Upaya Cegah Stunting, Ribuan Ibu dan Balita Dapat Layanan Edukasi Gizi dan Imunisasi

Data terakhir soal angka stunting di Indonesia masih di angka 19,8 persen. Imunisasi, edukasi soal gizi dan kesehatan dilakukan untuk menekan angka stunting

Diterbitkan 19 Mei 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting nasional di angka 19,8%. Angka ini turun sedikit dari 21,5% di tahun sebelumnya. Ini artinya masih ada sekitar 4,4 juta balita di Indonesia yang mengalami stunting.

Sebagai upaya mendukung pencegahan stunting dan memperkuat layanan kesehatan bagi keluarga prasejahtera, ribuan ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia mendapatkan layanan kesehatan gratis.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggandeng pemerintah daerah dan posyandu dalam pencegahan stunting dan imunisasi gratis di seluruh cabang PNM yang tersebar di Indonesia.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, mengatakan bahwa kegiatan ini menyasar kelompok rentan, termasuk para nasabah PNM Mekaar.

Pihaknya ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya mendapat dukungan pembiayaan usaha, tetapi juga perlindungan kesehatan.

"Stunting masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan perhatian serius. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif," ujar Arief dalam keterangan tertulis.

Lewat pendekatan komunitas, badan usaha milik pemerintah yang fokus pada pemberdayaan UMKM ini ingin lebih dekat dan hadir dalam kehidupan mereka, tetapi juga dalam perjuangan membesarkan anak-anak yang sehat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin setiap ibu merasa tenang dan didampingi. Setiap langkah kecil yang kita ambil memberi harapan besar bagi masa depan anak-anak bangsa,” kata Arief.

Stunting Adalah

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Stunting diukur sebagai status gizi dengan memerhatikan tinggi atau panjang badan, umur, dan jenis kelamin balita. Kebiasaan tidak mengukur tinggi atau panjang badan balita di masyarakat menyebabkan kejadian stunting sulit disadari.

Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. maka dari itu, nutrisi ibu baik makro dan mikro selama hamil harus betul-betul baik sehingga ibu sehat dan anak lahir dengan berat badan sehat.

Lalu, saat sudah lahir bayi mendapatkan gizi yang optimal untuk mendukung tumbuh serta kembang yang optimal. 

Setelah bayi lahir, aspek penting lain yang perlu diperhatikan adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Seperti diketahui ASI adalah makanan pertama dan utama yang terbaik untuk bayi di enam bulan pertama kehidupannya.Lalu, pantau kenaikan berat badan bayi sudah sesuai dengan usianya atau tidak.

 

Dampak Stunting

Banyak orang yang mengira stunting hanya sekadara fisik yang lebih pendek. Namun, ada dampak lain yang juga perlu diketahu.

1. IQ Rendah

IQ anak stunting rata-rata 11 poin lebih rendah. Ini tentunya mengancam masa depan bangsa.

2. Produktivitas rendah

Anak stunting diestimasi memiliki penurunan kapasitas penghasilan sebesar 22 persen. Ini mengakibatkan produktivitas dunia usaha dapat menjadi tidak kompetitif.

3. Risiko terkena penyakit kronis tinggi

Anak stunting rentan alami obesitas dan diabetes saat sudah dewasa. Hal ini menyebabkan orang dengan stunting di masa kecil memiliki probabilitas kematian 3 kali lipat akibat kematian yang mengakibatkan beban kesehatan negara dapat membengkak.