Pria Alami Luka Bakar di Dalam Tubuh Usai Minum Air Soda, Penyebab Masih Misteri

Pria alami luka bakar setelah minum air soda. Kini, ia sedang berjuang memulihkan kondisi tubuhnya yang terbakar dari dalam.

Diterbitkan 07 Mei 2025, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pablo González, seorang pengusaha berusia 42 tahun asal Salvaterra de Miño, Spanyol, mengalami kejadian mengerikan setelah hanya menyesap sedikit air berkarbonasi di sebuah restoran.

Dilansir Liputan6.com dari Oddity Central, Rabu (7/5/2025), insiden ini terjadi pada 12 April saat ia makan bersama teman-temannya. Ia memesan air soda botolan terkenal, disajikan dengan es dan irisan lemon.

Botol tampak tersegel dengan baik. Namun, begitu air itu menyentuh mulutnya, ia langsung merasakan sensasi terbakar hebat. Saat ia melihat ke dalam gelas, cairannya tampak kekuningan, bukan seperti air soda biasa.

Ia buru-buru menenggak minuman milik temannya dan lari ke kamar mandi untuk berkumur, namun rasa sakitnya justru makin menjadi-jadi.

Luka Bakar Parah di Kerongkongan dan Lambung

Pablo langsung dilarikan ke Rumah Sakit Povisa di Vigo dengan bantuan ambulans. Di sana, dokter memastikan bahwa ia mengalami luka bakar internal parah.

Bagian mulutnya sedikit terselamatkan karena ia sempat berkumur segera setelah minum, tetapi kerongkongan dan lambungnya sangat rusak, bahkan dilaporkan menghitam akibat luka bakar kimia.

Selama hampir dua minggu, Pablo tidak bisa makan atau minum apa pun. Baru pada 28 April ia bisa menyesap sedikit air kembali, namun pemulihannya masih belum pasti. Dokter belum bisa memastikan apakah ia akan pulih sepenuhnya dan berapa lama prosesnya akan berlangsung.

Penyebab Masih Misterius, Polisi Turun Tangan

Hingga kini, penyebab luka bakar yang dialami Pablo masih menjadi misteri. Polisi telah memeriksa rekaman CCTV restoran untuk menyelidiki kemungkinan sabotase, namun belum menemukan bukti yang jelas.

Botol air soda yang diminumnya sudah sempat dikosongkan sebelum polisi datang, tetapi kini sedang dianalisis untuk mencari jejak zat berbahaya yang mungkin tertinggal. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kontaminasi oleh bahan pembersih, baik di botol maupun di gelas es.

Namun, pemilik restoran membantah hal tersebut. Kasus ini masih diselidiki, sementara Pablo masih berjuang memulihkan kondisi tubuhnya yang terbakar dari dalam.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6