Sukses

Melakukan Olahraga HIIT Terasa Lebih Menyenangkan Jika Sambil Dengarkan Musik, Mengapa Bisa Begitu?

Liputan6.com, Jakarta - Tanpa niat yang kuat akan sulit bagi seseorang melakukan olahraga keras seperti latihan interval intensitas tinggi (high intensity interval training/HIIT). Peneliti mengungkapkan bahwa mendengarkan musik dengan tempo cepat atau upbeat akan membuat Anda menikmati olahraga semacam itu.

Dilansir dari Healthline pada Sabtu, 20 Juli 2019, penelitian yang dipimpin oleh Matthew Stork, dekan School of Health and Exercise Sciences di Universitas British Columbia, Kanada, menunjukkan bahwa musik yang ceria dapat membuat latihan HIIT menjadi lebih mudah, bahkan bisa saja memotivasi orang untuk mulai ber-olahraga.

"Sementara HIIT adalah olahraga yang efisien waktu sehingga memberi manfaat kesehatan yang bermakna di antara orang dewasa yang tidak cukup aktif, tapi kelemahan utama HITT adalah orang mungkin merasa latihan itu tidak menyenangkan," kata Matthew.

"Akibatnya ini berpotensi untuk mencegah partisipasi yang berkelanjutan," Matthew menekankan.

 

2 dari 2 halaman

Olahraga HIIT

 

Matthew bersama Costas Karageorghis, seorang ahli musik dan olahraga dari Brunel University, London, melakukan penelitian pada 24 peserta yang melakukan latihan HITT singkat sambil memutar tiga lagu yang mereka anggap paling memotivasi, Let's Go yang dibawakan duet Calvin Harris dan Ne-Yo, Bleed It Out milik Linkin Park, dan Can't Hold Us oleh Ryan Lewis.

Peserta melaporkan bahwa latihan HIIT menjadi lebih nikmat ketika musik diputar. Detak jantung dan kinerja mereka selama latihan juga meningkat seiring dengan irama lagu.

Untuk latihan HIIT, Matthew juga menambahkan bahwa musik paling efektif ketika memiliki tempo cepat dan sangat memotivasi.

"Kami percaya bahwa musik akan membantu orang lebih menikmati latihan, tetapi kami terkejut dengan peningkatan detak jantung," tutur Matthew.

Dia mencatat bahwa temuannya mencerminkan fenomena yang dikenal sebagai "entrainment" yang merupakan kecenderungan manusia untuk mengubah ritme biologis mereka menjadi irama musik.

Penulis: Febrianingsih Alamako

Loading
Artikel Selanjutnya
KedokteRAN 2019, Langkah UI Berantas Hoaks Seputar Lari
Artikel Selanjutnya
Kepuasan Seksual Semakin Meningkat Berkat Olahraga