Liputan6.com, Jakarta Luqman 13-14 merupakan ayat yang perlu dipahami oleh muslim. Nama Luqman Al Hakim tentunya sudah cukup familiar di telinga sebagian muslim, karena Allah SWT mengabadikan namanya menjadi nama salah satu surat dalam Al-Quran.
Surat Luqman merupakan surat ke-31 dalam Al-Quran. Luqman merupakan seorang hamba Allah yang saleh dan bijaksana. Walaupun bukan seorang nabi, kisah Luqman mengandung banyak kebaikan dan nasihat baik untuk umat Islam.
Advertisement
Luqman 13-14 berisikan tentang nasihat Luqman kepada anaknya. Nasihat Luqman kepada anaknya diabadikan dalam surat Luqman ayat 12-19. Nasihat-nasihat tersebut bersumber dari ilmu hikmah dari Allah SWT.
Salah satu kisah hikmah dari Luqman yang cukup masyhur adalah kisahnya saat menunggangi keledai dengan sang putra, yang memberikan pelajaran penting hidup sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial di saat yang bersamaan. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (21/10/2023) tentang Luqman 13-14.
Bacaan Surat Luqman 13-14
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4573773/original/021416200_1694591354-20230913111830__fpdl.in__quran-being-held-hands-close-up_23-2148444089_normal.jpg)
Surat Luqman 13-14 berisi tentang pelajaran Luqman al Hakim kepada anaknya. Adapun bacaan surat Luqman 13-14 adalah sebagai berikut:
Surat Luqman 13-14 tulisan Arab:
(13) وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
(14) وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْر
Surat Luqman 13-14 Latin:
13. Wa itż qala luqmanu libnihi wa huwa ya'iẓuhụ yā bunayya la tusyrik billah, innasy-syirka laẓulmun 'aẓim
14. Wa waṣṣainal-insāna biwalidaih, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan 'ala wahniw wa fiṣaluhụ fi 'amaini anisykur liwa liwalidaik, ilayyal-maṣir
Arti surat Luqman 13-14:
13. Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.
Advertisement
Kandungan Surat Luqman 13-14
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4380793/original/005316200_1680480714-man-praying-floor-indoors.jpg)
Melansir NU Online via Merdeka, Al-Qur’an datang untuk memberi petunjuk-petunjuk, keterangan-keterangan, dan konsep-konsep, agar manusia bisa memeroleh kebahagiaan di dunia maupun akhirat. Hal ini sebagaimana tercantum dalam salah satu bacaan surat Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, artinya:
"Sungguh, orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan tersembunyi dan terang benderang. Mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah menyempurnakan untuk mereka pahala mereka dan menambahi mereka dengan sebagian karunia-Nya. Sungguh Allah maha pengampun lagi maha penerima syukur." (Surat Fathir ayat 29-30).
Sementara itu, kandungan surat Luqman 13-14, yaitu mengabadikan pelajaran Luqman al Hakim kepada anaknya tentang tauhid. Dalam surat tersebut, Luqman memberi tahu anaknya agar tidak menyekutukan Allah. Sebab, perbuatan tersebut merupakan perbuatan aniaya yang paling besar dan tidak akan diampuni oleh Allah SWT.
Dalam surat Luqman 13-14, ada beberapa pelajaran penting salah satunya ajaran untuk tidak mempersekutukan Allah SWT. Hal ini menjadi langkah awal agar manusia bisa hidup sukses, baik di dunia maupun di akhirat. Karena sesungguhnya, ilmu yang dimiliki oleh manusia hanya oleh dan karena kehendak Allah SWT.
Selain itu, dalam surat Luqman 13-14, juga mengandung ajaran untuk berbakti dan hormat kepada orang tua. Dalam ayat tersebut, Luqman mengingatkan kepada anaknya untuk senantiasa berperilaku baik terhadap orang tua. Pasalnya, tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk syukur kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tua.
Tidak cukup dengan berbuat baik kepada orang tua, Luqman juga meminta kepada anaknya agar selalu berbaik kepada sesama meskipun hanya seberat biji sawi. Dengan begitu, niscaya Allah SWT akan memberinya balasan berupa kebaikan.
Kisah Luqman dan Putranya saat di Perjalanan Bersama Keledai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4375976/original/099547200_1680077181-muslims-reading-from-quran.jpg)
Suatu hari, Luqman berkata "Wahai putraku! Berusahalah melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi agama dan duniamu. Terus berusahalah hingga kau mencapai puncak kebaikan. Jangan pedulikan apapun kata orang! Karena memang tidak akan pernah ada jalan untuk memuaskan dan melegakan semua orang.
Tidak akan ada juga cara untuk menyatukan hati dan pikiran mereka. Itulah fakta hidup ditengah orang banyak dengan berbagai kepentingannya masing-masing. Mari kita buktikan!" Kata Luqman sambil menarik tali kekang keledainya.
Awalnya, Luqman menaiki keledai, sedangkan anaknya disuruhnya untuk berjalan sambil memegang tali keledai. Tidak lama kemudian orang-orang yang mereka temui berkomentar "Anak kecil itu menuntun keledai, sedang orang tuanya duduk nyaman di atas keledai.
Sungguh bodoh dan egois orang tua itu, masak anak kecil dibiarkannya berjalan kaki sementara dia menunggangi keledai!" Mendengar komentar orang-orang disepanjang jalan tersebut, Luqman-pun berkata kepada anaknya, "Putraku, coba kau dengar, apa yang mereka katakan tentang kita!"
Setelah berkata begitu, Luqman meminta anaknya untuk bergantian posisi. Sekarang Luqman yang menuntun keledai, sedangkan sang anak naik di punggung keledai. Di tengah perjalanan, mereka kembali menjadi omongan orang.
"Sungguh buruk perangai dan akhlak anak itu, masak orang tua dibiarkannya berjalan menuntun keledai, sementara dia duduk manis di punggung keledai." Mendengar komentar orang-orang di jalan, Luqman kembali berpesan kepada anaknya, "Anakku, dengarlah sekali lagi, apa saja yang mereka katakan."
Setelah melewati orang-orang tadi, sekarang Luqman meminta anaknya untuk ikut naik ke punggung keledai. Jadi, sekarang keduanya sama-sama duduk di atas punggug keledai yang terlihat kecil dan kurus tersebut. Di tengah perjalanan, mereka kembali menjadi omongan orang-orang yang mereka temui di sepanjang perjalanan.
"Betapa dungu dan egois bapak dan anak itu! kasihan sekali keledai tunggangan mereka yang kecil dan kurus begitu dinaiki berdua”. Mendengar komentar tersebut, kembali Luqman meminta anaknya untuk mendengar dengan baik komentar orang-orang tersebut. "Dengar dan perhatikan dengan seksama, apa yang mereka katakan, anakku!" Kata Luqman lembut kepada anaknya.
Setelah berkata begitu, lantas Luqman mengajak anaknya turun dari punggung keledai, sekarang mereka berdua sama-sama berjalan menuntun keledai. Di tengah perjalanan, mereka kembali bertemu dengan orang-orang yang masing-masing mempunyai ekspresi berbeda demi melihat perilaku Luqman dan anaknya.
"Sungguh dungu bapak dan anak itu! Sama-sama berjalan menuntun keledai, kenapa keledainya tidak dinaiki saja biar perjalanannya tidak melelahkan!? Atau setidaknya si anak yang dinaikkan, biar bapaknya yang menuntun keledai."
"Anakku, kau dengar sendiri bukan, semua perkataan mereka kepada apa yang kita lakukan dari awal!? Di mata mereka, tidak ada satupun tindakan kita yang benar. Semua salah!" Kata Luqman kepada anaknya.
"Karena itu, dalam hidup ini kita harus punya prinsip, pendirian yang kuat, dan harus tegas. Lakukan saja apa yang bermanfaat bagimu dan agamamu, jangan terlalu ambil pusing dengan perkataan orang lain. Aku berharap kau bisa mengambil sendiri pelajaran berharga dari perjalanan kita dengan keledai ini", kata Luqman sambil mengikat keledai pada sebuah tiang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4040918/original/094524000_1654183954-Batas_Waktu_Main_HP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)