Apa Tujuan Penelitian? Ketahui Pengertian dan Jenis-jenisnya

Tujuan adalah suatu penjabaran dari sebuah visi dan misi, merupakan suatu hal yang akan dicapai dan dihasilkan oleh berbagai lembaga dan perusahaan.

Diperbarui 14 Juni 2025, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia akademik dan ilmiah, penelitian menjadi aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari upaya pencarian pengetahuan. Penelitian dilakukan bukan hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu, tetapi juga untuk menemukan solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa tujuan dari sebuah penelitian, karena dari sinilah arah dan hasil akhir kegiatan ilmiah bisa dipertanggungjawabkan secara logis dan sistematis.

Menurut Sugiyono dalam bukunya Metode Penelitian Pendidikan (2023), menjelaskan bahwa apa tujuan penelitian pada dasarnya adalah untuk menemukan, membuktikan, dan mengembangkan suatu pengetahuan agar dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memiliki fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, pendapat serupa disampaikan oleh Arikunto dalam Prosedur Penelitian (2006), yang menjelaskan bahwa penelitian bertujuan untuk memperoleh data dan informasi yang valid, yang dapat digunakan dalam menjawab permasalahan tertentu.

Jenis-jenis penelitian sendiri cukup beragam, mulai dari penelitian kualitatif, kuantitatif, hingga tindakan atau eksperimen. Masing-masing memiliki pendekatan dan orientasi yang berbeda tergantung pada apa tujuan dari kegiatan ilmiah tersebut. Dengan memahami pengertian dan jenis-jenisnya, peneliti dapat merancang metode yang tepat guna menghasilkan kesimpulan yang valid, bermanfaat, dan aplikatif di berbagai bidang keilmuan maupun sektor praktis.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Sabtu (14/6/2025).

Apa Tujuan Penelitian

Penelitian merupakan kegiatan sistematis yang dilakukan untuk mencari, menemukan, dan mengembangkan pengetahuan baru. Dalam praktiknya, apa tujuan penelitian bukan hanya sebatas mendapatkan data, tetapi juga untuk menjawab pertanyaan atau permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya. Secara umum, penelitian bertujuan untuk mengungkap fakta, membuktikan hipotesis, mengembangkan teori, serta memberikan rekomendasi solusi atas persoalan yang muncul dalam kehidupan nyata.

Menurut Sugiyono dalam buku Metode Penelitian Pendidikan (2023), menjelaskan bahwa tujuan penelitian adalah untuk menemukan, mengembangkan, dan membuktikan suatu pengetahuan agar dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Pernyataan ini menegaskan bahwa penelitian memiliki kontribusi langsung terhadap pemecahan masalah praktis, sekaligus pengembangan teori secara akademik. Dengan tujuan yang jelas, proses penelitian menjadi lebih terarah dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Selain itu, dalam buku Metodologi Penelitian Kualitatif (2021) karya Lexy J. Moleong, dijelaskan bahwa penelitian bertujuan untuk memahami realitas sosial dari perspektif partisipan, bukan untuk membuktikan teori semata. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pendekatan kualitatif, apa tujuan penelitian lebih fokus pada pemahaman mendalam terhadap makna atau pengalaman manusia dalam konteks tertentu. Dengan demikian, apa tujuan penelitian dapat berbeda tergantung pendekatan yang digunakan, tetapi pada intinya tetap bertujuan untuk memperluas wawasan dan menyelesaikan persoalan secara ilmiah.

Jenis-Jenis Penelitian

1. Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami makna, proses, atau pengalaman manusia dari sudut pandang partisipan. Data yang dikumpulkan bersifat non-numerik seperti narasi, wawancara, observasi lapangan, atau dokumentasi. Ciri khas dari penelitian ini adalah fokusnya pada kedalaman makna, bukan pada kuantitas data. Peneliti berperan aktif dalam menginterpretasi fenomena, dan hasil penelitiannya disusun secara deskriptif untuk menggambarkan realitas sebagaimana adanya.

2. Penelitian Kuantitatif

Penelitian ini menggunakan angka dan statistik untuk mengukur dan menganalisis hubungan antar variabel. Pendekatan kuantitatif biasanya menggunakan survei atau instrumen terstandar seperti kuesioner. Ciri utama penelitian kuantitatif adalah objektivitas, keterukuran, dan kemampuan menghasilkan data yang dapat digeneralisasi. Analisis data dilakukan menggunakan rumus atau perangkat statistik untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya.

3. Penelitian Tindakan (Action Research)

Jenis penelitian ini dilakukan oleh praktisi di lapangan, seperti guru atau manajer, dengan tujuan memperbaiki praktik yang sedang berlangsung. Penelitian tindakan bersifat siklikal, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi hasil, hingga refleksi dan perencanaan ulang. Ciri khasnya terletak pada keterlibatan langsung peneliti dalam perubahan dan perbaikan proses, serta sifatnya yang kontekstual dan berorientasi pada solusi praktis.

4. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen bertujuan menguji hubungan sebab-akibat antar variabel melalui perlakuan tertentu pada kelompok eksperimen, dengan membandingkannya terhadap kelompok kontrol. Ciri utama dari jenis ini adalah kontrol yang ketat terhadap variabel bebas dan terikat, penggunaan prosedur terstandar, serta penerapan uji statistik untuk menguji pengaruh perlakuan. Eksperimen sering digunakan di bidang sains, psikologi, dan pendidikan untuk menilai efektivitas suatu metode atau produk.

5. Penelitian Pengembangan (R&D - Research and Development)

Jenis penelitian ini berfokus pada penciptaan atau penyempurnaan produk tertentu yang aplikatif, seperti media pembelajaran, alat bantu, atau perangkat lunak. Penelitian pengembangan memiliki ciri khas berupa gabungan antara teori dan praktik, serta melibatkan uji coba produk di lapangan. Prosesnya meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan evaluasi secara bertahap, sehingga hasil akhirnya dapat digunakan secara langsung dalam kehidupan nyata.

6. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan suatu fenomena secara sistematis dan faktual tanpa mengkaji hubungan sebab-akibat. Ciri utama dari penelitian ini adalah pemaparan kondisi objek penelitian sebagaimana adanya, berdasarkan observasi, dokumentasi, atau survei. Penelitian ini sering digunakan untuk memetakan kondisi sosial, sikap masyarakat, atau tren tertentu yang sedang terjadi, tanpa ada perlakuan khusus dari peneliti.

7. Penelitian Historis

Penelitian historis digunakan untuk menelusuri dan merekonstruksi peristiwa masa lalu berdasarkan data-data historis seperti arsip, dokumen, atau catatan lama. Penelitian ini memiliki ciri khas dalam pendekatannya yang retrospektif dan interpretatif terhadap fakta sejarah. Peneliti harus mampu mengevaluasi keabsahan sumber dan menyusun narasi yang logis serta relevan dengan konteks masa kini, sehingga dapat memberikan pemahaman terhadap perkembangan suatu fenomena.

Cara Membuat Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang ingin dicapai oleh peneliti dalam kegiatan ilmiahnya. Menyusun tujuan penelitian yang baik dan benar sangat penting agar arah penelitian menjadi jelas, fokus, dan dapat diukur keberhasilannya. Tujuan ini harus disusun berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, langkah awal dalam membuat tujuan penelitian adalah memahami terlebih dahulu permasalahan yang hendak diteliti, lalu menerjemahkannya ke dalam bentuk pernyataan yang menggambarkan hasil yang ingin dicapai. Cara yang tepat dalam membuat tujuan penelitian adalah dengan menggunakan kalimat aktif dan operasional. Tujuan sebaiknya ditulis secara spesifik, terukur, dan relevan dengan pokok masalah. 

Sedangkan dalam sebuah karya ilmiah, tujuan penelitian memegang peranan penting karena menjadi dasar arah dan batasan penelitian yang dilakukan. Tujuan ini harus dirumuskan dengan jelas agar pembaca memahami apa yang ingin dicapai oleh peneliti. Untuk membuat tujuan penelitian yang baik dan benar, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami permasalahan atau isu utama yang akan diteliti. Dari rumusan masalah itulah, tujuan dirancang sebagai jawaban atau capaian yang ingin diperoleh melalui proses ilmiah.

Penulisan tujuan dalam karya ilmiah harus bersifat spesifik, operasional, dan relevan dengan judul serta masalah penelitian. Kalimat tujuan sebaiknya menggunakan kata kerja aktif seperti “mengidentifikasi”, “menganalisis”, “menjelaskan”, “mengetahui”, atau “mengembangkan”.

Contoh Tujuan Penelitian

1. Contoh Tujuan Penelitian Kuantitatif (Eksperimen Pendidikan)

Judul: Pengaruh Metode Pembelajaran Problem-Based Learning terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Bandung tahun ajaran 2024/2025.

2. Contoh Tujuan Penelitian Kualitatif (Studi Kasus Sosial)

Judul: Makna Tradisi Sedekah Laut bagi Nelayan di Pantai Selatan Jawa

Tujuan Penelitian: Untuk memahami makna dan nilai simbolik dari tradisi sedekah laut sebagaimana dipersepsikan oleh masyarakat nelayan di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah.

3. Contoh Tujuan Penelitian Deskriptif

Judul: Tingkat Kepuasan Pelanggan terhadap Pelayanan Jasa Ekspedisi XYZ

Tujuan Penelitian: Untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan pelanggan terhadap aspek pelayanan jasa ekspedisi XYZ di Kota Surabaya, meliputi ketepatan waktu, keamanan barang, dan keramahan petugas.

4. Contoh Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Judul: Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi melalui Teknik Mind Mapping pada Siswa Kelas VII SMP

Tujuan Penelitian: Untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Yogyakarta melalui penerapan teknik pembelajaran mind mapping.

5. Contoh Tujuan Penelitian Pengembangan (R&D)

Judul: Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android untuk Mata Pelajaran IPA

Tujuan Penelitian: Untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Android yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPA di tingkat SMP.

QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Apa Tujuan Penelitian

Q: Mengapa tujuan penelitian penting dalam karya ilmiah?

A: Karena tujuan penelitian membantu menentukan fokus, batasan, serta arah penelitian secara sistematis. Tanpa tujuan yang jelas, penelitian dapat menjadi tidak terarah dan sulit diukur keberhasilannya.

Q: Bagaimana cara merumuskan tujuan penelitian yang baik?

A: Tujuan penelitian harus dirumuskan berdasarkan rumusan masalah. Gunakan kalimat aktif, jelas, dan operasional dengan kata kerja seperti “menganalisis”, “mengetahui”, atau “mengidentifikasi”. Tujuan juga harus spesifik dan sesuai dengan konteks penelitian.

Q: Apa perbedaan antara tujuan umum dan tujuan khusus dalam penelitian?

A: Tujuan umum menjelaskan hasil yang ingin dicapai secara keseluruhan, sementara tujuan khusus merinci bagian-bagian atau aspek yang akan diteliti. Tujuan khusus membantu menjabarkan langkah konkret dari tujuan umum.

Q: Apakah semua jenis penelitian memiliki tujuan yang sama?

A: Tidak. Tujuan penelitian dapat berbeda tergantung pendekatannya. Penelitian kuantitatif cenderung bertujuan menguji hubungan antar variabel, sedangkan penelitian kualitatif lebih fokus pada memahami makna atau fenomena.

Q: Bolehkah tujuan penelitian berubah saat proses penelitian berlangsung?

A: Tujuan penelitian sebaiknya tetap konsisten agar metodologi dan analisisnya relevan. Namun, dalam penelitian eksploratif atau kualitatif, penyesuaian tujuan bisa saja terjadi sesuai perkembangan data di lapangan, selama disertai penjelasan logis.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6