Sukses

Cara Cegah Asam Lambung pada Ibu Hamil

Liputan6.com, Jakarta Penyakit asam lambung memang dapat menyerang siapa saja. Mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, orang tua hingga ibu hamil sekalipun dapat mengalami penyakit tersebut.

Selama proses pencernaan, makanan bergerak menuju lambung lewat saluran esofagus. Antara saluran esofagus dengan lambung dibatasi oleh katup otot yang disebut esophageal sphincter (LES) yang dapat membuka atau menutup.

Asam lambung yang diproduksi tidak akan naik ke tenggorokan selama LES tertutup. Tetapi, dalam kasus ibu hami, LES akan menjadi rileks dan terbuka karena perubahan hormon sehingga memungkinkan asam lambung lebih sering naik ke esofagus. 

Pertumbuhan janin selama trimester kedua dan ketiga juga dapat membuat asam lambung terdorong ke kerongkongan. Beberapa hal ini membuat ibu hamil lebih rentan terkena penyakit asam lambung.

Sebenarnya, asam lambung sendiri bermanfaat bagi tubuh. Asam lambung berfungsi sebagai pembunuh bakteri yang dibawa masuk bersama makanan dan menstabilkan zat gula. Tetapi, produksi asam lambung yang berlebihan justru tidak baik.

Mereka yang menderita penyakit asam lambung biasanya akan merasakan rasa tidak nyaman seperti nyeri dan terbakar di bagian perut, ulu hati hingga dada serta rasa asam pada mulut.

Bahkan, penyakit asam lambung kronis dapat membuat penderitanya mengalami feses berdarah, batuk kering, sakit tenggorokan hingga beran badan yang turun tanpa asalan yang jelas.

Akibat-akibat tersebut tentu tidak baik untuk kesehatan ibu hamil dan juga janinnya. Karena itu, penyakit asam lambung pada ibu hamil harus dicegah. Berikut adalah beberapa cara mencegah naiknya asam lambung pada ibu hamil seperti yang dikutip dari Healthline, Selasa (13/1/2015).

2 dari 2 halaman

Cara Mencegah Penyakit Asam Lambung pada Ibu Hamil

1. Hindari makanan dan minuman yang memicu mulas seperti cokelat, makanan berlemak dan pedas, jeruk, tomat, kafein dan minuman berkarbonasi.

2. Jangan makan dengan porsi banyak. Kunyah makanan dengan perlahan dan menyeluruh sampai makanan benar-benar halus. Hindari juga makan beberapa jam sebelum tidur.

3. Tidak langsung berbaring setelah makan. Sebaiknya tetap tegak selama 1 jam setelah makan, misalnya dengan cara berjalan santai.

4. Kunyah permen karet bebas gula setelah makan, minum yoghurt atau segelas susu dan madu. Beberapa bahan tersebut dapat mengurangi produksi asam lambung.

5. Gunakan bantal untuk mengangkat tubuh bagian atas saat tidur. Selain itu, tidurlah dengan menghadap ke kiri agar posisi lambung lebih rendah dari esophagus. Posisi ini dapat mencegah asam lambung naik ke saluran esophagus.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Masuk Daftar 100 Kota Berbahaya di Dunia, Jakarta Masih Lebih Aman dari Kuala Lumpur
Artikel Selanjutnya
LRT Jakarta Targetkan Angkut 14 Ribu Penumpang Setiap Hari