Operasi Lutut Adalah Cara Efektif Mengatasi Kerusakan Sendi, Ini Perkembangannya

Operasi lutut efektif atasi kerusakan sendi dengan teknologi robotik, implan modern, dan pemulihan cepat tanpa perlu ke luar negeri.

Diterbitkan 14 April 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Operasi lutut adalah salah satu solusi medis yang semakin banyak dipilih untuk mengatasi kerusakan sendi, terutama pada kasus osteoartritis yang kian meningkat di Indonesia.

Seiring perkembangan teknologi, prosedur ini kini tidak hanya berfokus pada keberhasilan operasi, tapi juga pada pemulihan pasien yang lebih cepat, minim nyeri, dan hasil yang lebih presisi.

Kondisi kerusakan sendi lutut umumnya ditandai dengan nyeri berkepanjangan, keterbatasan gerak, hingga penurunan kualitas hidup.

Jika terapi konservatif seperti obat-obatan dan fisioterapi tidak lagi efektif, operasi penggantian sendi lutut atau Total Knee Replacement (TKR) menjadi pilihan yang direkomendasikan.

Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia mengatakan bahwa kebutuhan layanan ortopedi di Indonesia terus meningkat, namun masih banyak pasien yang memilih berobat ke luar negeri.

"Dengan menghadirkan kolaborasi internasional, kami ingin memastikan pasien di Indonesia dapat merasakan standar perawatan ortopedi terbaik dunia tanpa harus ke luar negeri," ujar Navin.

Perkembangan terbaru dalam operasi lutut adalah pemanfaatan teknologi robotik yang memungkinkan tindakan dilakukan dengan tingkat akurasi lebih tinggi.

Teknologi ini membantu dokter dalam menentukan posisi implan secara presisi sesuai anatomi pasien, sehingga hasil operasi menjadi lebih optimal.

Menurut Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Konsultan Hip Knee & Adult Reconstruction di Mayapada Hospital Surabaya, Prof. DR. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K), kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam prosedur TKR.

"Kemajuan teknologi mendorong perubahan signifikan dalam tindakan Total Knee Replacement, sehingga prosedur kini semakin presisi berkat dukungan teknologi modern, termasuk sistem berbasis robotik," katanya.

 

Desain Implan Lutut Terus Berkembang

Selain teknologi, desain implan juga terus berkembang. Implan modern kini dirancang lebih personal, menyesuaikan struktur tubuh pasien sehingga memberikan kenyamanan lebih baik dan daya tahan jangka panjang.

Pakar Ortopedi Internasional, Prof. Nicolaas C. Budhiparama menekankan bahwa pasien saat ini tidak hanya mencari kesembuhan, tapi juga kualitas hidup pascaoperasi.

"Pasien tidak lagi hanya mencari hasil operasi yang baik, tetapi juga pemulihan yang cepat dan minim nyeri. Dengan teknologi robotik dan desain implan yang tepat, kita dapat memberikan hasil yang lebih konsisten dan optimal," ujarnya.

Tak kalah penting, pendekatan multidisiplin juga menjadi kunci keberhasilan operasi lutut modern. Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) melibatkan berbagai spesialis, mulai dari ortopedi, anestesi, rehabilitasi medik, hingga nutrisi klinik.

Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT(K) menjelaskan bahwa kolaborasi ini berdampak langsung pada hasil klinis pasien.

"Pendekatan multidisiplin terbukti meningkatkan akurasi diagnosis serta hasil klinis pasien, terutama pada kasus-kasus kompleks," katanya.

Dari perspektif global, Kevin Perry, MD dari Mayo Clinic USA menambahkan bahwa tren operasi lutut kini juga menyasar pasien usia lebih muda yang tetap aktif.

"Desain implan menjadi sangat krusial untuk memastikan daya tahan, stabilitas, dan fungsi sendi jangka panjang, terutama pada pasien yang masih aktif," tambahnya.

Dengan berbagai inovasi ini, operasi lutut kini menjadi prosedur yang semakin aman, efektif, dan memberikan harapan baru bagi pasien dengan kerusakan sendi.

Tak hanya menghilangkan nyeri, tetapi juga membantu pasien kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.