Liputan6.com, Jakarta - Fenomena membaca tarot untuk mengintip peruntungan hidup bukanlah hal baru. Namun, belakangan praktik baca tarot kembali menjadi tren, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z).
"Fenomena tarot semakin ramai diperbincangkan, khususnya di kalangan Generasi Z. Media spiritual yang dulu dianggap mistis kini berubah menjadi bagian dari tren," demikian dikutip dari laman Universitas Airlangga (Unair) pada Minggu, 18 Januari 2026.
Saat ini, banyak Gen Z menjadikan kartu tarot sebagai salah satu cara untuk mengurai kegelisahan terhadap hal-hal yang sudah maupun belum terjadi. Menanggapi tren tersebut, Psikolog Klinis Unair, Dian Kartika Amelia Arbi, M.Psi., memberikan pandangan dari perspektif psikologi.
Advertisement
"Dari sudut pandang psikologi, membaca tarot bisa menjadi salah satu cara individu, termasuk Gen Z, saat mereka menghadapi situasi yang tidak menyenangkan dan merasa tidak berdaya. Mereka kemudian mencari penjelasan eksternal atas kondisi yang sedang dihadapi, dengan harapan mendapatkan rasa tenang,"Â katanya.
Dia, menambahkan, proses pembacaan tarot dapat memunculkan gambaran atau narasi tertentu yang membuat individu merasa seolah mampu memprediksi atau memahami apa yang sedang terjadi dalam hidupnya.
Hal ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan berfungsi sebagai coping mechanism atau mekanisme penanganan stres.
"Ketika seseorang menghadapi situasi yang sulit diprediksi, kecemasan bisa muncul. Tarot kemudian menawarkan narasi tentang diri mereka tanpa penghakiman, yang bagi sebagian orang terasa menenangkan,"Â tambahnya.
Dampak Penggunaan Tarot yang Harus Gen Z Tahu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5114530/original/034480600_1738232179-1738220828378_arti-resonate-dalam-tarot.jpg)
Lebih lanjut, Dian mengatakan bahwa jika kegiatan dari membaca tarot dijadikan sebagai pendorong evaluasi yang justru membuat individu tersebut berkembang, tidak masalah.
"Tapi ada hal-hal lain yang justru bisa menjadi warning pada diri ketika terlalu mengandalkan pemikiran-pemikiran yang ditawarkan oleh tarot yang menghambat problem solving (penyelesaian masalah),"Â kata Dian.
Pemikiran yang membuat individu tidak berusaha memperbaiki situasi dirinya karena merasa bahwa apa yang terjadi sudah ditakdirkan. Dari perspektif psikologi disebut self-fulfilling prophecy.
"Jadi, bukan ramalan atau prediksi itu yang memang nyata terjadi. Tapi memang karena kita sudah meyakini hal itu sebelumnya akan terjadi, sehingga energi kita mengarahkan pada perilaku yang kita prediksi sebelumnya," katanya.
Â
Advertisement
Tips Hadapi Stres Secara Mandiri Tanpa Baca Tarot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5187756/original/080959200_1744688509-1744685279381_zodiac-tarot-cards.jpg)
Dian kemudian memberikan tips menghadapi stres secara mandiri. Yakni dengan belajar untuk mengelola stres dengan beberapa cara, seperti:
- Menulis jurnal
- Mengelola waktu
- Mengonsumsi makanan yang bergizi
- Berolahraga secara rutin.
Alih-alih mendatangi pembaca tarot, Dian lebih merekomendasikan untuk periksa dan konsultasi pada tenaga profesional.
"Dalam menghadapi krisis emosional, ketika individu tidak mampu menangani sendiri, maka hal terbaik adalah mendatangi psikolog maupun psikiater untuk mendapatkan penanganan secara profesional," tambahnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476001/original/026637100_1768704976-tarot.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)