Bandara Riyadh Lumpuh Usai Serangan Houthi, 60% Penerbangan Terancam Batal

Serangan Houthi di Riyadh melumpuhkan Bandara King Khalid, menyebabkan pembatalan 60% penerbangan.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Riyadh - Aktivitas penerbangan di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, terganggu parah pada Senin (12/10) setelah serangan mematikan yang dilancarkan kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran. Sekitar 60 persen penerbangan terjadwal diperkirakan batal akibat serangan tersebut, menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin (12/10/2026), Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, bandara tersibuk kedua di Arab Saudi setelah Jeddah, membatalkan 99,7 persen dari seluruh penerbangan terjadwal pada Minggu, berdasarkan data Cirium.

Sementara itu, lebih dari sepertiga penerbangan terjadwal di seluruh Arab Saudi diperkirakan tidak beroperasi pada Senin. Situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 bahkan memperkirakan pembatalan penerbangan di Bandara Riyadh mencapai sekitar 78 persen.

Bandara di ibu kota Arab Saudi tersebut masih ditutup pada Minggu setelah serangan yang menewaskan satu orang dan melukai hampir selusin lainnya.

Serangan itu terjadi sehari setelah serangan lain yang diklaim Houthi menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Maskapai Eropa dan Asia Hentikan Penerbangan

Serangkaian serangan tersebut menjadi salah satu gangguan terbesar terhadap penerbangan sipil Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Insiden ini memaksa sejumlah maskapai di Eropa dan Asia menghentikan layanan penerbangan mereka.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada Minggu juga meminta maskapai penerbangan AS untuk berhati-hati saat terbang menuju atau melintasi wilayah udara Arab Saudi.

Lufthansa Group membatalkan seluruh penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober. Sementara itu, Air France-KLM memperpanjang penangguhan layanan penerbangan dari dan menuju ibu kota Arab Saudi tersebut hingga akhir bulan ini.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi pada Senin turut memperpanjang penghentian operasional Bandara Internasional King Khalid menyusul serangkaian serangan tersebut. Namun, otoritas tidak menyebutkan kapan aktivitas penerbangan akan kembali beroperasi.

"Otoritas Umum Penerbangan Sipil telah mengumumkan perpanjangan penghentian operasional di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh untuk menyelesaikan prosedur yang diperlukan guna memastikan keamanan fasilitas dan kesiapan operasionalnya," demikian pernyataan otoritas tersebut.

 

Menteri Energi Arab Saudi Desak Respons Serius

Di tengah gangguan penerbangan akibat serangan Houthi, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyerukan respons serius terhadap perkembangan situasi terkini.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin dalam sebuah konferensi energi di Riyadh, setelah serangkaian serangan mematikan yang dilancarkan Houthi terhadap bandara ibu kota dan sejumlah wilayah di Arab Saudi.

"Peristiwa dalam beberapa pekan terakhir sangat serius, respons kita harus sama seriusnya," kata Abdulaziz.