Sukses

Masih Malas Berolahraga? Dokter: Jangan Dipikir Ribet, Cukup 30 Menit per Hari

Liputan6.com, Jakarta Anda pasti sudah tahu dan hapal betul bahwa berolahraga itu baik untuk kesehatan. Namun, sudah dilakukan belum?

Dokter spesialis penyakit dalam RA Adininggar mengingatkan bahwa berolahraga itu bukan untuk kurus, ganteng atau cantik. Berolahraga itu untuk sehat.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) merekomendasikan berolahraga 150 menit per minggu untuk bisa mendapatkan manfaat aktivitas tersebut bagi kesehatan. Lalu, per hari berapa menit tuh?

"Berolahraga enggak usah dipikir ribet. 30 menit aja sehari. Pasti ada waktu lah segitu," kata Ning.

Sudah ada bukti ilmiah seseorang berolahraga 150 menit dalam satu pekan yang dilakukan secara konsisten bakal memberikan manfaat sehat bagi tubuh.

"Studi ilmiah menyebutkan olahraga 150 menit seminggu membuat metabolisme tubuh lancar, sistem imun bekerja lebih baik, aliran darah lebih baik," kata Ning dalam diskusi bersama Radio Kesehatan Kemenkes ditulis Kamis (5/5/2022).

Ning pun sudah merasakan sendiri manfaat berolahraga. Wanita yang sudah jadi ibu ini pun mengatakan berolahraga membuat jerawat jarang hadir di wajahnya.

"Dulu sebelum rajin olahraga, saya gampang jerawatan. Tapi setelah rajin olahraga jadi jarang banget jerawatan padahal enggak pakai skincare yang aneh-aneh. Jadi selain sehat ya dapat bonus jarang jerawatan," cerita Ning.

2 dari 3 halaman

Olahraga Bikin Mood Baik dan Stres Berkurang

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya, Jawa Timur ini juga mengatakan bahwa manfaat berolahraga bukan cuma sehat fisik tapi juga jiwa.

"Berolahraga membuat hormon endorfin meningkat. Hal ini berimbas ke mood atau suasana hati yang lebih baik dan stres menurun," kata Ning.

"Jadi, manfaat berolahraga sangat banyak."

Lalu, kini berolahraga pun tak harus ke pusat kebugaran atau tempat lain. Berolahraga dari rumah sudah bisa sekarang.

"Enggak perlu kemana-manan. Saat ini bisa olahraga lihat video di YouTube, terus sekarang banyak juga kelas workout online," terang Ning.

Dengan segudang manfaat berolahraga serta tak perlu ke luar rumah, masih mengelak untuk beraktivitas fisik yang satu itu?

"Saat ini harusnya enggak ada alasan untuk malas olahraga lagi ya," tutup Ning.

 

3 dari 3 halaman

Berolahraga dan COVID-19

Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, mengungkapkan gejala parah setelah terinfeksi virus Corona umum terjadi di antara mereka yang tidak aktif atau tidak melakukan aktivitas fisik apa pun seperti yang diharuskan.

Para peneliti menarik kesimpulan ini setelah menganalisis data dari 48.440 orang dewasa yang didiagnosis dengan COVID-19 antara 1 Januari 2020, dan 21 Oktober 2020.

Hasil studi ini adalah mereka yang alami COVID-19 dengan infeksi paru adalah orang yang cenderung tidak aktif dan melakukan aktivitas fisik 10 menit atau kurang dalam seminggu. 

Di akhir penelitian, orang-orang ini berisiko 1,73 kali dirawat di ICU dan 2,49 kali berisiko kehilangan nyawa karena komplikasi terkait virus SARS-Cov-2.

Tidak hanya itu, individu yang tidak konsisten berolahraga berisiko 1,2 kali lebih besar dirawat di rumah sakit, 1,1 kali berisiko lebih besar masuk ICU, dan 1,32 kali berisiko lebih besar meninggal dibandingkan dengan mereka yang berolahraga selama 11 dan 149 menit seminggu seperti mengutip Times of India.