Cara Kenali Karakter Anak Lewat Tulisan Tangan, Orangtua Perlu Catat

Tulisan tangan dapat 'membaca' tentang cara berpikir, minat, ketakutan, konsep diri dari seorang anak.

Diterbitkan 25 Juli 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ada berbagai metode yang bisa dilakukan dalam mengenali karakter anak, salah satunya lewat tulisan tangannya (graphology).

Penulis buku Practical Handbook of Graphology, Sapta Dwikardana mengatakan bahwa membaca suasana hati, konsistensi emosi, dan perkembangan karakter anak dari waktu ke waktu dapat dilakukan dengan mengenali tulisan tangan buah hati.

“Tulisan tangan menggambarkan karakter secara jujur berdasarkan ekspresi bawah sadar seseorang. Segala bentuk emosi dapat dipantau lewat perubahan tulisan, bahkan saat anak sedang mengalami stres atau merasa berada di bawah tekanan,” jelas Sapta dalam sesi Ngobrol Bareng Allianz Citizens (NgobrAZ) di momen Hari Anak Nasional, 23 Juli 2025.

“Lebih dari itu, tulisan tangan dapat membaca cara berpikir, minat, ketakutan, konsep diri, pola hubungan, hingga produktivitas,” imbuhnya.

Sapta menjelaskan cara membaca karakteristik lewat graphology dapat bermacam-macam, misalnya:

  • Membaca emosi dan perasaan lewat kemiringan, bentuk, dan tekanan huruf.
  • Melihat cara berpikir lewat bentuk huruf, koneksi, kecepatan tulisan, dan proporsi dan bentuk 3 zona.
  • Mengukur produktivitas lewat margin, garis dasar, dan proporsi dan bentuk 3 zona.
  • Mengenal konsep diri lewat margin, ukuran huruf, dan kapital.
  • Memahami cara interaksi sosial lewat margin, ukuran huruf, bentuk huruf, proporsi, bentuk 3 zona, dan spasi.

Di balik lekukan garis hingga tekanan pulpen, sambung, Sapta, dapat menentukan jejak emosi, kondisi mental dan psikologis, bahkan cara belajar anak.

 

Tips Menganalisis Tulisan Tangan Anak

Guna mendalami hal ini, Sapta membagikan beberapa tips menganalisis tulisan tangan anak untuk menentukan pola asuh yang tepat, yaitu:

Pantau Emosi Anak Lewat Perubahan Tulisan

Ketika anak berada dalam tekanan emosional seperti stres atau kelelahan mental, perubahan tulisan tangan juga akan terlihat.

Ciri-ciri yang dapat ditemukan, misalnya tulisan tangan yang terlihat lebih kecil dan rapat menandakan anak tidak percaya diri, tekanan pulpen yang terlihat kuat menggambarkan ketegangan/frustrasi, atau tulisan miring yang berlebihan dan mengindikasikan emosi atau keadaan mental sang anak sedang tidak stabil, sedih, atau merasa cemas.

Selain itu, garis dasar tulisan yang turun mengindikasikan rasa pesimis, tidak memiliki motivasi dan harapan dalam hidup, merasa gagal, atau memiliki masalah fisik/emosi.

Apabila menemukan ciri-ciri tersebut, orangtua dapat secara sigap mengajak anak untuk berbicara dengan suasana santai dan melakukan kegiatan bersama tertentu seperti menggambar dan journaling bersama.

 

Pahami Pola Tulisan untuk Tentukan Gaya Belajar Anak

Cara menulis anak dapat menggambarkan struktur pola pikir dan gaya belajar anak. Untuk itu, coba amati buku catatan sang anak secara berkala.

Bagi orangtua yang menemukan tulisan sang anak terlihat ekspresif dan bebas (gaya tulisan yang unit dan “nyeni”¸ tidak terlalu rapi, ukuran yang tidak konsisten, dan tidak peduli batas kertas), coba berikan gaya pembelajaran visual atau kinestetik dengan mengandalkan warna, gambar, atau eksperimen.

Apabila tulisan anak terlihat rapi dan ukuran huruf konsisten, maka sang anak lebih nyaman dengan gaya belajar menggunakan pendekatan logis atau verbal yang menyukai angka, logika, dan pola yang sistematik.

 

Membangun Komunikasi Lewat Tulisan

Dengan tulisan, orangtua bisa membangun komunikasi emosional untuk berinteraksi dengan anaknya.

Cara ini juga bisa membantu orangtua untuk menggali keseharian dan kesukaannya terhadap hal-hal tertentu.

Orangtua yang ingin memulai komunikasi dengan cara ini dapat meminta anak-anak menulis tentang hari mereka dan memberikan respon dari tulisan mereka. Cara ini dapat membuka komunikasi dua arah dengan cara yang menarik dan dekat secara emosional.

 

Deteksi Gangguan Perkembangan Lewat Tulisan Anak

Beberapa gangguan perkembangan yang dapat terlihat lewat tulisan adalah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), gangguan emosional ringan, hingga gangguan menulis (disgrafia).

Untuk mengenali gangguan ini pada anak, orangtua dapat melihat beberapa tanda seperti bentuk tulisan yang tidak konsisten dan sulit dibaca.

“Untuk mengatasi gangguan ini, kamu dapat berkonsultasi dengan psikologi atau terapis

agar dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Sapta.