Jangan Anggap Remeh Varises, Itu Tanda Gangguan di Pembuluh Darah Vena

Orang awam biasanya anggap varises terkait penampilan. Faktanya, varises yang muncul itu tanda adanya gangguan aliran balik darah di tungkai bawah.

Diterbitkan 15 April 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Varises bukan sekadar urat keunguan atau biru menonjol di kaki yang mengganggu penampilan. Varises merupakan bagian dari penyakit vena kronis yang mencerminkan adanya gangguan aliran balik darah di tungkai bawah.

"Varises adalah sinyal dari sistem sirkulasi yang mulai terganggu, bukan sekadar urat berwarna kebiruan di permukaan kulit," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, Emanoel Oepangat.

Emanoel mengatakan varises biasanya berkembang perlahan dan tampak ringan. Dimulai dengan kaki terasa berat, nyeri tumpul, atau cepat lelah setelah beraktivitas. Lalu, muncul keluhan seperti pergelangan kaki membengkak, terutama di sore hari.

Baru kemudian tampak gambaran pembuluh darah halus vena kebiruan atau keunguan di bawah kulit. Lalu, muncul pembuluh darah vena yang tebal dan terpuntir di permukaan kulit.Jika sudah tahap lanjut, muncul perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, terutama di area betis bawah.

Emanoel mengatakan jika gejala di atas terjadi, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan varises makin sulit jika lama dibiarkan.

"Banyak pasien baru datang ketika sudah muncul keluhan nyeri, bengkak, atau luka di kaki. Padahal, varises adalah kondisi progresif yang semakin sulit diatasi jika dibiarkan terlalu lama,” kata dokter yang praktik di Heartology Cardiovascular Hospital Jakarta dalam pesan tertulis.

Jika varises ditangani dini, maka bisa mencegah komplikasi serius seperti insufisiensi vena kronis, ulkus (lesi berbentuk kawah yang terjadi pada lapisan kulit), hingga trombosis vena dalam (gumpalan darah di vena dalam).

Penanganan Varises

Emanoel mengatakan pada pasien dengan varises maka akan menjalani evaluasi katup vena dan derajat insufisiensi secara presisi menggunakan Duplex Ultrasound Vaskular. Ini adalah teknologi pencitraan yang mampu menilai fungsi katup dan mendeteksi lokasi sumbatan dengan akurasi tinggi.

Dari pemeriksaan tersebut bakal diketahui hasilnya yang menentukan terapi yang paling tepat. Penanganan varises bisa dengan:

  • Terapi kompresi medis untuk meningkatkan aliran balik vena
  • Sclerotherapy, penyuntikan larutan khusus untuk menutup vena bermasalah
  • Radiofrequency Ablation dan Laser Vein Therapy, teknik minim invasif tanpa sayatan besar yang memungkinkan pasien pulang di hari yang sama.

“Penanganan varises dilakukan secara menyeluruh dengan memperbaiki sirkulasi aliran balik, mengembalikan fungsi vena, dan mencegah komplikasi jangka panjang," kata Emanoel.

Penyebab Varises Muncul

Varises bisa terjadi pada pria dan wanita. Memang prevalensi wanita mengalami varises lebih besar menurut data dari Journal of Vascular Surgery dan World Health Organization (WHO). Di mana mencatat bahwa prevalensi varises mencapai sekitar 25% pada wanita dan 10–15% pada pria di seluruh dunia.

Pada pria, gejala varises umumnya berupa rasa berat pada tungkai, nyeri tumpul setelah berdiri lama, pembengkakan di pergelangan kaki, serta munculnya vena menonjol atau berliku di permukaan kulit.

Kondisi varises pada pria kerap dijumpai pada mereka dengan pekerjaan yang menuntut berdiri lama (seperti petugas keamanan, tenaga medis, atau pekerja pabrik) maupun duduk dalam waktu lama (seperti pengemudi atau pekerja kantoran).

Sementara itu, wanita memang lebih rentan alami varises terkait pengaruh hormonal, terutama saat kehamilan atau menopause.

“Hormon estrogen dan progesteron dapat melemahkan dinding pembuluh darah, sementara tekanan intra-abdomen saat hamil menambah beban kerja vena di tungkai,” jelas Emanoel.