Banjir Bandang Terjang Nepal, 5 Orang Hilang dan Rumah Hanyut

Banjir bandang menerjang wilayah tengah Nepal, menyebabkan lima orang hilang dan belasan rumah hanyut.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang menerjang wilayah Nepal bagian tengah, menghanyutkan rumah-rumah dan menyebabkan sedikitnya lima orang hilang. Bencana ini terjadi beberapa pekan setelah banjir besar melanda negara tersebut dan menewaskan ratusan orang.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (12/10/2026), menurut keterangan otoritas setempat, tanah longsor di Desa Chumnubri, Distrik Gorkha, sekitar 100 kilometer sebelah barat Kathmandu, menyumbat aliran Sungai Budhi Gandaki pada Sabtu. Kondisi tersebut memicu banjir di wilayah hilir sungai.

Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal (NDRRMA) menyatakan lima orang yang hilang terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki. Hingga kini, belum ada laporan korban tewas maupun korban luka akibat banjir tersebut.

Setidaknya 82 orang, termasuk sembilan warga negara asing, berhasil diselamatkan dari wilayah terdampak.

Banjir bandang itu menghanyutkan sekitar belasan rumah dan dua jembatan gantung. Bencana tersebut juga merusak kamp proyek pembangkit listrik tenaga air serta menghanyutkan sejumlah peralatan konstruksi.

Direktur Eksekutif NDRRMA, Dharam Raj Uprety, mengatakan derasnya aliran air bercampur lumpur turut menghanyutkan jembatan jalan raya yang menghubungkan Distrik Gorkha dengan Distrik Dhading yang berdekatan.

Warga di Sepanjang Sungai Diminta Mengungsi

Sungai Budhi Gandaki merupakan anak Sungai Trishuli. Di bagian hilirnya terdapat anak sungai lain yang pada Agustus lalu mengalami banjir dahsyat setelah gletser runtuh. Bencana tersebut menewaskan 1.457 orang, sementara ribuan lainnya masih hilang.

Menyusul banjir terbaru, otoritas setempat meminta warga yang tinggal di sepanjang tepian sungai di wilayah hilir untuk segera mengungsi.

“Kami telah meminta penduduk desa yang tinggal di sepanjang tepian sungai di bagian hilir untuk mengungsi dan tetap berada di tempat yang aman,” kata Dharmendra Kumar Mishra, pejabat birokrasi tertinggi di Distrik Gorkha.

Otoritas bencana nasional juga memperingatkan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai di Distrik Gorkha, Tanahun, Chitwan, Nawalparasi Timur, dan Nawalparasi Barat mengenai ancaman banjir.

Melalui unggahan di media sosial, NDRRMA meminta pihak terkait memastikan warga di wilayah berisiko dipindahkan ke lokasi aman tepat waktu serta membantu operasi pencarian dan penyelamatan jika diperlukan.

Personel penyelamat dari militer dan kepolisian dilaporkan telah tiba di lokasi. Mereka juga memantau situasi menggunakan helikopter.

 

Warga Trauma Menghadapi Banjir

Banjir terbaru tersebut kembali membangkitkan ketakutan warga yang tinggal di wilayah terdampak.

“Banjir ini terlihat serupa... Sangat menakutkan, dan sampai sekarang rasanya masih seperti mimpi buruk bagi kami,” kata Laxmi Gurung, pejabat setempat dari wilayah pedesaan Chumnubri.

Ia mengatakan rumahnya telah hanyut dan aliran listrik di wilayahnya terputus. Meski demikian, ia menyebut tidak ada korban jiwa di wilayah tersebut.

“Rumah kami sudah tidak ada, kami tidak memiliki listrik... tetapi tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Sebelumnya, hujan deras pada akhir September juga memicu banjir dan tanah longsor di Nepal. Menurut badan penanggulangan bencana, sedikitnya 21 orang tewas dalam rangkaian bencana tersebut.