Menkes Budi Ungkap Pembagian Tugas Dua Wamenkes, Dante dan Benny

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap pembagian tugas antar kedua Wamenkes.

Diterbitkan 18 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengenalkan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) baru, Benjamin Paulus Octavianus. Dalam kesempatan itu, hadir juga Wamenkes Dante Saksono Harbuwono.

“Ini saya dikelilingi oleh dua dokter. Satu dokter spesialis penyakit dalam (Dante Saksono Harbuwono) dan satu dokter spesialis penyakit paru (Benjamin Paulus Octavianus),” kata Budi dalam Health Session di Gedung Kemenkes, Jumat (17/10/2025).

Budi menyampaikan, dirinya sudah membagi tugas bagi kedua Wamenkes sesuai bidangnya masing-masing.

“Kita sudah bagi-bagi tugas, sesuai bidangnya. Kalau penyakit dalam itu penyakit yang paling banyak kematiannya tuh jantung, stroke, kanker itu semua penyakit tidak menular.”

“Kalau dr. Benny itu TBC dan semua penyakit-penyakit yang dulu paling mematikan, tapi sekarang karena udah reda COVID-nya, TBC naik lagi. Jadi dokter Dante pegang penyakit tidak menular, dokter Benny pegang penyakit menular,” jelas Budi.

Tak henti di situ, kedua Wamenkes juga mengemban tugas melaksanakan program utama Presiden Prabowo Subianto.

“Dokter Benny disuruh pegang MBG (Makan Bergizi Gratis), tapi sifat kita men-support ya. Kita mesti men-support BGN (Badan Gizi Nasional) agar program makan bergizi gratisnya Bapak Presiden berhasil.”

“Dan saya sebagai Menteri Kesehatan selalu bilang, kalau itu berhasil, mungkin 40-50 persen masalah kesehatan selesai,” kata Budi.

Mengingat, gizi memiliki hubungan dengan TBC, stunting, infeksi, kematian ibu anak. Dengan pemenuhan gizi yang baik, hal-hal ini akan menurun drastis.

“Jadi untuk program utamanya Bapak Presiden, dokter Benny pegang yang makan bergizi gratis, bantuin, BGN.”

 

Wamenkes Dante Saksono Pegang CKG

Sementara, Dante Saksono akan bertanggung jawab dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Dokter Dante pegang yang Cek Kesehatan Gratis. Karena itu juga ada hubungannya sama penyakit tidak menular. Kalau cek kesehatan gratisnya bagus, itu semua penyakit tidak menularnya turun tuh.”

Dante juga diminta untuk memegang soal keuangan kesehatan termasuk transformasi pembiayaan kesehatan.

“Karena kan diabetes itu kita mesti pastikan bahwa memiliki uang yang cukup ke depannya untuk bisa mendorong perkembangan rumah sakit-rumah sakit yang nanti banyak dikasih alat-alat mahal untuk mengatasi penyakit-penyakit tidak menular.”

Semua hal ini memerlukan strategi pembiayaan yang tepat sehingga ini menjadi momen tepat bagi Dante untuk lebih memahami pembiayaan kesehatan.

“Jadi, itu sih kita bagi-bagi perannya, dan yang lainnya kita jalani bersama-sama,” kata Budi.

 

Kata Benny Soal MBG

Dalam kesempatan ini, Benny memberi tanggapan soal Program Makan Bergizi Gratis alias MBG.

Benny menilai, MBG adalah program negara untuk memberi makanan bergizi gratis. Tujuan utamanya, menurunkan angka stunting di Indonesia.

“Kita tahu angka stunting turunnya lambat. Jadi harus dilakukan intervensi langsung. Intervensi langsung adalah dengan memberikan makan bergizi dari mulai ibu hamil,” ujar Benny.

Pemberian MBG pada ibu hamil dilakukan karena stunting perlu dicegah sejak anak dalam kandungan hingga menginjak usia dua tahun. Sementara, otak terus berkembang dan memerlukan asupan protein yang harus dijaga.

“Maka dengan ini kita Indonesia membuat satu hal yang luar biasa. Ibu hamilnya dapat makan, balitanya dapat makan sampai anak tamat SMA. Jadi kalau ini dilakukan sesuai dengan target yang direncanakan, maka akan sangat membantu dunia kesehatan.”

Dunia kesehatan Indonesia akan dapat tertolong dengan MBG karena kualitas gizi akan meningkat, tambahnya.