Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini, banyak orang mengenakan stiker berbentuk bintang atau hati di wajah semakin sering terlihat. Aksesori kecil tersebut bukan sekadar tren atau gaya-gayaan semata, melainkan pimple patch atau acne patch, produk perawatan kulit yang digunakan untuk membantu menyembuhkan jerawat.
Acne patch berbentuk plester kecil, tersedia dalam versi transparan maupun berwarna, dan ditempel langsung pada jerawat. Produk ini digemari karena praktis, mudah digunakan, dan bahkan bisa dipakai di bawah riasan wajah.
Sejumlah klaim menyebutkan acne patch mampu menyerap cairan jerawat, melindungi kulit dari bakteri, serta mempercepat proses penyembuhan, tergantung pada kandungan di dalamnya.
Advertisement
Namun, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan pimple patch tidak bisa sembarangan. Kesalahan dalam pemakaian justru berisiko membuat jerawat tak kunjung membaik atau memicu iritasi.Â
Mengutip Everyday Health, Jumat, 9 Januari 2026, berikut lima kesalahan yang paling sering dilakukan pengguna pimple patch menurut para dermatologi.
1. Digunakan pada Jenis Jerawat yang Tidak Tepat
Pimple patch paling efektif digunakan pada jerawat yang sudah matang, seperti jerawat bernanah atau menonjol di permukaan kulit.Â
Profesor klinis dermatologi dari Weill Cornell Medicine, Marisa Garshick, menjelaskan bahwa plester hidrokoloid bekerja optimal pada jerawat jenis papula dan pustula.
Sebaliknya, pimple patch tidak terlalu efektif untuk komedo hitam atau jerawat yang tersebar luas, karena area cakupannya terbatas. Jenis jerawat tersebut membutuhkan perawatan dengan bahan aktif seperti asam salisilat atau retinoid yang dapat membersihkan pori-pori dari dalam.
2. Durasi Pemakaian yang Tidak Sesuai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4701422/original/067636300_1703826495-close-up-skin-pores-during-face-care-routine.jpg)
Kesalahan umum lainnya adalah melepas pimple patch terlalu cepat atau membiarkannya terlalu lama menempel. Idealnya, pimple patch digunakan selama enam hingga delapan jam, misalnya saat tidur malam.
Jika dilepas sebelum enam jam, kandungan hidrokoloid belum bekerja maksimal menyerap cairan jerawat. Sebaliknya, penggunaan lebih dari delapan jam tidak memberikan manfaat tambahan dan pada kulit sensitif justru bisa memicu iritasi atau menyumbat pori-pori di sekitarnya.
3. Dicampur dengan Produk Berbahan Aktif Lain
Profesor madya dermatologi dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai menyebut, menempelkan pimple patch di atas kulit yang sudah dilapisi berbagai produk perawatan wajah juga merupakan kesalahan serius. Ada dua jenis pimple patch, yakni yang mengandung obat dan yang hanya berbahan hidrokoloid.
Garshick juga menyarankan agar pimple patch diaplikasikan pada kulit yang bersih dan kering. Penggunaan di atas produk berbahan aktif berisiko meningkatkan penyerapan berlebihan, yang dapat menyebabkan kemerahan, kulit mengelupas, hingga rasa perih.
Advertisement
4. Dipaksakan pada Kulit Sensitif
Bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan pimple patch perlu ekstra hati-hati.Â
Lamb memperingatkan bahwa penderita eksim atau rosacea sebaiknya menghindari produk ini.
Selain itu, orang dengan riwayat alergi terhadap perekat atau bahan seperti benzoyl peroxide juga disarankan untuk tidak menggunakannya.Â
Sebagai alternatif, Garshick merekomendasikan perawatan dengan bahan yang lebih lembut, seperti azelaic acid atau niacinamide, disertai pelembap bebas pewangi untuk menjaga lapisan pelindung kulit.
5. Digunakan untuk Mencegah Jerawat
Perlu dipahami bahwa pimple patch bersifat reaktif, bukan preventif. Artinya, produk ini hanya bekerja pada jerawat yang sudah muncul, bukan untuk mencegah timbulnya jerawat baru.
Beberapa pimple patch mengandung asam salisilat, ukurannya yang kecil tidak mampu melindungi seluruh wajah dari jerawat. Untuk masalah jerawat yang bersifat menyeluruh atau kronis, konsultasi dengan dokter kulit tetap menjadi langkah paling tepat dibandingkan hanya mengandalkan stiker jerawat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466673/original/082916800_1767862212-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-08T154559.006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326998/original/002739300_1787046240-Screenshot_2026-08-18_162316.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147878/original/074965600_1662436164-Cek_Bansos_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5352351/original/086550100_1758096274-Screenshot_2025-09-17_145546.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323853/original/087889300_1786677174-cropped-94ff5217-f036-498d-9695-338c4aece090.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3360415/original/611719069-picture-frustrated-young-dark-haired-female-studying-skin-her-arm-after-she-fell-off-bike-student-girl-dressed-stylish-striped-t-shirt-looking-her-elbow-feeling-itch-pain_343059-1454__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302348/original/003167100_1784542159-FTI00076.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292706/original/087220900_1783653232-cropped-00a0fd0e-3208-4884-ad14-9fc44ad51f14.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2389674/original/055281200_1540204492-humphrey-muleba-791118-unsplashddd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304786/original/066669700_1754285978-barbara-krysztofiak-SfkPaoE_i34-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8082139/original/088582600_1780928463-Depositphotos_662152900_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7677983/original/030410500_1780473230-Depositphotos_242670804_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557658/original/010136200_1776351668-Depositphotos_268755552_L.jpg)