Liputan6.com, Jakarta - Menekuni hobi yang menghasilkan uang kini semakin diminati, salah satunya melalui cara budidaya jamur kuping yang bisa dilakukan di lahan terbatas. Jamur yang memiliki tekstur kenyal dan rasa yang khas ini memiliki pangsa pasar yang sangat stabil, baik dalam bentuk segar maupun kering. Bagi pemula, memahami teknis dasarnya adalah kunci agar investasi waktu dan biaya tidak terbuang percuma.
Budidaya jamur kuping sebenarnya memiliki prinsip yang mirip dengan jamur tiram, namun ada detail-detail teknis tertentu yang membuatnya unik. Dari pemilihan bahan baku hingga pengaturan sirkulasi udara, setiap langkah membutuhkan ketelatenan. Keberhasilan dalam usaha ini sangat bergantung pada bagaimana kita meniru habitat alami jamur di hutan yang lembap dan sejuk ke dalam lingkungan rumah kita.
Menariknya, pengalaman langsung dari praktisi seringkali memberikan wawasan yang tidak ditemukan di buku teks. Agung Widodo (45), seorang petani asal Karangduren, Klaten yang sudah 9 tahun bergelut di dunia jamur, mengungkapkan bahwa kebutuhan air adalah kunci utama.
Advertisement
"Penyiraman lebih banyak intensitas memerlukan air untuk kuping. Kalau misal jamur tiram tadi satu hari sekali, jamur Kuping bisa dua kali," ujarnya menekankan perbedaan mendasar dalam perawatan kepada reporter Liputan6.com.Â
1. Rahasia Media Tanam yang Pas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569604/original/055507800_1777448295-Membuat_Baglog.jpg)
Media tanam atau baglog adalah rumah bagi jamur untuk tumbuh dan berkembang. Pemilihan bahan baku tidak boleh sembarangan karena nutrisi jamur sepenuhnya bergantung pada campuran tersebut. Selain serbuk gergaji kayu sengon, bahan tambahan seperti bekatul dan kapur pertanian (calcium carbonate) berfungsi sebagai asupan nutrisi dan penyeimbang pH.
Dalam proses pencampuran, takaran air menjadi poin yang sangat krusial namun sering membingungkan bagi pemula. Agung Widodo memberikan tips praktis dalam mengukur kadar air tanpa alat canggih. "Tingkat dalam kebasahan itu bisa cek manual, kita kepal pakai tangan, enggak netes, kalau kita lepaskan dia enggak ngepyar, enggak ambyar," jelas Agung. Teknik ini memastikan media cukup lembap untuk pertumbuhan miselium namun tidak terlalu basah yang bisa memicu pembusukan.
Berikut adalah komposisi dan standar pembuatan baglog yang ideal:
- Bahan Utama: Serbuk gergaji kayu sengon (paling disarankan karena teksturnya lunak).
- Nutrisi Tambahan: Bekatul (sumber karbohidrat) dan Kapur (pengatur pH).
- Pengemasan: Menggunakan plastik PP (polipropilena) yang tahan panas.
- Dimensi: Diameter plastik 18 cm dengan berat rata-rata 1,3 kg per baglog.
Advertisement
2. Proses Sterilisasi: Mematikan Musuh Tak Kasatmata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569605/original/070335600_1777448295-steaming.jpg)
Setelah media dimasukkan ke dalam plastik dan dipadatkan, langkah selanjutnya adalah sterilisasi. Proses ini bertujuan untuk mematikan spora jamur liar atau bakteri yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur kuping. Tanpa sterilisasi yang sempurna, baglog akan ditumbuhi jamur berwarna hijau atau hitam yang bersifat parasit.
Penggunaan alat steamer atau drum pengukus sangat umum digunakan dalam skala rumahan. Agung Widodo menekankan bahwa durasi pengukusan harus konsisten agar suhu panas merasuk hingga ke bagian dalam baglog. Beliau menjelaskan, "Kalau sudah menjadi baglog itu kita masukkan ke sterilisasi atau steamer. Baru di suhu tertentu rata-rata 100 derajat, itu baru kalau saya ditahan sekitar 4 jam."
Setelah proses pengukusan selesai, baglog tidak boleh langsung diberi bibit. Harus ada masa tunggu agar suhu media benar-benar turun ke suhu ruang. Biasanya, para petani menata baglog di ruang inkubasi dan mendiamkannya selama satu hari satu malam untuk memastikan suhu internal media aman bagi bibit jamur yang sensitif terhadap panas.
3. Inokulasi dan Masa Tunggu Miselium
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567537/original/078173900_1777286308-IMG_20260427_110225.jpg.jpeg)
Inokulasi adalah proses memasukkan bibit jamur ke dalam media yang sudah steril. Ini adalah momen yang paling membutuhkan kebersihan (aseptis). Jika tangan atau alat yang digunakan kotor, kegagalan produksi bisa mencapai 100%. Bibit jamur kuping biasanya berbentuk serbuk atau butiran biji yang sudah ditumbuhi miselium putih.
Agung Widodo menceritakan teknis kerjanya: "Setelah baglog dingin, bibit jamur dicuil menggunakan alat dan ditanamkan ke dalam baglog. Baglog yang sudah dibibiti kemudian ditata dan diberi tanggal pembibitan." Pemberian tanggal ini sangat penting sebagai alat monitoring untuk mengetahui kapan jadwal penyobekan plastik dan perkiraan masa panen.
Fase berikutnya adalah masa inkubasi, di mana miselium (benang-benang putih jamur) mulai merambat menyelimuti media. Suhu ruangan harus dijaga agar tetap stabil. Menurut Agung, "Setelah miselium mencapai 50% ke atas, baglog sebaiknya diletakkan di tempat yang lembab dan dingin (suhu ideal 26-27 derajat Celcius, atau lebih baik lagi 24-25 derajat Celcius) agar miselium dapat menjalar dengan baik." Dalam waktu sekitar satu bulan, baglog biasanya akan memutih sempurna.
Advertisement
4. Teknik Penyobekan Plastik yang Unik pada Jamur Kuping
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570616/original/084315500_1777533295-penyobekan_baglog.jpg)
Salah satu perbedaan mencolok dalam cara budidaya jamur kuping dibandingkan jamur tiram terletak pada waktu penyobekan medianya. Jika jamur tiram baru boleh dibuka saat miselium 100% atau bahkan sudah muncul tunas, jamur kuping justru lebih fleksibel namun butuh ketepatan waktu agar tubuh buah tidak "tercekik".
Agung Widodo berbagi rahasia yang mungkin jarang diketahui pemula: "Untuk jamur kuping, penyobekan bisa dilakukan saat miselium sudah mencapai 80% pada bagian depan kulit baglog. Ini berbeda dengan jamur tiram yang harus menunggu miselium penuh 100% atau muncul dari kapas."
Cara penyobekan dilakukan dengan menyayat plastik secara horisontal atau vertikal menggunakan silet yang steril. Dari sayatan inilah nantinya jamur kuping akan menyembul keluar dan melebar membentuk tekstur seperti daun telinga.
5. Manajemen Air dan Teknik Pengabutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570617/original/096284900_1777533295-penyiraman.jpg)
Jamur kuping memiliki karakteristik tubuh buah yang lebih kenyal dan tebal, sehingga kebutuhan akan airnya jauh lebih tinggi daripada jenis jamur kayu lainnya. Jika kekurangan air, jamur akan mengkerut dan kualitasnya menurun drastis. Namun, penyiraman yang terlalu kasar juga bisa merusak struktur jamur.
Mengenai intensitas air, Agung Widodo memberikan perbandingan yang jelas. "Penyiraman lebih banyak intensitas memerlukan air untuk kuping. Kalau misal jamur tiram tadi satu hari sekali, jamur Kuping bisa dua kali," ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa kelembapan adalah nyawa bagi budidaya jamur kuping.
Teknik penyiraman yang paling efektif juga bukan dengan kucuran air langsung, melainkan melalui metode pengabutan. "Teknik penyiraman atau di sistem semprot gitu, kalau yang saya alami yang paling bagus kabut," tambah Agung. Menggunakan nozzle semprotan halus akan menciptakan suasana sejuk tanpa membuat media terlalu becek yang berisiko mengundang busuk akar.
6. Mewaspadai Hama Krepes: Musuh Utama Petani Jamur
Setiap usaha pasti memiliki tantangan, dan dalam budidaya jamur kuping, serangan hama adalah faktor risiko terbesar. Ada satu jenis hama yang paling ditakuti karena daya rusaknya yang masif terhadap media dan tubuh buah jamur itu sendiri. Hama ini dikenal di kalangan petani dengan sebutan "krepes".
Agung Widodo memperingatkan dengan serius mengenai bahaya hama ini bagi keberlangsungan usaha. "Hama yang paling mengerikan untuk jamur kuping adalah krepes. Setiap satu telur itu banyak banget di dalamnya. Pertama ya bikin pertumbuhan jamur juga gagal, terus kedua membuat baglog menjadi rusak juga karena dia memakan miselium," paparnya.
Dampak serangan hama krepes bukan hanya soal kuantitas, tapi juga kualitas hasil panen:
- Jamur yang tumbuh tidak awet dan cepat busuk.
- Bentuk jamur tidak mekar sempurna atau terlihat cacat (jelek).
- Tekstur jamur saat dikeringkan akan berbeda dari jamur sehat, sehingga harga jualnya jatuh.
- Baglog tidak bisa digunakan untuk periode panen berikutnya karena miselium di dalamnya habis dimakan.
Advertisement
7. Tips Panen dan Pasca-Panen Jamur Kuping
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570618/original/099754300_1777533295-panen.jpg)
Panen dilakukan saat ukuran jamur sudah mencapai maksimal, biasanya ditandai dengan tepian jamur yang mulai menipis dan bergelombang. Cara memanennya adalah dengan mencabut jamur hingga ke akarnya. Jika ada sisa akar yang tertinggal di lubang sayatan, segera bersihkan agar tidak membusuk dan menghambat pertumbuhan jamur baru.
Jamur kuping memiliki keunggulan karena bisa dijual dalam dua bentuk: segar atau kering. Jika ingin dikeringkan, jamur cukup dijemur di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kaku. Jamur kuping kering memiliki masa simpan yang sangat lama, bahkan bisa mencapai satu tahun tanpa bahan pengawet, asalkan disimpan di tempat yang kedap udara.
Dengan ketekunan mengikuti panduan cara budidaya jamur kuping di atas, peluang untuk meraih sukses di bisnis pertanian rumahan sangat terbuka lebar. Kuncinya adalah sabar dalam proses sterilisasi, disiplin dalam penyiraman kabut, dan waspada terhadap serangan hama sejak dini.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa jenis kayu terbaik untuk media budidaya jamur kuping?
Berdasarkan pengalaman praktisi, kayu sengon adalah yang paling standar dan umum digunakan karena seratnya yang lunak memudahkan miselium merambat dengan cepat dibandingkan kayu keras lainnya.
2. Bagaimana cara mengetahui apakah kelembapan media sudah pas?
Anda bisa melakukan cek manual dengan mengepal campuran media. Jika media tidak meneteskan air saat dikepal, namun tidak hancur (tidak ambyar) saat genggaman dilepaskan, berarti kadar airnya sudah ideal.
3. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan penyobekan plastik baglog?
Berbeda dengan jamur tiram, penyobekan plastik jamur kuping dapat dilakukan lebih awal, yaitu saat miselium putih sudah mencapai sekitar 80% pada bagian depan baglog.
4. Mengapa teknik penyiraman kabut lebih disarankan?
Teknik kabut memberikan kelembapan yang merata dan suhu yang sejuk tanpa membuat media terlalu basah atau jenuh air yang bisa menyebabkan kebusukan pada pangkal jamur.
5. Apa dampak serangan hama krepes pada hasil panen?
Hama krepes memakan miselium sehingga jamur tumbuh tidak sempurna, bentuknya jelek, cepat busuk, dan ketika dikeringkan teksturnya akan berbeda (kualitas rendah).
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570615/original/072982300_1777533295-Panen_Jamur_Kuping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570503/original/054238600_1777528398-warna_pagar_rumah_yang_tidak_mudah_kusam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566018/original/076360000_1777105262-8344e6a4-511b-4fa2-a31c-1a719905b5a6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570836/original/014157300_1777544097-50juta_cov.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570635/original/039562700_1777534604-cover_bagus_nh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557225/original/080781600_1776322454-pakcoyy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560324/original/060301600_1776664957-unnamed__97_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475001/original/062638600_1768546951-gelang_emak_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570821/original/063564200_1777543546-amanat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570694/original/041520900_1777537442-unnamed_-_2026-04-30T144640.719.jpg)