Congenital Talipes Equinovarus, Kelainan Bawaan yang Bisa Bikin Anak Sulit Berjalan  

Kaki pengkor adalah kondisi yang menyebabkan bentuk kaki atau telapak kaki anak mengarah ke arah dalam atau abnormal.

Diterbitkan 24 Juli 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Congenital talipes equinovarus adalah disabilitas bawaan yang jika tidak ditangani sejak dini maka akan mengganggu kemampuan anak untuk berjalan.

Kondisi ini disebut pula clubfoot atau lebih sering dikenal dengan kaki pengkor.

Kaki pengkor adalah kondisi yang menyebabkan bentuk kaki atau telapak kaki anak mengarah ke arah dalam atau abnormal,” kata dokter spesialis ortopedi pediatrik di Eka Hospital BSD, Patar Parmonangan Oppusunggu, mengutip keterangan pers, Kamis (24/7/2025).

Dia menambahkan, kaki pengkor adalah kondisi yang termasuk langka. Tingkat keparahannya bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Clubfoot dapat terjadi di salah satu kaki ataupun kedua kaki.

“Anak membutuhkan penanganan sedini mungkin agar kaki pengkor tidak memengaruhi kemampuannya dalam berjalan dan menimbulkan masalah kesehatan lain,” ucap Patar.

Umumnya, kaki pengkor pada anak tidak disertai dengan kondisi medis lainnya. Namun, dalam beberapa kasus, kaki pengkor juga terjadi karena masalah kesehatan penyerta lainnya.

Hal itulah yang membuat kondisi ini dikelompokkan ke dalam dua tipe yang berbeda, yaitu:

Clubfoot Idiopathic atau Terisolasi

Jenis kaki pengkor yang terjadi begitu saja dan tidak diketahui penyebabnya. Biasanya, tidak ada gejala kesehatan lain yang menyertai.

Non-isolated Clubfoot

Clubfoot yang terjadi bersamaan dengan kondisi kesehatan lainnya, seperti spina bifida, trisomi 18, atau permasalahan sendi.

 

Apa Dampak Kaki Pengkor pada Anak?

Clubfoot tidak bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan yang tepat. Jika tidak ditangani dengan baik, anak akan berjalan dengan sisi kaki atau bagian punggung kaki.

Kondisi ini bisa menyebabkan anak kesulitan berjalan, pincang, luka pada kaki, atau masalah dalam menggunakan sepatu. Beberapa dampak kaki pengkor pada anak yang dapat terjadi, antara lain:

  • Kesulitan berjalan.
  • Infeksi pada kaki.
  • Kapalan.
  • Arthritis atau radang sendi.
  • Menurunnya kepercayaan diri anak akibat bentuk kaki yang tidak umum.

 

Bagaimana Mencegah Kaki Pengkor?

Tidak diketahuinya penyebab kaki pengkor pada anak membuat kondisi ini jadi lebih sulit untuk dicegah.

“Jadi, berfokus pada pengobatan sedini mungkin menjadi kunci penting dalam mengatasi kondisi ini,” ujar Patar.

Apabila anak terdiagnosis memiliki kaki pengkor pada saat lahir, berdiskusilah dengan dokter spesialis anak yang menangani. Biasanya, dokter spesialis anak akan merujuk ke dokter spesialis ortopedi untuk penanganan lebih intensif.

 

Cara Menangani Kaki Pengkor

Sedangkan, beberapa cara untuk menangani kaki pengkor yakni:

Pemasangan Gips

Pemasangan gips dilakukan untuk mengembalikan bentuk kaki anak. Dokter akan membuat beberapa gips yang menyesuaikan dengan pertumbuhan kaki bayi.

Gips pertama akan dipasang pada minggu pertama ataupun kedua setelah bayi dilahirkan. Setelah pemakaian selama seminggu, bayi perlu dibawa konsultasi ke dokter untuk melakukan gerakan-gerakan sederhana, peregangan, dan mengganti dengan gips yang baru. Setidaknya, bayi akan menggunakan sekitar 5-7 gips selama beberapa minggu atau bulan.

Penggunaan Penyangga

Ketika kaki bayi berada dalam posisi yang tepat, dokter spesialis ortopedi anak akan mengganti gips dengan penyangga, atau disebut dengan orthotic.

Penyangga ini terbuat dari besi dan terhubung dengan sepatu khusus yang akan menjaga posisi kaki anak agar tidak kembali ke bentuk awal.

Pemakaian penyangga dapat berlangsung selama 3 bulan penuh selama 24 jam. Setelahnya, penyangga mungkin hanya akan dipakai pada malam hari, sekitar 3-5 tahun.

“Apabila kedua cara di atas tidak berhasil mengembalikan bentuk kaki pengkor pada anak, operasi mungkin saja diperlukan,” pungkas Patar.