Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan umat Islam, ungkapan innalillahi wa inna ilaihi raji'un allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa fu anhu Arab sering diucapkan saat mendengar kabar duka atau berita kematian seseorang. Kalimat ini merupakan bentuk doa sekaligus pengakuan bahwa setiap jiwa berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Di dalamnya terkandung harapan agar Allah mengampuni, merahmati, memaafkan, dan melapangkan orang yang telah wafat. Kalimat ini merupakan salah satu bentuk dzikir yang sangat dianjurkan untuk diucapkan sebagai pengingat akan kefanaan hidup dan wujud belasungkawa yang penuh makna.
Advertisement
Secara harfiah, kata innalillahi wa inna ilaihi raji’un berarti Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Sedangkan doa lengkapnya yakni ainnalillahi wa inna ilaihi raji'un allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa fu anhullahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu dapat diartikan sebagai Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia.
Menurut penelitian yang terbit dalam Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam (Vol. 10, No. 1, 2022), disebutkan bahwa doa dan kalimat istirja’ seperti innalillahi wa inna ilaihi raji'un allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa fu anhu Arab tidak hanya memiliki fungsi spiritual, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas sosial dalam menghadapi kematian.
Melalui kalimat innalillahi wa inna ilaihi raji'un allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa fu anhu Arab ini, seorang Muslim diajarkan untuk menerima takdir dengan lapang dada, sekaligus mendoakan kebaikan untuk yang telah pergi.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Kamis (5/6/2025).
Arti Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa'afihi Wa Fu Anhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
Berikut ini tulisan innalillahi wa inna ilaihi raji'un allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya yang perlu diketahui oleh umat Muslim agar tidak salah dalam melafadzkannya
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رٰجِعُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Arab latin: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu anhu.
Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan kepadanya, dan ampunilah dosanya.
Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji'un merupakan ucapan istirja’ yang berarti “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.” Ungkapan ini diucapkan oleh seorang Muslim ketika menghadapi musibah, terutama saat mendengar kabar kematian.
Makna dari kalimat ini adalah bentuk pengakuan bahwa seluruh kehidupan, termasuk jiwa dan raga, sepenuhnya milik Allah, dan setiap yang hidup pasti akan kembali kepada-Nya. Dengan kalimat ini, seorang Muslim diajarkan untuk menerima takdir dengan lapang dada dan penuh keikhlasan.
Sementara itu, kalimat lanjutan Allahummaghfirlahu warhamhu wa‘afihi wa‘fu anhu merupakan rangkaian doa yang ditujukan bagi orang yang telah wafat. Allahummaghfirlahu berarti "Ya Allah, ampunilah dia," yang menunjukkan permohonan kepada Allah agar dosa-dosa almarhum diampuni.
Kemudian warhamhu berarti "rahmatilah dia," yang bermakna permintaan agar Allah melimpahkan kasih sayang dan kemuliaan kepada jenazah, baik di alam kubur maupun akhirat.
Doa ini berlanjut dengan wa‘afihi yang berarti "berilah dia kesejahteraan," sebagai bentuk permohonan agar almarhum diberikan ketenangan, perlindungan, serta dijauhkan dari azab kubur dan penderitaan setelah kematian. Lalu wa‘fu anhu bermakna "maafkanlah dia," sebagai bentuk permohonan tertinggi agar Allah benar-benar menghapus seluruh dosa dan kesalahan almarhum tanpa menyisakan perhitungan di hari pembalasan.
Kalimat lengkap Innalillahi wa inna ilaihi raji'un Allahummaghfirlahu warhamhu wa‘afihi wa‘fu anhu Arab memiliki makna mendalam yang tidak hanya menjadi bentuk kepasrahan kepada takdir Allah, tetapi juga ekspresi belasungkawa dan kasih sesama Muslim melalui doa.
Menurut penelitian yang terbit dalam Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam (2022), dijelaskan bahwa doa semacam ini menjadi manifestasi kepedulian sosial dan spiritual yang mengakar kuat dalam budaya keislaman. Maka dari itu, mengucapkan doa ini saat mendengar kabar duka adalah bagian dari adab Islam yang sarat makna dan nilai.
Advertisement
Bolehkah Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa'afihi Wa Fu Anhu Diucapkan Selain Belasungkawa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5188533/original/007722600_1744696829-download__4_.jpg)
Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji'un Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa fu anhu pada dasarnya merupakan gabungan antara kalimat istirja’ dan doa untuk orang yang telah wafat. Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji’un adalah ungkapan yang terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 156, yang dianjurkan untuk diucapkan oleh orang-orang beriman saat ditimpa musibah apa pun, bukan hanya saat mendengar kabar kematian.
Oleh karena itu, kalimat ini boleh diucapkan dalam konteks musibah lain, seperti kehilangan harta benda, sakit, atau bencana alam, sebagai bentuk kepasrahan kepada Allah atas segala ketetapan-Nya.
Adapun kalimat lanjutan Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa fu anhu merupakan doa khusus yang diperuntukkan bagi orang yang telah meninggal dunia. Doa ini tidak disyariatkan untuk diucapkan dalam konteks musibah selain kematian, karena substansinya memang memohonkan ampunan, rahmat, keselamatan, dan penghapusan dosa bagi orang yang wafat. Oleh karena itu, jika seseorang mengucapkannya di luar konteks kematian, maka penggunaan doa tersebut menjadi kurang tepat dari sisi syariat.
Dikutip dari buku karya Abdul Somad yang berjudul Buku Panduan Doa dan Dzikir (2019), dijelaskan bahwa kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji’un dapat diucapkan untuk semua bentuk musibah sebagai bentuk dzikir dan pengakuan atas ketentuan Allah.
Namun, kalimat doa seperti Allahummaghfirlahu warhamhu disarankan hanya diucapkan ketika mendoakan orang yang telah meninggal agar tidak keliru dalam konteks penggunaannya. Hal ini selaras dengan pemahaman fiqh tentang adab dan tujuan dalam berdoa yang harus sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Selain itu, dalam Jurnal Ilmu Ushuluddin (Vol. 18, No. 2, 2019), disebutkan bahwa pengucapan doa dalam Islam bukan hanya persoalan teks, tetapi juga konteks dan niat. Setiap doa memiliki ruang dan waktu penggunaannya sesuai dengan tuntunan syariat. Dengan demikian, penggunaan gabungan kalimat istirja’ dan doa kematian seperti ini sebaiknya dibedakan sesuai dengan kondisi yang dihadapi agar maknanya tidak melenceng dari ajaran Islam.
Pertanyaan Umum tentang Ungkapan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un
1. Kapan sebaiknya mengucapkan kalimat ini?
Kalimat ini diucapkan saat menghadapi musibah apa pun, baik kecil maupun besar, termasuk saat mendengar kabar kematian, kehilangan, sakit, bencana, atau cobaan lainnya.
2. Apakah ungkapan ini hanya untuk saat mendengar kematian?
Tidak. Menurut Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 156, kalimat ini digunakan dalam semua kondisi musibah sebagai bentuk kesabaran dan kepasrahan kepada takdir Allah.
3. Apakah anak kecil boleh diajarkan membaca kalimat ini?
Ya, anak-anak boleh dan bahkan dianjurkan untuk diajarkan membaca kalimat ini sejak dini agar mereka memahami pentingnya menerima takdir Allah dengan ikhlas.
4. Apakah kalimat ini termasuk doa?
Kalimat ini bukan doa permintaan, melainkan bentuk dzikir dan pernyataan iman atas takdir Allah. Namun, ia bisa menjadi pembuka doa dalam situasi duka atau kesedihan.
5. Bolehkah diucapkan berulang kali?
Boleh. Tidak ada larangan mengucapkannya berulang kali saat seseorang sedang menghadapi musibah atau ketika ingin menguatkan hati dalam kesulitan.
6. Apakah ada keutamaan khusus dari mengucapkan kalimat ini?
Ya. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang tertimpa musibah dan membaca Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu berdoa, maka Allah akan memberinya pahala dan mengganti dengan yang lebih baik.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372217/original/020785100_1612852917-20210209-Pemakaman_Ustaz_Maaher_At-Thuwalibi-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)