Liputan6.com, Jakarta Alat musik kecapi dimainkan dengan cara apa tentu perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, kecapi merupakan salah satu alat musik tradisional yang cukup terkenal bahkan sampai ke luar negeri. Kecapi identik dengan dawai atau senar-senarnya.
Kecapi adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Kecapi biasanya digunakan sebagai alat musik utama dalam tembang Sunda. Kecapi merupakan alat musik yang berdawai dan dimainkan dengan jari.
Advertisement
Alat musik kecapi dimainkan dengan cara dipetik menggunakan kedua tangan, untuk menghasilkan suara yang diinginkan. Tangan kiri digunakan untuk menekan dan memetik senar pada leher kecapi, sedangkan tangan kanan digunakan untuk memetik senar dengan menggunakan alat bantu seperti jemari atau plektrum.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (16/6/2025) tentang alat musik kecapi dimainkan dengan cara dipetik.
Alat Musik Kecapi Dimainkan dengan Cara Dipetik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4340796/original/015689800_1677572229-Kacapi-bridges.jpg)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kecapi adalah alat musik tradisional yang berdawai (bersenar) tiga, lima, enam dan sebagainya, tidak bergaris nada, dan dimainkan dengan jari. Berdasarkan informasi dalam buku Kacapi Sunda karya Drs. Enip Sukanda, kata "kacapi" atau kecapi secara terminologi merujuk pada dua hal: alat musik dan jenis pohon.
Namun dalam konteks kesenian, kecapi yang dimaksud adalah alat musik petik tradisional Sunda. Alat musik ini terdiri atas papan kayu sebagai resonator dan sejumlah dawai (senar) dari logam, umumnya antara 7 hingga 22 utas, dengan sistem tangga nada pentatonik.
Kacapi dimainkan dengan cara dipetik atau dijentik menggunakan ujung jari tangan kanan dan kiri. Dalam khazanah internasional, alat musik serupa dikenal dengan nama berbeda, seperti siter di Jawa Tengah dan Timur, koto di Jepang, kayagum di Korea, hingga qanun di dunia Arab. Oleh karena itu, penambahan kata "Sunda" pada kacapi bertujuan untuk menegaskan bahwa ini adalah khas dari tradisi masyarakat Sunda, bukan sekadar alat petik biasa.
Meskipun tidak ada bukti sejarah pasti mengenai kapan kacapi mulai digunakan dalam budaya Sunda, Sukanda menjelaskan jejak keberadaan alat musik ini dapat dilacak melalui naskah kuno Sanghyang Siksakandang Karesian yang ditulis pada tahun 1518 M.
Naskah ini menyebutkan tentang "pantun", sebuah bentuk seni tutur yang secara tradisional selalu diiringi oleh petikan kacapi. Ungkapan populer dalam masyarakat Sunda, "kawas pantun teu jeung kacapi" (seperti pantun tanpa kacapi), mempertegas keterikatan historis dan fungsional antara pantun dan kacapi.
Â
Â
Advertisement
Teknik Memainkan Kecapi
Alat musik kecapi dimainkan dengan cara dipetik, yang terbagi menjadi beberapa teknik. Berikut teknik memainkan kecapi:
1. Teknik Dijambret
Alat musik kecapi dimainkan dengan cara dijambret, yaitu memainkan senar kecapi dengan cara menggerakkan jari tangan kanan yaitu jempol, jari tengah, dan telunjuk. Ketiga jari tersebut digunakan untuk memetik tiga dawai yang berbeda secara bersamaan.
Cara itu akan menghasilkan harmoni dari tiga nada yang berbeda. Nama teknik dijambret merujuk pada posisi badan dan tangan pemain kecapi yang nampak seperti akan melakukan aksi jambret. Oleh karena itu, teknik ini disebut sebagai teknik dijambret.
2. Teknik Sinetreuk Toel
Alat musik kecapi dimainkan dengan cara atau teknik sinetreuk toel. Teknik sinetreuk toel dilakukan dengan cara menjentikan senar kecapi menggunakan ujung jari telunjuk tangan kanan dan kiri.
Posisi jari telunjuk di masing-masing tangan melengkung dan berada di bawah senar kecapi, pemain musik membunyikan senar dengan cara menjentik atau menarik jari telunjuknya atau menoel hingga senar menghasilkan nada.
3. Teknik Dijeungkalan
Alat musik kecapi dimainkan dengan cara dijeungkalan. Teknik ini dilakukan dengan posisi badan pemain alat musik lebih condong ke depan dan posisi jarinya hampir mirip dengan Teknik dijambret.
Jari jemari tangan kanan memainkan tiga senar nada secara bersamaan, sedangkan yang kiri memetik senar dan memainkan nada dengan bebas.
Jenis-jenis Kacapi Sunda dan Perkembangannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4257531/original/012492500_1670767035-Foto_1.jpg)
Setelah mengenali alat musik kecapi dimainkan dengan cara dan teknik yang beragam, kamu juga perlu mengenali jenis-jenis alat musik tradisional ini. Kecapi memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Setiap bentuk dan ukuran tentu akan menghasilkan bunyi-bunyian yang berbeda. Dalam buku Kacapi Sunda, kecapi dapat dibagi dalam beberapa jenis berkut:
1. Kacapi Baduy
Kacapi tertua yang masih digunakan secara turun-temurun terdapat dalam budaya masyarakat Baduy (Kanekes) di Banten. Kacapi ini memiliki bentuk seperti perahu kecil dengan ujung menyerupai sanggul wanita. Panjangnya sekitar 50–90 cm dengan jumlah dawai antara 7–12 utas. Bagi masyarakat Baduy, kacapi bukan sekadar alat musik, melainkan benda sakral yang diyakini sebagai penjelmaan dewa bersuara indah. Warna putih alami tanpa pewarnaan mencerminkan kesucian dan penghormatan terhadap Dewi Padi, Nyi Pohaci Sang Hyang Asri.
Penggunaan kacapi Baduy terbatas hanya pada upacara adat pertanian, khususnya dalam rangka penghormatan dan hiburan bagi padi sebagai makhluk spiritual. Tradisi serupa ditemukan pula di Rancakalong, Sumedang, dengan kacapi yang dimainkan bersama jentreng dalam upacara Jentreng.
2. Kacapi Tembang (Cianjuran)
Kacapi ini muncul sebagai bentuk perkembangan dari kacapi Baduy, dan mulai berkembang pada masa pemerintahan Bupati Cianjur R.A.A. Kusumaningrat (1834–1864). Bentuknya lebih besar dan mewah, dikenal dengan sebutan Nyi Pohaci Guling Putih. Dibuat dari kayu cempaka, panjangnya bisa mencapai 150 cm dengan jumlah senar sekitar 18 utas.
Kacapi ini digunakan dalam pertunjukan Pantun dan Tembang Sunda Cianjuran. Salah satu inovasi bentuk kacapi ini adalah teknik pembuatannya yang dibobok seperti membuat lesung dan hiasan sanggul di kedua ujungnya. Secara musikal, kacapi ini menjadi instrumen utama (Kacapi Indung) dalam ensambel tembang Sunda.
3. Kacapi Rincik
Kacapi Rincik merupakan pendamping dari kacapi Indung. Bentuknya lebih kecil (sekitar 95–100 cm) dan memiliki oktaf suara lebih tinggi. Fungsinya sebagai pelengkap melodi dalam iringan lagu-lagu panambih maupun Kacapi-Suling. Kacapi ini diperkenalkan sekitar tahun 1950-an dan memiliki 15 utas dawai.
4. Kacapi Siter
Jenis ini lebih sederhana dan ekonomis. Bentuknya kotak dengan bagian ujung trapesium. Digunakan dalam seni rakyat seperti Wayang Golek, Jenaka Sunda, serta sebagai instrumen pendidikan dasar bagi pemula. Dipopulerkan oleh seniman legendaris Mang Koko (Koko Koswara) pada era 1960-an melalui karya Wanda Anyar. Kacapi Siter menjadi populer karena praktis, ringan, dan terjangkau.
5. Kacapi Gesek dan Kacapi Mayung
Seniman Ubun Kubarsah menciptakan variasi baru dari kacapi, seperti Kacapi Gesek (dapat dipetik dan digesek, digunakan untuk nada bas) dan Kacapi Mayung, yang dirancang dengan sistem nada akor kelompok. Kacapi Mayung memiliki 42 dawai dan menggunakan sistem penyusunan nada yang berbeda dari kacapi konvensional, menjadi bagian dari inovasi dalam konser Kacapi Patareman.
Advertisement
Transformasi Fungsi dan Penggunaan Kecapi
Dahulu kacapi hanya digunakan dalam konteks sakral seperti upacara pertanian, namun kini berkembang menjadi instrumen utama dalam seni pertunjukan populer Sunda. Kacapi hadir dalam berbagai bentuk pertunjukan: Pantun, Tembang Sunda Cianjuran, Kacapi-Suling, Celempungan, hingga Kacapi Patareman (ansambel modern).
Peran kacapi dalam pertunjukan tidak hanya sebagai pendukung irama, tetapi juga sebagai pemegang struktur musikal. Misalnya, dalam Tembang Sunda, kacapi berperan mengiringi vokal dengan cara kemprang (petikan berirama) atau pasieupan (mengikuti alur lagu).
Sistem Nada dan Teknik Permainan
Kacapi Sunda mengikuti sistem laras pelog dan salendro yang disusun dalam lima nada pokok (pentatonik). Penalaan dawai dilakukan berdasarkan laras tertentu seperti degung, madenda, atau salendro, dan dapat disesuaikan dengan panjang suling atau garpu tala.
Cara memainkan kacapi bisa dengan dipetik (dikaït) atau dijentik (disintreuk). Orang Baduy memainkan kacapi hanya dengan menjentik menggunakan dua telunjuk. Dalam pertunjukan umum, kombinasi teknik petik dan jentik digunakan untuk membentuk alur melodi, ritme, dan dinamika musik yang kaya.
5 FAQ Tentang Kecapi Sunda
1. Apa itu kecapi Sunda dan bagaimana cara memainkannya?
Kecapi Sunda adalah alat musik petik tradisional khas masyarakat Sunda (Jawa Barat), yang terbuat dari kayu dengan 7 hingga 22 senar logam. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik atau dijentik menggunakan ujung jari tangan kanan dan kiri. Dalam pertunjukan musik Sunda, kecapi biasanya berfungsi sebagai pengiring vokal atau alat musik lain seperti suling dan rebab.
2. Apa saja jenis-jenis kecapi yang dikenal dalam budaya Sunda?
Jenis-jenis kecapi Sunda antara lain:
- Kecapi Baduy: Digunakan dalam upacara adat padi masyarakat Baduy, bentuknya seperti perahu dengan ujung menyerupai sanggul.
- Kecapi Cianjuran (Tembang): Digunakan untuk mengiringi Pantun dan Tembang Sunda Cianjuran, memiliki 18 senar.
- Kecapi Rincik: Ukuran lebih kecil, suaranya lebih tinggi, digunakan sebagai pelengkap kecapi utama.
- Kecapi Siter: Bentuk sederhana dan ekonomis, sering digunakan untuk pemula dan dalam pertunjukan rakyat.
- Kecapi Gesek & Mayung: Bentuk inovasi modern dengan fungsi baru dan pengembangan sistem nada.
3. Dalam konteks budaya Sunda, di mana saja kecapi digunakan?
Kecapi digunakan dalam berbagai jenis kesenian dan upacara adat Sunda, antara lain:
- Upacara Padi (seperti di Baduy dan Rancakalong),
- Pantun Sunda,
- Tembang Sunda Cianjuran,
- Kacapi Suling,
- Celempungan,
- Jenaka Sunda,
- Kacapi Patareman, hingga
- Lagu-lagu Wanda Anyar ciptaan seniman seperti Mang Koko.
4. Apa perbedaan antara kecapi indung dan kecapi rincik dalam pertunjukan Cianjuran?
- Kecapi Indung adalah kecapi utama dengan ukuran besar dan suara dasar dalam pertunjukan.
- Kecapi Rincik berukuran lebih kecil, memiliki oktaf suara lebih tinggi, dan berfungsi sebagai pelengkap yang memberikan hiasan melodi dalam bentuk ritmis dan dinamis. Biasanya mulai digunakan sejak era 1950-an dalam iringan lagu panambih atau Kacapi-Suling.
5. Bagaimana sistem nada pada kecapi Sunda disusun?
Kecapi Sunda menggunakan sistem tangga nada pentatonik (lima nada pokok) dalam laras pelog, salendro, dan madenda (sorog). Penalaan dilakukan berdasarkan nada dasar yang disebut barang (mirip dengan nada C dalam musik Barat), dan sistem penyetelan disesuaikan dengan jenis kesenian serta instrumen lain yang digunakan, seperti suling. Dalam praktiknya, penyetelan dilakukan secara teliti menggunakan rasa musikal si pemain.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4340795/original/003618800_1677572229-Kacapi-tuners.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)