Sukses

Gala Sky Tunjuk Langit dan Sebut Papinya di Atas, Tanda Rindu yang Mendalam?

Liputan6.com, Jakarta Kondisi kesehatan Gala Sky, putra mendiang Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah kini telah membaik. Luka di pelipis mata bekas kecelakaan pada November 2021 lalu pun terlihat sudah mulai menghilang.

Beberapa bulan belakangan, Gala Sky memang tak henti-hentinya mendapat sorotan warganet. Salah satunya soal celetukan Gala yang kian menyebut-nyebut soal mendiang ayahnya yang kerap dipanggil papi.

Dalam banyak video yang beredar di media sosial, baru-baru ini Gala Sky terekam sedang menunjuk langit dan menyebut bahwa papinya ada di atas sana.

"Papi atas, papi ke atas," ujar Gala Sky mengutip video dalam akun Instagram @galaskylovers pada Jumat, (1/7/2022).

Pada momen itu, balita yang akan genap berusia dua tahun ini ditemani oleh tantenya Fuji Utami Putri atau yang akrab disapa Fuji. Mendengar keponakannya tersebut, Fuji sontak ikut melihat ke arah langit dan merespons Gala dengan pertanyaan lebih lanjut.

"Papi di atas? Papi di atas? Papi di atas, iya keren banget," kata Fuji merespons Gala yang masih terus mengucapkan bahwa papinya berada di atas.

Momentum itu bukanlah kali pertama Gala Sky menyebut soal papinya. Gala Sky juga terlihat pernah menciumi foto mendiang Bibi Andriansyah yang berada dalam sebuah bingkai.

Sama seperti orang dewasa, anak kecil memang mampu merasakan kehilangan dan berduka usai orang terdekatnya seperti orangtua meninggal dunia. Hanya saja, anak-anak biasanya akan menunjukkannya dengan cara berbeda.

 

 

2 dari 4 halaman

Tanda Anak Rindu Orangtua

Begitupun yang mungkin terjadi pada Gala ketika didapati sering menyebut soal papinya. Tindakan yang dilakukan Gala bisa menjadi sebuah tanda bahwa dirinya begitu sadar akan kehadiran Bibi. 

Mengutip laman Verywell Family, potensi anak untuk merindukan orangtuanya saat tidak lagi hadir secara fisik di depan mereka pun memang ada. Serta, hal tersebut juga wajar apabila terjadi.

Terlebih menjelaskan pada anak soal keberadaan orangtua mereka memang bisa menjadi hal yang sulit. Namun ungkapan anak dan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan orangtuanya juga tidak bisa untuk diabaikan.

Alhasil, orang-orang yang ada di sekitar si anak harus mampu untuk menjelaskan secara sederhana dan tetap merespons ketika anak tersebut kerap mengucapkan atau menanyakan soal keberadaan orangtuanya.

Dengan begitu, anak akan merasa bahwa perasaan dan pertanyaan akan kehadiran orangtuanya tervalidasi dengan baik. Anda juga disarankan untuk mendengarkan ucapan-ucapan yang disampaikan anak meski mungkin tidaklah mudah.

3 dari 4 halaman

Upaya yang Dapat Dilakukan

Menurut seorang dokter yang bergerak dibidang kematian dan duka, Kriss Kevorkian, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan saat seorang anak menanyakan keberadaan orangtuanya yang telah meninggal dunia.

Pertama, menunjukkan foto orangtua pada anak. Cara tersebut dianggap dapat membuat anak tetap sadar akan kehadiran orangtuanya meskipun tidak secara fisik ada di hadapan mereka.

"Ajari anak soal orangtuanya. Jika Anda memiliki foto orangtuanya ketika masih muda, bagikan itu dengan mereka. Anda bisa mendiskusikan persamaan mereka dengan orangtuanya," ujar Kriss.

Lebih lanjut, Kriss menyarankan untuk memberikan foto anggota keluarga lain yang telah meninggal dunia. Sehingga ketika anak mempertanyakan, Anda juga bisa menjawab bahwa orangtuanya hidup di langit bersama anggota keluarga tersebut.

Kedua, Anda juga bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan sederhana. Menurut Kriss, menggunakan kalimat bahwa orangtuanya telah tertidur dan tidak akan kembali tidak dianjurkan.

"Ketika mendengar tersebut, anak bisa jadi takut untuk tidur. Sebaliknya, jelaskan secara jujur dan apa adanya. Jika anak belum cukup mengerti, berikan dia waktu untuk berkembang lebih banyak sambil berbicara tentang orangtuanya yang telah meninggal," kata Kriss.

 

4 dari 4 halaman

Bantu Anak Mengerti Soal Kematian

Hal selanjutnya atau ketiga yang dapat Anda lakukan adalah dengan mendengarkan anak dan mendorong adanya percakapan dua arah yang terbuka.

"Anak bisa memahami berbagai hal pada tingkat usia berapapun selama Anda mau untuk meluangkan waktu, bersabar, dan tidak merendahkan mereka. Mendengarkan adalah keterampilan penting yang terkadang dilupakan kebanyakan orang," ujar Kriss.

Sehingga saat anak bertanya soal kematian, Anda dapat mendengarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bersamaan dengan upaya tersebut, Anda dianggap dapat mengatasi ketakutan atau kesalahpahaman apapun yang muncul diantara Anda dengan anak yang bersangkutan.

Kriss menambahkan, menggunakan buku yang dapat membantu anak untuk memahami kematian juga dapat membantu. Ia menyebutkan bahwa cara tersebut menjadi cara paling sederhana untuk menjelaskan konsep kematian.

"Buku itu menawarkan persediaan bahan diskusi yang tak ada habisnya — mulai dari ilustrasi hingga kata-kata hingga apakah Anda berbicara tentang kematian manusia atau hewan non-manusia, ada banyak hal yang bisa dipelajari dari satu buku," kata Kriss.