Satu Operasi Atasi Tiga Masalah Jantung, Heartology Cetak Sejarah Bedah Jantung Minim Invasif di Indonesia

Heartology cetak sejarah bedah jantung minim invasif dengan satu operasi atasi tiga masalah jantung sekaligus, pertama di Indonesia.

Diterbitkan 31 Desember 2025, 17:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Heartology Cardiovascular Hospital kembali mencetak tonggak penting dalam dunia kedokteran jantung nasional. Untuk pertama kalinya di Indonesia, tim dokter Heartology berhasil melakukan tiga prosedur bedah jantung sekaligus dalam satu operasi Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), yakni Mitral Valve Repair (MVr), Atrial Septal Defect (ASD) Closure, dan Tricuspid Valve Repair (TVr) pada satu pasien dengan hasil klinis optimal.

Keberhasilan ini menempatkan Heartology sebagai rumah sakit pertama di Indonesia dan ketiga di dunia yang mendokumentasikan tindakan kompleks tersebut melalui pendekatan minimal invasif. Pencapaian ini sekaligus membuka harapan baru bagi pasien penyakit jantung dengan risiko tinggi namun menginginkan pemulihan lebih cepat dan trauma minimal.

Pasien perempuan berumur 38 tahun asal Purwakarta datang dengan keluhan mudah lelah, jantung berdebar, dan sesak napas yang semakin memberat. Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), pasien diketahui mengalami Atrial Septal Defect (ASD) atau lubang pada sekat jantung yang menyebabkan aliran darah tidak normal.

Pemeriksaan lanjutan menggunakan echocardiography oleh dr. Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), FIHA, mengungkap kondisi yang lebih kompleks. Lubang pada sekat jantung telah berukuran besar dan berdampak pada fungsi katup mitral dan trikuspid, menandakan komplikasi lanjutan akibat beban volume jangka panjang.

"Saat kami melakukan pemeriksaan ekokardiografi, terlihat bahwa kebocoran di sekat jantung sudah berdampak pada kerja katup mitral dan trikuspid. Ini membutuhkan intervensi menyeluruh, bukan hanya menutup lubang di sekat. Diagnosis yang akurat menjadi kunci keberhasilan keseluruhan tindakan," ujar Ario.

 

3 Tindakan dalam 1 Operasi

Melihat kompleksitas kasus, tim Heartology memutuskan melakukan pendekatan Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS). Operasi dilakukan oleh dr. Dicky A. Wartono, Sp.BTKV, bersama dr. Akmal A. Sembiring, Sp.BTKV, dan dr. Rynaldo P. Hutagalung, Sp.BTKV.

Prosedur ini tergolong high-complexity MICS karena menggabungkan tiga tindakan mayor dalam satu operasi melalui sayatan minimal. "Kami melakukan koreksi pada tiga area vital jantung melalui ruang yang sangat terbatas, dengan hasil yang sangat memuaskan," kata Dicky.

Keberhasilan ini semakin bermakna karena secara global, hanya dua kasus serupa yang pernah dilaporkan dalam jurnal medis internasional.

Dengan demikian, Heartology menjadi pusat ketiga di dunia yang berhasil melakukan ASD closure, mitral valve repair, dan tricuspid valve repair secara bersamaan melalui MICS.

 

Heartology Cardiovascular Hospital sebagai Pusat Layanan Jantung

Dari sisi pasien, hasilnya sangat menggembirakan. Dalam waktu enam hari pascaoperasi, kondisi klinis pasien membaik signifikan, fungsi jantung stabil, dan keluhan sesak napas berkurang drastis.

"Kasus ini menunjukkan bahwa integrasi diagnosis presisi, teknologi imaging canggih, dan teknik bedah modern dapat diterapkan secara kolaboratif di Indonesia," ujar Radityo.

Keberhasilan ini menegaskan posisi Heartology Cardiovascular Hospital sebagai pusat layanan jantung yang terus menghadirkan inovasi, dengan fokus pada keselamatan pasien, efektivitas tindakan, dan pemulihan yang lebih cepat melalui teknologi mutakhir.