Angka Stunting Turun, Menkes Budi: Alhamdulillah, Jadi 19,8 Persen

Tahun sebelumnya prevalensi stunting di 21,5 persen. Lalu, kemarin pemerintah mengumumkan prevalensi stunting 2024 menjadi 19,8 persen. Menkes Budi sebut ada dua faktor yang jadi kunci dalam penurunan stunting.

Diterbitkan 13 November 2025, 15:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa prevalensi angka stunting untuk pertama kalinya di bawah 20 persen. Budi mengungkapkan prevalensi stunting di Indonesia pada 2024 adalah 19,8 persen. Angka ini turun dari tahun 2023 di 21,5 persen.

"Alhamdulillah, pada tahun 2024 prevalensinya sudah turun menjadi 19,8 persen," kata Menkes Budi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Stunting di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.

Memang terjadi penurunan prevalensi stunting tapi upaya menurunkan angka kekurangan gizi kronis itu harus terus dilakukan. Targetnya pada 2029 prevalensi stunting di Indonesia di angka 14,2 persen.

"Angka ini turun signifikan dalam 10 tahun terakhir, tetapi target kita harus turun jauh lebih rendah lagi,” ungkap Budi dalam keterangan resmi Kemenkes RI.

Budi menuturkan penanganan stunting perlu dilakukan lintas kementerian dan lembaga. Mulai dari tingkat pusat, pemerintah daerah, hingga desa dengan dukungan organisasi kemasyarakatan dan relawan Posyandu.

“Penanganan stunting ini adalah kerja bersama. Tidak bisa satu kementerian saja. Semua harus bergerak bersama, dari pusat sampai desa,” kata Budi.

 

2 Kunci Utama Penurunan Stunting

Budi menjelaskan kunci utama penurunan stunting terletak pada dua intervensi penting di sektor kesehatan. Pertama, memastikan ibu hamil memiliki gizi cukup dan bebas dari anemia.

“Itu sebabnya di kesehatan programnya lebih banyak, kita mau arah ibunya juga. Jangan sampai kurang gizi, jangan sampai dia anemia," tutur Budi.

Kedua, memberikan asupan protein hewani bagi balita, terutama usia 12–24 bulan. Itu adalah usia banyak balita rentan mengalami stunting.

"Setelah itu, anak-anak juga harus mendapat makanan tambahan dengan cukup protein hewani,” jelasnya.

 

Komitmen Kepala Daerah Jadi Kunci

Selain itu, peran kepala daerah juga jadi kunci suatu wilayah bisa menurunkan angka stunting. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto di kesempatan yang sama.

“Kepala daerah yang mendapatkan penghargaan adalah yang lincah berkolaborasi, dari preventif sampai kuratif. Kolaborasi dengan semua pihak harus terus diperkuat agar target 14 persen di tahun 2029 tercapai,” kata Bima.