Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menantikan datangnya hari besar yang sarat makna spiritual dan nilai kemanusiaan. Tak heran jika banyak yang mulai bertanya, berapa hari lagi Hari Raya Idul Adha, sebagai bentuk antusiasme menyambut momen suci tersebut. Hari raya ini bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga perwujudan kepatuhan dan keikhlasan kepada Allah SWT.
Suasana menjelang Idul Adha biasanya diwarnai dengan berbagai persiapan, mulai dari kegiatan amal, gotong royong, hingga belanja kebutuhan untuk keluarga. Pertanyaan seperti berapa hari lagi Hari Raya Idul Adha pun kerap terdengar dalam percakapan sehari-hari, menandakan bahwa masyarakat benar-benar menanti momen penuh berkah ini. Tradisi yang berlangsung turun-temurun membuat suasana hari raya semakin meriah dan hangat.
Advertisement
Tak hanya berkaitan dengan ibadah, Hari Raya Kurban juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi serta berbagi rezeki kepada sesama. Menjelang hari tersebut, perhitungan berapa hari lagi Hari Raya Idul Adha semakin sering dicari, agar semua persiapan dapat dilakukan secara maksimal. Dengan semangat pengorbanan dan kebersamaan, Idul Adha selalu menghadirkan pesan mendalam yang menyentuh hati setiap umat.
Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam berapa hari lagi Idul Adha 2025, Selasa (13/5/2025).
Perkiraan Idul Adha 2025
![[Bintang] Idul Adha](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/Mag6UHD4qH6suKCPLrdP9JnerL4=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1697481/original/051664300_1504244135-qrbann_3.jpg)
Menurut hasil perhitungan yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama dengan beberapa sumber kredibel lainnya, Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah diperkirakan akan dirayakan pada hari Jumat, tanggal 6 Juni 2025. Perkiraan ini didasarkan pada proyeksi awal bulan Dzulhijjah, yang menurut prediksi akan dimulai pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa informasi tersebut masih bersifat sementara dan belum ditetapkan secara resmi, karena masih menunggu pengumuman hasil sidang isbat.
Sidang isbat merupakan forum resmi yang diadakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama RI untuk menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk tanggal 1 Dzulhijjah, yang menjadi penentu kapan Hari Raya Idul Adha jatuh. Dalam proses sidang tersebut, para ahli dan pihak terkait menggunakan dua pendekatan utama, yakni metode hisab (perhitungan secara astronomi) dan metode rukyat (pengamatan langsung terhadap keberadaan hilal di langit). Kedua metode ini dipadukan untuk mendapatkan hasil yang valid dan dapat diterima oleh seluruh umat Islam di Indonesia.
Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar dan berpengaruh di Indonesia, telah mengumumkan jadwal Hari Raya Idul Adha lebih awal. Berdasarkan metode hisab hakiki yang secara konsisten digunakan oleh Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Qomariyah, mereka menetapkan bahwa tanggal 1 Zulhijah 1446 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Oleh karena itu, Hari Raya Idul Adha versi Muhammadiyah ditetapkan pada hari Jumat, 6 Juni 2025.
Walaupun Muhammadiyah telah mengambil keputusan tersebut, mayoritas masyarakat Muslim di Indonesia masih menanti hasil resmi dari sidang isbat yang digelar pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah Idul Adha di seluruh wilayah Nusantara, agar semangat kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan syariat tetap terjaga.
Sebagai salah satu hari besar dalam kalender Islam, Idul Adha memiliki kedudukan yang sangat penting. Hari raya ini diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban. Dalam perayaannya, umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan mengenang keteladanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya demi menjalankan perintah Tuhan. Selain itu, Idul Adha juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial melalui pembagian daging kurban kepada mereka yang membutuhkan, serta memperkuat tali silaturahmi antar sesama umat Muslim.
Advertisement
Arti Penting Perayaan Idul Adha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187904/original/032958400_1595477324-agama-arsitektur-bangunan-budaya-2989625.jpg)
Pengorbanan dan Kesetiaan
Idul Adha memiliki makna yang mendalam, dalam hal pengorbanan dan kesetiaan kepada Allah. Perayaan ini mengingatkan umat Muslim tentang kisah Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putranya, Nabi Ismail, sebagai tanda kesetiaan dan pengabdian yang tak tergoyahkan kepada Allah.
Dalam kisah tersebut, Nabi Ibrahim menunjukkan kesiapannya untuk mengorbankan hal yang paling dicintai dalam rangka memenuhi perintah Allah. Namun, Allah dengan kemurahan hati-Nya menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai tanda pengorbanan yang diterima-Nya.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ١٠٢
Fa lammâ balagha ma'ahus-sa'ya qâla yâ bunayya innî arâ fil-manâmi annî adzbaḫuka fandhur mâdzâ tarâ, qâla yâ abatif'al mâ tu'maru satajidunî in syâ'allâhu minash-shâbirîn
Artinya: "Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar." (Surah As-Saffat ayat 102)
Ketakwaan
Idul Adha juga menjadi kesempatan bagi umat Muslim, untuk meningkatkan ketaqwaan dan ketakwaan mereka kepada Allah. Selama perayaan ini, umat Muslim berpartisipasi dalam ibadah dan salat Idul Adha, merenungkan ajaran-ajaran agama, dan melakukan refleksi pribadi.
Hal ini mendorong umat Muslim untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, memperbaiki perilaku mereka, dan menjalankan perintah-Nya dengan tekun.
Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Salah satu aspek penting dalam perayaan Idul Adha, adalah praktik kurban hewan ternak. Umat Muslim yang mampu secara finansial menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ibadah dan pengorbanan kepada Allah.
Daging hewan kurban kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan, termasuk fakir miskin, yatim piatu, dan kaum marginal. Ini memperkuat nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial dalam masyarakat Muslim.
Tradisi Hari Raya Muslim
![[Bintang] Ilustrasi Masjid](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/gWdgEztk_LacVU26HvZjaCZnsyM=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1696699/original/078260300_1504165984-Advantour.jpg)
1. Kurban Hewan Ternak
Tradisi utama dalam perayaan Idul Adha adalah kurban hewan ternak. Umat Muslim yang mampu secara finansial membeli hewan seperti sapi, kambing, atau domba untuk dikurbankan. Pemilihan hewan kurban dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan usia hewan sesuai dengan ketentuan agama. Proses kurban dilakukan dengan mempersembahkan hewan kepada Allah, mengikuti tata cara dan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Setelah penyembelihan, daging hewan kurban dibagi menjadi tiga bagian di mana satu bagian untuk keluarga, satu bagian untuk tetangga dan kerabat, dan satu bagian lagi untuk disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Tradisi kurban ini mengajarkan umat Muslim tentang pengorbanan, berbagi, dan solidaritas sosial.
2. Sholat Idul Adha
Pada hari Idul Adha, umat Muslim berkumpul di masjid atau lapangan terbuka untuk melaksanakan shalat Idul Adha. Sholat ini dilakukan secara berjamaah dan dipimpin oleh seorang imam. Shalat Idul Adha memiliki takbir khusus yang dilantunkan untuk mengungkapkan kebesaran Allah.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢
Fa salli lirabbika wan-har
Artinya:" Maka, laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!" (Surah Al-Kautsar ayat 2)
Setelah shalat, biasanya dilanjutkan dengan khutbah yang mengingatkan umat Muslim tentang pentingnya pengorbanan, kesetiaan, dan ketaqwaan kepada Allah. Shalat Idul Adha juga menjadi momen untuk mempererat hubungan sosial dan merayakan kebersamaan umat Muslim.
3. Pengunjungan ke Makam Keluarga
Tradisi lain yang dilakukan oleh sebagian umat Muslim selama perayaan Idul Adha adalah mengunjungi makam keluarga. Mereka mengunjungi kuburan orang-orang terkasih yang telah meninggal, untuk mendoakan mereka dan menghormati jasa-jasa mereka.
Tradisi ini mencerminkan penghargaan umat Muslim terhadap para leluhur dan mengingatkan mereka akan pentingnya merawat hubungan dengan orang-orang yang telah tiada.
Advertisement
Keutamaan Berkurban Idul Adha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4482598/original/059567800_1687838786-8978160.jpg)
1. Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT
Salah satu hikmah utama dari ibadah kurban yang dilakukan pada Hari Raya Idul Adha adalah sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Hal ini tercermin dalam firman Allah dalam QS. Al Maidah ayat 27 yang berbunyi: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.”
Dengan demikian, ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan juga merupakan manifestasi nyata dari ketaatan dan keikhlasan seorang Muslim dalam menjalankan perintah-Nya. Ketika seseorang bersedia mengorbankan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban dan membagikannya kepada mereka yang membutuhkan, hal tersebut mencerminkan tingkat keimanan dan ketundukannya kepada Allah. Bahkan, disebutkan bahwa Allah memerintahkan para malaikat untuk menyampaikan kabar gembira kepada mereka yang dengan tulus menjalankan ibadah ini.
2. Memperbanyak Amal Saleh dan Bekal di Akhirat
Keutamaan lainnya dari berkurban pada Hari Raya Idul Adha adalah bahwa ibadah ini menjadi sarana untuk menambah amal kebaikan yang kelak menjadi bekal berharga di akhirat. Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah menyebutkan bahwa “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan.”Ini menunjukkan bahwa nilai amal dari ibadah kurban sangatlah besar dan tidak bisa diremehkan.Bukan hanya itu, hewan-hewan yang telah disembelih saat kurban menjadi saksi di hari perhitungan amal bagi setiap hamba Allah yang melaksanakannya. Keutamaan berkurban Idul Adha ini tertuang dalam HR Ibnu Majah:
“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah. Sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulunya. Sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.”
3. Menjadi Media Syiar dan Dakwah Islam
Ibadah kurban juga memiliki peran penting sebagai bentuk syiar Islam yang dapat dilakukan secara nyata oleh setiap Muslim. Melalui pelaksanaan kurban, umat Islam menunjukkan pengamalan ajaran agama yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS dan diteruskan oleh Nabi Ismail AS, yang merupakan perintah langsung dari Allah. Dengan melaksanakan kurban, seorang Muslim secara tidak langsung juga turut menyebarluaskan nilai-nilai ketauhidan, ketaatan, serta keikhlasan dalam beribadah.
Berkurban atau keutamaan berkurban Idul Adha membuat umat Muslim juga telah menyisihkan sebagian rezeki yang diberikan Allah untuk memenuhi kewajibannya sebagai umat untuk saling berbagi kepada sesama.
Hal keutamaan berkurban Idul Adha tersebut seperti yang tercantum dalam QS Al Hajj ayat 34 yaitu, “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).”
4. Menumbuhkan Jiwa Sosial dan Kepedulian Kemanusiaan
Keutamaan kurban lainnya adalah fungsinya sebagai wujud nyata aksi sosial dan bentuk kepedulian kemanusiaan. Dengan membagikan daging kurban kepada kaum dhuafa, fakir miskin, dan masyarakat yang membutuhkan, umat Islam telah menjalankan perintah Allah untuk saling membantu dalam kebaikan dan menciptakan keadilan sosial. Kegiatan ini secara tidak langsung membantu menciptakan keseimbangan dalam struktur sosial dan ekonomi masyarakat.
Lebih dari sekadar berbagi makanan, berkurban juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang antar sesama. Orang-orang yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan dan kenikmatan yang sama dengan mereka yang berkecukupan. Kurban menjadi jembatan antara kelompok kaya dan miskin, mempererat tali persaudaraan, serta memperkuat solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang peduli terhadap kesejahteraan umat manusia secara menyeluruh.
5. Mengungkapkan Rasa Syukur atas Nikmat Allah
Melalui ibadah kurban, umat Islam juga diajarkan untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang telah Allah limpahkan. Berkurban menjadi simbol konkret dari rasa terima kasih seorang hamba kepada Tuhannya atas rezeki, kesehatan, dan kehidupan yang masih bisa dinikmati. Bahkan dalam kondisi yang sulit sekalipun, perintah untuk berkurban tetap dijaga sebagai bentuk pengabdian dan ungkapan syukur kepada Allah SWT.
Dengan menyisihkan sebagian harta untuk kurban, seorang Muslim menunjukkan bahwa segala sesuatu yang dimiliki sejatinya adalah titipan dari Allah yang harus digunakan untuk tujuan yang mulia. Tindakan ini mencerminkan kesadaran spiritual yang tinggi serta pengakuan bahwa rezeki yang diperoleh tidak terlepas dari kehendak dan rahmat Allah. Maka, berkurban bukan hanya kewajiban, melainkan juga sarana untuk menumbuhkan rasa syukur dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3183318/original/095421500_1595025864-863.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260719/original/004737300_1781644637-000_B7BY7EB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261701/original/046985700_1781754821-000_B7GK8PT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290686/original/071046700_1782151905-000_B7WZ2B3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261061/original/001985800_1781677236-063_2281989304.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7831469/original/012176400_1780651630-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_13.01.18__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239408/original/049205600_1780024133-5808621281987571588.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675134/original/082353600_1780469988-1000336312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7517869/original/075662500_1780290249-Cara_Menghilangkan_Bau_Daging_di_Freezer_Usai_Idul_Adha.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7516880/original/051039500_1780289122-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239877/original/052325600_1780024780-17674852802150296434.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7147268/original/077510400_1779935388-5.jpg)