Liputan6.com, Jakarta - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi momok bagi banyak pekerja di Indonesia. Mulai dari sektor manufaktur, startup teknologi, media, hingga retail, banyak perusahaan melakukan efisiensi karyawan demi bertahan di tengah kondisi ekonomi yang berubah cepat. Saat kabar PHK datang tiba-tiba, wajar jika seseorang merasa panik, bingung, bahkan kehilangan arah.
Namun, satu hal yang penting dipahami: terkena PHK bukan berarti gagal. Dalam banyak kasus, PHK terjadi karena restrukturisasi perusahaan, penurunan bisnis, atau efisiensi anggaran, bukan semata karena performa pekerja.
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan setelah terkena PHK? Berikut langkah-langkah yang paling relevan untuk pekerja Indonesia. Berikut ulasan Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber.
Advertisement
1. Tenangkan Diri dan Jangan Ambil Keputusan Saat Emosi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7240553/original/009848900_1780025531-pexels-ai25studio-8278873.jpg)
Hari pertama setelah PHK biasanya jadi fase paling berat. Banyak orang langsung panik memikirkan cicilan, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan harian.
Menurut Harvard Business Review, seseorang perlu memberi waktu untuk memproses emosi sebelum buru-buru mengambil keputusan besar.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah:
- Hindari langsung posting curhatan emosional di media sosial
- Jangan buru-buru menerima pekerjaan apa saja karena panik
- Ceritakan kondisi ke pasangan atau keluarga inti agar beban mental lebih ringan
- Fokus dulu pada kondisi mental selama 1–3 hari pertama
PHK memang menyakitkan, tetapi kepala yang tenang akan membantu mengambil keputusan lebih rasional.
2. Hitung Uang Pesangon dan Dana Darurat
Setelah terkena PHK, prioritas utama adalah mengetahui kondisi keuangan secara realistis.
Cek beberapa hal berikut:
- Berapa uang pesangon yang diterima?
- Apakah ada sisa cuti yang dibayar?
- Kapan gaji terakhir cair?
- Apakah masih mendapat BPJS Kesehatan dari kantor?
- Berapa tabungan yang tersedia?
Langkah ini penting agar Anda tahu berapa lama bisa bertahan tanpa penghasilan tetap.
Banyak pekerja Indonesia langsung menghabiskan pesangon untuk membeli barang atau menutup gaya hidup lama. Padahal, idealnya pesangon diprioritaskan untuk:
- Kebutuhan pokok
- Cicilan penting
- Dana darurat
- Modal mencari kerja atau upskilling
Jika perlu, segera lakukan penghematan sementara seperti menunda liburan, mengurangi nongkrong, atau menghentikan langganan yang tidak penting.
Advertisement
3. Segera Urus Hak-Hak Ketenagakerjaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4960302/original/096597700_1728034493-image.jpg)
Banyak pekerja Indonesia ternyata belum memahami hak setelah PHK.
Beberapa hal yang perlu dicek:
- Uang pesangon
- Uang penghargaan masa kerja
- Uang penggantian hak
- BPJS Ketenagakerjaan
- Jaminan Hari Tua (JHT)
- Program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan)
Program JKP sangat penting karena pekerja yang memenuhi syarat bisa mendapatkan:
- uang tunai sementara
- akses pelatihan kerja
- hingga informasi lowongan kerja baru
Jangan malas membaca dokumen PHK sebelum menandatangani apa pun. University of Southern California juga menekankan pentingnya memahami detail kompensasi sebelum menyetujui paket keluar dari perusahaan.
Kalau merasa ada hak yang tidak dipenuhi, Anda bisa berkonsultasi ke Disnaker setempat atau serikat pekerja.
4. Perbarui CV, LinkedIn, dan Portofolio
Banyak orang baru sadar CV-nya sudah bertahun-tahun tidak diperbarui setelah terkena PHK.
Padahal, ini momen penting untuk:
- memperbaiki CV,
- memperbarui pengalaman kerja,
- menambahkan skill terbaru,
- dan merapikan profil LinkedIn.
Menurut USC Online, LinkedIn kini menjadi salah satu tempat utama perekrut mencari kandidat. Selain LinkedIn, update portofolio juga di berbagai platform alternatif mencari kerja serta membangun koneksi profesional seperti Glints, Kalibrr, JobStreet, Fiverr, dan lainnya.
Untuk pekerja Indonesia, beberapa hal yang penting dilakukan:
- Gunakan foto profesional
- Buat deskripsi singkat yang jelas
- Cantumkan pencapaian kerja, bukan hanya jabatan
- Upload portofolio jika bekerja di bidang kreatif
Jika belum punya LinkedIn, sekarang saat yang tepat untuk membuatnya.
5. Hubungi Relasi dan Jangan Malu Cari Informasi Lowongan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309790/original/057428000_1754639650-brooke-cagle--uHVRvDr7pg-unsplash.jpg)
Di Indonesia, banyak pekerjaan justru datang dari koneksi.
Karena itu:
- Hubungi mantan rekan kerja
- Beri tahu teman dekat bahwa Anda sedang mencari peluang
- Gabung grup lowongan kerja
- Aktif di komunitas profesional
Banyak orang gagal mendapatkan pekerjaan baru karena memilih diam akibat gengsi. Padahal, networking menjadi salah satu langkah paling penting setelah PHK. Tidak perlu merasa rendah diri. Situasi ekonomi sedang sulit dan PHK bisa menimpa siapa saja.
6. Pertimbangkan Cari Penghasilan Sementara
Kalau tabungan mulai menipis, jangan terpaku hanya mencari pekerjaan full-time.
Banyak pekerja Indonesia kini bertahan lewat:
- freelance
- jualan online
- affiliate marketing
- jadi driver online
- buka jasa kecil-kecilan
- kerja remote proyek pendek
Langkah ini bukan berarti menyerah pada karier lama, tetapi cara realistis menjaga cash flow tetap berjalan. Bahkan beberapa orang justru menemukan peluang baru setelah terkena PHK.
Advertisement
7. Gunakan Waktu untuk Upgrade Skill
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7240555/original/029698000_1780025537-pexels-yankrukov-8199257.jpg)
Persaingan kerja sekarang jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu.
Karena itu, gunakan masa transisi untuk meningkatkan skill seperti:
- AI tools
- digital marketing
- editing video
- data analysis
- public speaking
- bahasa asing
- coding
- desain grafis
Saat ini banyak pelatihan murah bahkan gratis dari:
- Prakerja
- YouTube
- Coursera
- Google Career Certificates
- Skill Academy
PHK bisa menjadi momen evaluasi: apakah skill yang dimiliki masih relevan dengan kebutuhan industri sekarang?
8. Jangan Asal Melamar Ratusan Lowongan
Banyak orang setelah PHK langsung mengirim CV ke ratusan perusahaan tanpa strategi.
Harvard Business Review justru menyarankan pencari kerja untuk menentukan arah terlebih dahulu sebelum buru-buru melamar.
Tentukan:
- pekerjaan seperti apa yang dicari,
- gaji minimum realistis,
- lokasi kerja,
- dan industri yang ingin dimasuki.
Melamar kerja secara terarah biasanya lebih efektif dibanding asal sebar CV.
9. Jaga Kesehatan Mental
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536753/original/048239600_1774340643-pexels-cottonbro-9063397.jpg)
PHK bukan cuma masalah finansial, tetapi juga mental.
Banyak orang merasa:
- kehilangan identitas,
- minder,
- stres,
- bahkan depresi setelah kehilangan pekerjaan.
Karena itu:
- tetap punya rutinitas harian,
- olahraga ringan,
- tidur cukup,
- dan jangan mengisolasi diri terlalu lama.
Kalau merasa terlalu berat, tidak ada salahnya bicara dengan psikolog atau orang terpercaya.
10. Ingat: PHK Bukan Akhir Karier
Banyak orang sukses pernah mengalami PHK sebelum akhirnya menemukan pekerjaan atau usaha yang lebih cocok.
Bahkan di tengah sulitnya kondisi ekonomi, peluang baru tetap ada bagi mereka yang mau beradaptasi dan terus belajar.
Yang paling penting setelah terkena PHK bukan seberapa cepat mendapatkan pekerjaan baru, tetapi bagaimana tetap stabil secara mental, finansial, dan mampu bangkit secara perlahan.
Dengan langkah yang tepat, masa sulit ini bisa menjadi titik awal untuk membangun arah karier yang lebih baik.
Pertanyaan Umum Seputar Langkah-Langkah Setelah Kena PHK
1. Apa yang harus dilakukan pertama kali setelah terkena PHK?
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri dan mengecek kondisi keuangan. Setelah itu, pahami hak-hak yang didapat seperti pesangon, BPJS Ketenagakerjaan, dan program JKP sebelum mulai mencari pekerjaan baru.
2. Apakah uang pesangon sebaiknya langsung dipakai untuk modal usaha?
Tidak selalu. Sebaiknya pesangon diprioritaskan dulu untuk kebutuhan pokok, cicilan penting, dan dana darurat. Jika kondisi finansial sudah stabil, barulah sebagian dana bisa dipakai untuk usaha atau investasi kecil.
3. Bagaimana cara mencari kerja lagi setelah kena PHK?
Mulailah dengan memperbarui CV, LinkedIn, dan portofolio. Selain melamar kerja lewat situs lowongan, manfaatkan juga relasi, komunitas profesional, dan grup pencari kerja karena banyak peluang datang dari networking.
4. Apakah terkena PHK bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah?
Bisa, jika memenuhi syarat. Pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan berpeluang mendapatkan manfaat Program JKP berupa uang tunai sementara, pelatihan kerja, dan akses informasi lowongan pekerjaan.
5. Bagaimana cara menjaga kesehatan mental setelah terkena PHK?
Tetap punya rutinitas harian, jangan mengisolasi diri, dan fokus pada langkah kecil yang bisa dilakukan setiap hari. Berbicara dengan keluarga, teman, atau profesional juga bisa membantu mengurangi stres akibat kehilangan pekerjaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7240549/original/033724400_1780025525-pexels-ai25studio-8279202.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316962/original/070809900_1785997998-Ilustrasi_PHK-UnsplashVitaly_Gariev.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309668/original/097925900_1785236105-saham2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312474/original/083524900_1785497345-Atlantis_MFX_PR.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4599370/original/000850200_1696478772-611bf427-1663-4644-9eec-741b0d9fa412.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9310000/original/080932200_1785302058-pg29-phk-jobfair-83e789.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565096/original/072075300_1777011174-1000298570.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309034/original/042929000_1785216371-1000390467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8077182/original/064811100_1780922870-IMG_4142.jpeg)