Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

18 Tahun

LanjutkanStop di Sini

10 Cara Mudah Atasi Vagina Gatal

Liputan6.com, Jakarta Vagina gatal umum dialami wanita. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan vagina terasa gatal, seperti iritasi akibat pisau cukur yang tumpul, atau sabun yang terlalu keras untuk kulit. 

Namun, ada faktor lain penyebab vagina gatal yang perlu penanganan medis seperti, bacterial vaginosis atau infeksi menular seksual, seperti dikatakan ginekolog Mae K. Borchardt yang berpraktik di Houston Methodist Hospital, Texas.

"Secara umum, saya tidak menyarankan orang untuk mencoba mengatasi sendiri gejalanya di rumah sebelum memeriksakan diri ke dokter, kecuali mereka yakin itu adalah kondisi yang pernah mereka alami sebelumnya, seperti infeksi jamur," jelas ginekolog Mae K. Borchardt, MD, dilansir laman Prevention.

Borchardt mengatakan, jika satu pengobatan tidak berhasil, sebaiknya hindari tetap menggunakan produk obat yang dijual bebas atau pengobatan rumahan. "Temui dokter dan setelah Anda tahu apa yang Anda hadapi, ada banyak produk obat yang mudah ditemukan secara umum yang bisa digunakan di rumah."

“Ada penyebab yang lebih serius, misalnya vagina gatal mungkin disebabkan oleh trikomoniasis” kata dr. Bochardt

Ia menambahkan, ada beberapa kasus yang jarang terjadi, yaitu gatal yang disertai ulkus dan tidak dapat disembuhkan, kondisi ini mungkin bukan merupakan tanda infeksi vagina, melainkan kanker vulva.

Dr. Borchardt memberikan beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan vagina gatal, dan bagaimana cara melakukan pengobatan rumahan untuk menghentikan rasa gatal, tentunya sudah disetujui oleh dokter.

2 dari 8 halaman

Penyebab dan Cara Menghentikan Vagina Gatal

Vulva Gatal karena Dermatitis Atopik

Jika rasa gatal terasa di luar vagina dan mengalami kemerahan pada vulva, Dr. Borchardt mengatakan, bisa jadi itu adalah dermatitis atopik atau peradangan pada kulit. Rasa gatal pada vagina ini mungkin disebabkan oleh faktor gaya hidup atau kondisi lain.

Lakukan beberapa hal berikut untuk mengatasinya:

·        Gunakan pisau cukur yang baru

Pisau cukur yang tumpul dapat memperburuk kulit di sekitar vagina, menyebabkan iritasi, kemerahan, dan gatal.

·        Kenakan pakaian longgar

Pakaian ketat dapat bergesekan dengan kulit dan menyebabkan ketidaknyamanan, terutama pada suhu yang lebih hangat.

·        Gunakan petroleum jelly atau minyak kelapa

Paul Nyirjesy, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Drexel University College of Madicine menjelaskan, mengoleskan sedikit petroleum jelly, minyak kelapa ke area vagina yang gatal bisa sangat membantu mengurangi rasa gatal.

3 dari 8 halaman

Vagina Gatal Usai Hubungan Seks

Menggunakan pelumas saat berhubungan seks dengan pasangan bisa menjadi salah satu faktor mengapa vagina terasa gatal dan tidak nyaman.

Dr. Bochardt menjelaskan, banyak pelumas yang mengandung alkohol, hal itu dapat menyebabkan iritasi pada area vagina. Beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap sesuatu yang mereka gunakan, termasuk lateks, jenis utama kondom.

“Melakukan hubungan seksual tanpa lubrikasi yang memadai juga dapat menyebabkan banyak gesekan, yang dapat menyebabkan rasa gatal,” kata Dr. Bochardt.

Lakukan beberapa hal berikut untuk mengatasi kondisi ini:

·        Pilih pelumas pribadi

Dr. Borchardt mengatakan minyak kelapa sebenarnya adalah pelumas alami yang baik untuk dipertimbangkan.

Jika Anda menggunakan kondom, pilihlah yang dilengkapi pelumas berbahan dasar silikon yang bebas pewangi.  Lauren Streicher, seorang profesor kebidanan klinis dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern dan penulis Sex Rx menjelaskan, kebanyakan wanita lebih memilih pelumas silikon.

"Mereka cenderung lebih licin, lebih tahan lama, dan tidak mengganggu." Kata Lauren.

·        Pilih kondom baru

Pertimbangkan kondom polyisoprene jika Anda memiliki alergi lateks. Kondom bebas lateks telah dilumasi sebelumnya, lembut, dan sangat nyaman.

4 dari 8 halaman

Vagina Gatal yang Disebabkan oleh Sabun

Douching mungkin tidak selalu baik untuk vagina, dan dapat mengganggu kesimbangan bakteri yang sehat dan alami.

“Secara umum, produk yang digunakan di area vagina tidak boleh mengandung parfum, dan harus sehalus dan seringan mungkin,” kata Dr. Borchardt.

·        Gunakan sesuatu yang lembut

Gunakan pembersih yang sangat melembapkan, dan gunakan hanya di luar vagina (vulva), bukan di dalam. Hindari semprotan, tisu basah, atau deodoran untuk area intim wanita. Produk pembersih kewanitaan juga dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri di vagina.

Selain itu, jika menggunakan produk-produk tersebut, akan lebih berpeluang tiga kali lebih tinggi untuk mengalami beberapa jenis masalah kesehatan vagina, seperti infeksi.

Infeksi jamur akan menyebabkan vagina terasa gatal. Selain gatal, infeksi jamur vagina dapat menyebabkan sensasi terbakar (terutama saat berhubungan atau buang air kecil), ruam vagina, keputihan yang kental dan tidak berbau, atau bahkan keputihan yang encer.

·        Gunakan krim antijamur

Apabila penyebab gatal pada vagina adalah infeksi jamur, obat bebas seperti Monistat dapat membantu meringankan rasa gatal tersebut.

5 dari 8 halaman

Untuk Vagina Gatal akibat Menopause

Tingkat estrogen yang lebih rendah yang dialami wanita saat menjelang menopause dapat mengubah keseimbangan pH vagina, sehingga menyebabkan dinding vagina menjadi tipis dan kering, atau kondisi yang disebut atrofi vagina.

“Estrogen menurun sepanjang hidup, tetapi dapat menyebabkan gejala termasuk gatal, iritasi, dan nyeri saat berhubungan seksual,” kata Dr. Borchardt.

·        Cobalah pelembap vagina

Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter, tetapi obat pelembap vagina yang dijual bebas, seperti Replens, dapat mengurangi kekeringan dengan membantu jaringan vagina menjadi lebih tebal dan elastis, sehingga meningkatkan pelumasan.

Dr Streicher merekomendasikan penggunaan produk ini dua sampai lima kali seminggu dengan memasukkannya ke dalam vagina dan mengaplikasikannya di sekitar lubang vagina.

6 dari 8 halaman

Apabila Perawatan Tidak Berhasil

Angela Chaudhari, seorang ahli bedah ginekologi dan asisten profesor di Departemen Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern mengingatkan, gatal pada vagina memang merupakan masalah umum. Namun penting untuk diingat bahwa gatal yang berulang secara terus-menerus dapat menjadi tanda masalah medis yang lebih serius.

“Misalnya, infeksi jamur yang berulang dan gatal-gatal mungkin merupakan tanda pradiabetes yang mendasari, terutama jika kondisi iitu tidak merespons pengobatan biasa,” kata Angela.

Angela menambahkan, gatal vulva yang persisten yang tidak merespons pengobatan khas mungkin merupakan tanda kondisi dermatologis, seperti lichen sclerosis atau bahkan perubahan prakanker pada vulva.

Jika rasa gatal tidak membaik dengan perawatan biasa bahkan setelah menemui dokter, jangan abaikan kondisi tersebut. Periksa kembali dengan dokter untuk memastikan tidak ada kondisi serius yang menyebabkan ketidaknyamanan.

 

(Deskhila Wijaya)

7 dari 8 halaman

Infografis

8 dari 8 halaman

Saksikan Juga Video Berikut Ini