Penuaan Kulit: Risiko Tumor Kulit dan Beragam Penyakit yang Sering Terjadi

Penuaan kulit sejak usia 30 tahun bisa picu tumor dan penyakit kulit. Simak tips pakar untuk mencegah risiko serius.

Diterbitkan 17 Desember 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Proses penuaan kulit bukan sekadar garis halus atau kerutan. Menurut dr. Dani Djuanda, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, Founder Clara Skin Clinic Raden Saleh, penuaan kulit sebenarnya dimulai sejak umur 30 tahun dan berpotensi memicu tumor kulit serta berbagai penyakit dermatologis.

"Banyak orang berpikir penuaan kulit baru terjadi di usia lanjut, padahal penurunan sistem fisiologis kulit sudah mulai sejak usia 30 tahun," kata Dani. Dia pun menekankan pentingnya memahami tanda-tanda awal penuaan untuk mencegah risiko lebih serius di kemudian hari.

Penuaan kulit dapat dikenali melalui fine lines, yaitu garis-garis halus yang biasanya muncul di sudut mata, atau yang dikenal sebagai crow’s feet. Selain itu, perubahan pigmentasi seperti dark spot, melasma, dan lentigo, serta garis senyum yang semakin terlihat (smile lines) menjadi indikator penting.

"Fine lines masih tipis, sedangkan wrinkle atau kerutan yang lebih dalam menandakan penuaan yang lebih lanjut," kata Dani.

Faktor penyebab penuaan dibagi menjadi dua, yakni intrinsic aging dari faktor internal seperti genetik dan hormon, serta extrinsic aging akibat paparan sinar UV, polusi, rokok, dan pola makan tidak sehat.

 

Risiko Tumor Kulit

Penuaan kulit juga meningkatkan risiko tumor dan kanker kulit. Luka kecil yang tidak sembuh atau bercak pigmentasi abnormal bisa menjadi pertanda awal. Jenis kanker kulit yang sering ditemui antara lain karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.

"Petani atau pekerja lapangan yang puluhan tahun terpapar matahari tanpa perlindungan berisiko mengalami kanker kulit, meskipun awalnya hanya luka kecil," kata Dani. Dia, menambahkan, genetik, ras, dan kebiasaan hidup juga memengaruhi risiko seseorang.

Selain tumor, penuaan menyebabkan berbagai kondisi kulit lain, seperti skin tag, karakosis, dan pigmentasi abnormal. Kondisi ini bisa mengganggu penampilan dan kenyamanan, meski tidak selalu bersifat ganas.

 

Pencegahan dan Perawatan

Pencegahan tetap menjadi kunci utama. Dani menekankan pentingnya pola hidup sehat, diet seimbang, tidur cukup, dan perlindungan kulit dari sinar matahari. Penggunaan sunscreen setiap hari, bahkan saat berada di dalam ruangan, menjadi langkah preventif penting.

Selain itu, pelembap (moisturizer) dan suplemen antioksidan seperti vitamin C, vitamin A, dan glutathione dapat membantu menjaga elastisitas dan hidrasi kulit.

Perawatan medis modern seperti laser, IPL, radiofrequency, skin booster, botox, dan filler juga tersedia untuk mencegah atau memperlambat tanda-tanda penuaan.

"Penuaan bukan kutukan. Yang terpenting adalah menjalani proses ini dengan rasa syukur dan menjaga kulit dari usia muda agar tetap sehat di masa tua," pungkas Dani.