Update COVID-19 Hari Ini 18 Oktober 2022, Kasus Positif Bertambah 2.164, Sembuh 1.431, Meninggal 18

Kasus COVID-19 kembali meningkat lampaui angka 2 ribu tepatnya 2.164 kasus baru per 18 Oktober 2022.

Diperbarui 18 Oktober 2022, 19:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus COVID-19 kembali meningkat lampaui angka 2 ribu tepatnya 2.164 kasus baru per 18 Oktober 2022.

Angka ini turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 6.460.265.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 1.431 sehingga akumulasinya menjadi 6.284.381.

Sayangnya, kasus meninggal juga masih menduduki angka belasan yakni 18 orang meninggal sehingga akumulasinya menjadi 158.345.

Kasus aktif juga naik sebanyak 715 sehingga akumulasinya menjadi 17.538.

Data juga menunjukkan jumlah spesimen sebanyak 66.873 dan suspek sebanyak 5.006.

Sedangkan, provinsi dengan sumbangan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

DKI Jakarta melaporkan 697 kasus baru dan 404 orang sembuh. Seperti biasa, provinsi ini menjadi penyumbang kasus terbanyak di Indonesia. Jawa Barat menyusul dengan 353 kasus positif baru dan 216 orang telah sembuh. Jawa Timur di peringkat ketiga dengan 308 kasus baru dan 217 orang sembuh dari COVID-19.

Capaian Vaksinasi Hari Ini

Laoran Kementerian Kesehatan RI juga menunjukkan penambahan capaian vaksinasi. Penambahan terjadi pada keempat suntikan yakni vaksin pertama dan kedua serta booster pertama dan kedua.

- Vaksinasi pertama hari ini menunjukkan penambahan sebanyak 276.405 sehingga akumulasinya menjadi 205.051.574.

- Vaksinasi primer kedua mengalami penambahan sebanyak 294.104 sehingga akumulasinya menjadi 171.713.069.

- Vaksinasi booster pertama atau vaksin ketiga bertambah 255.658 sehingga akumulasinya menjadi 64.592.062.

- Vaksinasi suntikan keempat bertambah 1.969 sehingga akumulasinya menjadi 652.311. Booster kedua ini khusus disuntikkan pada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan COVID-19 yang hingga kini belum kunjung usai.

Laporan Sebelumnya

Di hari sebelumnya, yakni pada Senin 17 Oktober 2022 data harian sebaran COVID-19 menunjukkan penambahan kasus baru sebanyak 1.233.

Angka ini turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 6.458.101 terhitung sejak Maret 2022.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 1.609 sehingga akumulasinya menjadi 6.282.951.

Sayangnya, penambahan juga terjadi pada kasus meninggal sebanyak 14 sehingga akumulasinya menjadi 158.327.

Meski begitu, kasus aktif kemarin mengalami penurunan sebanyak 390 sehingga totalnya menjadi 16.823.

Data juga menunjukkan jumlah spesimen sebanyak 60.101 dan suspek sebanyak 2.710.

Ada tiga provinsi dengan penambahan kasus terbanyak kemarin. Ketiga provinsi itu adalah DKI Jakarta dengan penambahan 448 kasus baru dan 499 orang sembuh. Jawa Barat menyusul dengan 185 kasus baru dan 298 orang telah sembuh. Jawa Timur di peringkat ketiga dengan 126 kasus baru dan 148 sembuh.

Selain COVID-19

Meski pandemi COVID-19 belum usai, tapi saat ini sudah timbul beberapa penyakit misterius contohnya gangguan ginjal akut. Ada pula penyakit yang dulu sempat muncul, kemudian kini muncul kembali seperti cacar monyet atau monkeypox.

Dokter spesialis penyakit dalam Jeremia Immanuel Siregar menjelaskan, penyakit dibagi menjadi dua yakni emerging disease dan re-emerging disease.

Emerging disease adalah penyakit yang belum pernah diketahui atau pernah ada dalam jumlah kecil tapi akhirnya menimbulkan masalah besar di masyarakat.

Sedangkan, re-emerging disease adalah penyakit yang sebelumnya pernah menjadi pandemi atau muncul dalam skala besar kemudian kasus turun dan bahkan hilang. Namun, muncul kembali dengan dampak besar di masyarakat atau bahkan bisa melumpuhkan sistem kesehatan.

“Virus, bakteri, atau patogen yang saat ini muncul kembali kita ketahui bahwa sebenarnya mereka itu bermula dari hewan atau inang. Hewan mengalami penyakit dan menginfeksi manusia atau zoonosis,” ujar Jeremia dalam video yang diunggah DRV Channel, dikutip Selasa (18/10/2022).

Penularan dari Hewan ke Manusia

Penularan dari hewan ke manusia tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa proses yang dilalui. Ada lima tahap patogen bertransmisi atau pindah dari hewan ke manusia.

“Tahapan yang pertama adalah hewan terinfeksi tapi belum ada bukti kalau dia (hewan) bisa menginfeksi manusia. Kedua adalah tahapan di mana patogen tersebut bisa berpindah dari hewan ke manusia, tapi belum bisa menginfeksi dari manusia ke manusia seperti rabies atau tetanus.”

Tahap transmisi patogen dari hewan ke manusia yang ketiga yakni inang atau hewan menginfeksi atau menularkan ke manusia. Kemudian manusia tersebut bisa menularkan juga ke manusia.

“Tapi dalam siklus yang singkat atau sedikit. Infeksi dari hewan ke manusia disebut infeksi primer. Sedangkan infeksi dari manusia ke manusia disebut infeksi sekunder.”

“Nah (dalam tahap ini) infeksi sekunder berlangsung dalam waktu yang sebentar. Kenapa bisa begitu? Karena memang penularannya harus dalam kontak dekat dan erat dan inang perlu menginfeksi terus.”