harus dipenuhi, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan perlengkapan sekolah. Sebaliknya, keinginan adalah sesuatu yang menyenangkan tetapi tidak selalu harus dimiliki saat itu juga.

Misalnya, ketika anak menginginkan mainan baru, orang tua dapat bertanya:

  • Apakah mainan lama masih bisa digunakan?
  • Apakah ini benar-benar dibutuhkan?
  • Apakah lebih baik menabung terlebih dahulu?

Diskusi seperti ini melatih kemampuan berpikir sebelum membeli sesuatu.

3. Gunakan Celengan atau Beberapa Wadah Uang

Canada.ca menyarankan penggunaan beberapa toples atau amplop sebagai media belajar mengelola uang.

Misalnya:

  • Celengan untuk tabungan.
  • Wadah untuk uang belanja.
  • Wadah khusus untuk tujuan tertentu, seperti membeli sepeda atau buku favorit.

Metode visual ini membuat anak dapat melihat langsung perkembangan tabungannya sehingga mereka lebih termotivasi untuk terus menyisihkan uang.

4. Tetapkan Tujuan Menabung yang Jelas

Menurut American National Bank, anak akan lebih bersemangat menabung jika memiliki tujuan yang spesifik.

Daripada hanya mengatakan, "Ayo menabung," lebih baik tetapkan target seperti:

  • membeli mainan edukatif,
  • sepatu olahraga baru,
  • perlengkapan menggambar,
  • atau biaya mengikuti kegiatan favorit.

Bantu anak menghitung berapa uang yang harus dikumpulkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Ketika target tercapai, mereka akan belajar bahwa kesabaran dan disiplin memberikan hasil.

5. Terapkan Aturan Pembagian Uang

Salah satu metode menarik berasal dari Focus on the Family Canada, yaitu aturan 10/50/50.

Konsepnya sederhana:

  • sekitar 10% dialokasikan untuk berbagi atau berdonasi,
  • 50% disimpan sebagai tabungan jangka panjang,
  • 50% sisanya boleh digunakan untuk kebutuhan atau keinginan pribadi.

Pendekatan ini mengajarkan empat nilai penting dalam pengelolaan uang, yaitu:

  • kemurahan hati (generosity),
  • kebiasaan menabung (saving),
  • kebebasan menggunakan uang secara bertanggung jawab (freedom),
  • hidup hemat (thrift).

Meski pembagian tersebut tidak harus diterapkan secara kaku, prinsip utamanya dapat menjadi inspirasi bagi keluarga untuk mengajarkan keseimbangan antara berbagi, menabung, dan menggunakan uang secara bijak.

6. Libatkan Anak dalam Menentukan Target Keluarga

Menurut American National Bank, orang tua dapat membuat target menabung bersama keluarga.

Contohnya:

  • liburan akhir tahun,
  • membeli sepeda,
  • memperbaiki taman rumah,
  • atau membeli rak buku baru.

Gunakan papan target, gambar, atau grafik sederhana agar anak dapat melihat perkembangan tabungan keluarga. Cara ini membuat mereka merasa ikut berkontribusi terhadap tujuan bersama.

7. Berikan Kesempatan Anak Menghasilkan Uang

Menghasilkan uang akan membuat anak lebih menghargai setiap rupiah yang dimiliki.

Focus on the Family Canada menyarankan agar anak memperoleh uang dari pekerjaan tambahan, bukan dari tugas rumah yang memang menjadi tanggung jawab sehari-hari.

Sementara itu, Canada.ca memberikan contoh kegiatan yang dapat dilakukan anak sesuai usia, seperti:

  • membantu tetangga,
  • menjaga hewan peliharaan,
  • menjual barang yang sudah tidak digunakan,
  • menjadi tutor sederhana,
  • atau pekerjaan paruh waktu ketika sudah remaja.

Pengalaman memperoleh uang melalui usaha sendiri membantu anak memahami bahwa uang membutuhkan waktu dan kerja keras untuk diperoleh.

8. Jadilah Contoh yang Baik

Anak belajar terutama melalui pengamatan.

Menurut American National Bank, orang tua sebaiknya memperlihatkan kebiasaan finansial yang sehat, misalnya:

  • membuat daftar belanja,
  • membandingkan harga,
  • menabung untuk kebutuhan tertentu,
  • tidak membeli barang secara impulsif.

Ketika orang tua mengatakan, "Kita menabung dulu agar bisa membeli sesuatu nanti," anak akan melihat bahwa kebiasaan tersebut benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

9. Berikan Uang Saku dengan Tujuan Edukasi

Memberikan uang saku bukan sekadar memenuhi keinginan anak, tetapi juga menjadi sarana belajar mengatur pengeluaran.

Menurut Financial Consumer Agency of Canada, jumlah uang saku tidak harus besar. Yang lebih penting adalah anak belajar:

  • mengatur pengeluaran,
  • menentukan prioritas,
  • menyisihkan sebagian untuk tabungan,
  • bertanggung jawab terhadap pilihan mereka.

Seiring bertambahnya usia, orang tua dapat meningkatkan jumlah uang saku sekaligus tanggung jawab yang menyertainya.

10. Rayakan Proses, Bukan Hanya Hasil

Tidak semua anak langsung berhasil menabung dengan konsisten.

Apabila anak tergoda menggunakan seluruh uangnya, jadikan momen tersebut sebagai bahan diskusi, bukan hukuman.

Berikan apresiasi ketika mereka berhasil menyisihkan uang meskipun jumlahnya kecil. Dengan begitu, anak memahami bahwa kebiasaan baik dibangun melalui proses yang dilakukan berulang kali.

Mengapa Anak Perlu Belajar Mengelola Uang Sejak Dini?

Menurut Focus on the Family Canada, bukan besar kecilnya uang yang diberikan kepada anak yang paling penting, melainkan pelajaran hidup yang diperoleh saat mereka belajar mengatur uangnya sendiri. Anak yang terbiasa mengelola uang dalam jumlah kecil memiliki bekal lebih baik ketika kelak mengelola keuangan yang lebih besar.

Hal serupa juga dijelaskan oleh American National Bank (ANB). Kebiasaan menabung sejak kecil membantu anak memahami nilai uang, belajar merencanakan tujuan, melatih pengendalian diri, hingga membangun rasa tanggung jawab terhadap keputusan finansial.

Sementara itu, Financial Consumer Agency of Canada menyebutkan bahwa pembelajaran mengenai uang sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai usia anak melalui aktivitas sehari-hari, sehingga konsep keuangan terasa nyata dan mudah dipahami.

Konsistensi adalah Kunci

Dalam praktiknya, cara mengajarkan anak menabung dan mengelola uang tidak cukup dilakukan sekali atau dua kali. Anak membutuhkan pendampingan yang konsisten agar kebiasaan tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Mulailah dari langkah sederhana, seperti mengajak anak menghitung uang, menyiapkan celengan, berdiskusi sebelum berbelanja, hingga menetapkan target tabungan bersama. Seiring bertambahnya usia, pemahaman mereka mengenai pengelolaan keuangan akan berkembang secara alami.

Ketika anak terbiasa menabung, memahami nilai uang, dan mampu membedakan kebutuhan dengan keinginan, mereka akan memiliki fondasi literasi finansial yang kuat untuk menghadapi kehidupan di masa depan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengajarkan Anak Menabung

1. Usia berapa anak sebaiknya mulai belajar menabung?

Anak dapat mulai dikenalkan pada konsep uang sejak usia sekitar 3 tahun melalui permainan, celengan, dan aktivitas belanja sederhana bersama orang tua.

2. Apakah anak perlu diberi uang saku setiap minggu?

Boleh, selama uang saku digunakan sebagai media belajar mengatur pengeluaran, bukan sekadar untuk memenuhi semua keinginannya.

3. Lebih baik menggunakan celengan atau rekening tabungan?

Untuk anak kecil, celengan lebih mudah dipahami karena mereka dapat melihat uang terkumpul secara langsung. Saat anak lebih besar, rekening tabungan dapat menjadi sarana belajar sistem perbankan.

4. Bagaimana jika anak selalu menghabiskan uangnya?

Gunakan pengalaman tersebut sebagai kesempatan berdiskusi. Bantu anak mengevaluasi pengeluarannya dan buat target tabungan yang lebih realistis tanpa menyalahkan mereka.

5. Apakah orang tua boleh memberikan hadiah ketika target tabungan tercapai?

Boleh, selama hadiah tidak menjadi tujuan utama. Fokuskan apresiasi pada usaha, kedisiplinan, dan kebiasaan baik yang telah dibangun anak.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6