3 Bahan PMT Berbasis Pangan Lokal untuk Cegah Stunting, Mudah Dicari dan Bergizi Tinggi

Ini tiga bahan lokal yang baik untuk dijadikan PMT pencegah stunting.

Diterbitkan 07 Juli 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penanganan stunting dapat dilakukan salah satunya melalui peningkatan asupan gizi pada balita. 

“Peningkatan asupan gizi pada balita dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang  memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di sekitar kita,” kata Periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dini Ariani, mengutip laman BRIN, Senin (7/7/2025).

Beberapa sumber gizi lokal yang baik untuk dijadikan PMT adalah:

Ikan

Salah satu sumber gizi yang potensial dan mudah ditemui adalah ikan karena mengandung senyawa asam lemak esensial seperti DHA dan EPA.

“Kedua senyawa tersebut berperan penting dalam menunjang perkembangan otak dan fungsi penglihatan serta membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah,” jelas Dini.

Menurutnya, beberapa jenis ikan tawar juga mengandung gizi yang lebih tinggi seperti omega 6, kalium, dan kadar asam lemak tak jenuh dibandingkan yang setara dengan ikan laut.

Tempe

Selain protein hewani, sumber protein nabati seperti tempe juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan gizi balita. Tempe merupakan produk asli Indonesia yang dikenal luas karena kandungan gizinya yang tinggi dan harga yang terjangkau.

“Kandungan protein tempe setara dengan daging sapi, serta memiliki manfaat kesehatan dalam mencegah penyakit degeneratif seperti kanker, osteoporosis, dan diabetes,” terang Dini.

Daun Kelor

Selain tempe, daun kelor merupakan sumber protein nabati yang tidak kalah penting dan menjadi salah satu pangan lokal unggulan yang dikategorikan sebagai superfood.

Daun kelor mengandung protein tinggi serta berbagai mikronutrien esensial, antara lain kalsium empat kali lebih tinggi dari susu, kalium tiga kali lebih banyak dari pisang, vitamin A empat kali lebih banyak dari wortel, vitamin C tujuh kali lebih banyak dari jeruk, dan zat besi dua kali lebih banyak dari bayam,” jelasnya.

 

 

Latih Para Ibu Bikin PMT Bergizi

Pengetahuan soal sumber gizi ini pun dibagikan Dini kepada para ibu di Kapanewon Paliyan.

Kapanewon Paliyan adalah salah satu daerah dengan kasus balita stunting tinggi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Ia melakukan pelatihan pembuatan PMT bergizi tinggi berbasis pangan lokal untuk balita tepatnya di Kelurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, pada Kamis 26 Juni lalu.

Dini menjelaskan, pelatihan ini telah dilakukan pada tahun sebelumnya di Kelurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo.

“Tahun lalu kami telah melakukan pelatihan pembuatan PMT hingga intervensi kepada balita dengan status stunting dan anemia di Kelurahan Kelor dan Wiladeg selama tiga bulan. Hasilnya dapat meningkatkan status gizi balita di dua kelurahan tersebut,” ujarnya.

 

Ajarkan Cara Tepat Olah Bahan PMT

Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pemilihan bahan, takaran, cara pengolahan dan penyimpanan supaya olahan pangan tetap memiliki nilai gizi tinggi.

“Selama ini, ibu-ibu sebetulnya sudah membuat makan pendamping berbasis pangan lokal. Namun, karena cara penanganan dan pengolahan yang kurang tepat, maka kandungan gizinya banyak yang terbuang,” jelas Dini.

Selain praktik pembuatan PMT, para kader mendapatkan penjelasan nilai gizi per produk PMT. Hal ini dilakukan agar kader mengetahui kandungan gizi produk olahan tersebut. Sehingga, saat diberikan pada balita, sudah memenuhi gizi yang dibutuhkan untuk PMT.

“Pelatihan PMT berbasis pangan lokal yang diperkaya daun kelor ini diharapkan menjadi alternatif kudapan bernutrisi yang efektif untuk meningkatkan status gizi anak, khususnya dalam mencegah dan menanggulangi stunting di Kelurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul,” harap Dini.