KKHI Siapkan Layanan Kesehatan Ramah Perempuan untuk Jemaah Haji Indonesia

KKHI menyatakan layanan diberikan tanpa membedakan jenis kelamin jemaah haji Indonesia, namun ada penyesuaian.

Diterbitkan 30 April 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menyiapkan layanan kesehatan ramah perempuan bagi jemaah haji Indonesia selama musim haji 2026. Fasilitas ini mencakup pemisahan ruang observasi antara pasien laki-laki dan perempuan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr. Mohammad Rizki, menyatakan layanan diberikan tanpa membedakan jenis kelamin, namun ada penyesuaian pada fasilitas tersebut.

"Secara prinsip, kami tidak membedakan layanan antara jemaah pria dan wanita, tapi ruang observasi kami pisahkan agar jemaah lebih nyaman," katanya saat ditemui di KKHI, Aziziyah, Makkah, Selasa, 28 April 2026. 

Selain itu, KKHI juga memperkuat layanan kesehatan jiwa dengan menyiagakan dua dokter spesialis psikiatri. Langkah ini diambil untuk menangani jemaah dengan gangguan kesehatan mental, termasuk demensia.

“Kalau ada masalah kesehatan, khususnya gangguan jiwa, jemaah bisa dirujuk ke KKHI untuk ditangani langsung oleh psikiater," ujar dia.

KKHI menerapkan sistem rujukan berjenjang. Tenaga kesehatan di kelompok terbang (kloter) menjadi garda terdepan dalam deteksi awal kondisi jemaah. Jika pasien tidak dapat ditangani di tingkat kloter atau sektor, petugas dapat merujuk ke KKHI atau langsung ke rumah sakit Arab Saudi sesuai tingkat kegawatan.

KKHI tidak menyediakan ruang rawat inap seperti tahun-tahun sebelumnya. Petugas hanya melakukan observasi maksimal empat jam sebelum menentukan tindak lanjut pasien. "Dalam waktu maksimal empat jam kami harus menentukan apakah pasien perlu dirujuk ke rumah sakit atau bisa kembali ke kloter," sebut dr. Rizki.

Jumlah Tenaga Kesehatan di Makkah

 

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dr. Edi Supriyatna, menyebutkan, total 122 tenaga kesehatan disiagakan untuk mendukung layanan tersebut, terdiri dari 54 personel di KKHI Makkah dan 68 lainnya tersebar di 10 sektor.

KKHI membagi penanganan pasien berdasarkan tingkat keparahan. Kasus berat (level 1–2) langsung dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, kasus sedang (level 3) ditangani di KKHI, sedangkan kasus ringan (level 4–5) ditangani di pos kesehatan satelit oleh tim kloter.

Untuk memenuhi regulasi setempat, KKHI bekerja sama dengan Saudi German Hospital dalam pengurusan perizinan layanan kesehatan. Sesuai ketentuan, satu klinik melayani 5.000 jemaah. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang mencapai 221 ribu, KKHI menyiapkan sekitar 47 pos kesehatan yang tersebar di Makkah, sektor, Madinah, serta Armuzna.

Â