DWP 2025 Siap Meriahkan Bali, Ini 5 Manfaat Menonton Konser Musik untuk Kesehatan Mental

Menonton konser musik seperti Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 yang akan digelar di Bali ternyata menawarkan 5 manfaat bagi kesehatan mental.

Diterbitkan 10 Desember 2025, 16:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 dipastikan kembali digelar di GWK Cultural Park, Bali, pada 12 hingga 14 Desember 2025. Festival musik dansa terbesar di Asia Tenggara ini memasuki edisi ke-16 dan kembali ke lokasi ikoniknya setelah sebelumnya sukses merayakan ulang tahun ke-15 di tempat yang sama.

Mengutip dari akun Instagram @djakartawarehouseproject, DWP 2025 akan menghadirkan total 67 penampil dari berbagai penjuru dunia. Sejumlah headliner utama yang dijadwalkan tampil antara lain Calvin Harris, Charlotte De Witte, Fisher, Skrillex, Steve Angello, Hugel, dan Sammy Virji. 

Festival ini juga akan diramaikan musisi global seperti Ilan Bluestone, Space 92, Paul Van Dyk, Nifra, Gil Glaze, dan Cyril, serta talenta lokal dan Asia seperti Dipha Barus, Whisnu Santika, Franc Fala, XYRA, Lukas Fran, dan ¥ØU$UK€ ¥UK1MAT$U.

Di balik kemeriahan musik, menghadiri konser musik seperti DWP 2025 juga kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi kesehatan mental. Melansir dari WNY Psychiatry & Counseling pada Rabu, 10 Desember 2025, berikut lima manfaat datang ke konser musik untuk kesehatan mental:

1. Musik Membantu Memperbaiki Suasana Hati

Musik memiliki cara unik untuk memengaruhi emosi seseorang. Lagu-lagu dengan tempo cepat dapat membangkitkan semangat, musik klasik dapat menenangkan, sementara musik dengan lirik tertentu dapat memberikan rasa keterhubungan.

Saat mendengarkan musik, tubuh dapat melepaskan endorfin dan dopamin yang dikenal sebagai zat kimia pemicu rasa senang. Respons ini dapat membantu meningkatkan suasana hati dan energi, terutama bagi mereka yang sedang mengalami stres, kecemasan, atau depresi.

2. Mengurangi Stres dan Memberi Efek Relaksasi

Mendengarkan musik, termasuk dalam konser langsung, dapat membantu menurunkan kadar kortisol, hormon yang sering dikaitkan dengan stres. Penurunan kortisol ini berpengaruh pada tubuh yang lebih rileks, tekanan darah yang menurun, serta perasaan lebih tenang. Suasana konser, di mana penonton dapat fokus menikmati musik, turut memperkuat efek relaksasi tersebut.

3. Mendorong Terbentuknya Koneksi Sosial

Konser musik menjadi ruang berkumpulnya banyak orang dengan minat yang sama. Bernyanyi bersama, menari, atau sekadar berada di tengah kerumunan penonton dapat menciptakan rasa kebersamaan. Lingkungan seperti ini dapat membantu membangun interaksi sosial yang positif, khususnya bagi individu yang merasa terisolasi atau memiliki kesulitan dalam bersosialisasi. Pengalaman bersama ini berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri dan kesehatan mental.

4. Membantu Fokus pada Momen Saat Ini

Konser musik memberikan kesempatan untuk hadir sepenuhnya di momen yang sedang dijalani. Dengan melibatkan pendengaran, penglihatan, dan perasaan, musik langsung dapat mengalihkan perhatian dari kekhawatiran tentang masa depan atau penyesalan masa lalu. Fokus pada pengalaman saat ini dapat membantu mengurangi kecemasan serta memberikan ruang bagi pemulihan emosional.

5. Mendorong Aktivitas Fisik dan Gerak Tubuh

Datang ke konser musik sering kali membuat penonton bergerak, menari, atau mengikuti irama lagu. Aktivitas fisik ringan seperti ini dapat memicu pelepasan endorfin yang berperan dalam meningkatkan rasa nyaman dan bahagia. Bagi sebagian orang, konser musik dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk bergerak tanpa terasa seperti melakukan olahraga formal.