Detik-detik Gempa Kolombia dari Kesaksian Penyintas

Upaya penyelamatan dan pencarian pasca gempa Kolombia masih terus berlanjut.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 09:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bogota - Jurnalis CNN Luis Ernesto Quintana Barney menceritakan situasi yang dialaminya saat gempa mengguncang Cali, Kolombia, pada Senin (10/8/2026) pagi. Guncangan terasa ketika ia sedang dalam perjalanan menuju sekolah anaknya di wilayah selatan kota tersebut.

Quintana mengatakan awalnya ia tidak langsung menyadari bahwa pergerakan aneh pada mobilnya disebabkan oleh gempa. Ia baru memahami apa yang terjadi setelah melihat tiang-tiang listrik bergoyang.

"Mobil saya mulai bergerak dengan cara yang sangat aneh. Kami baru menyadari sedang terjadi gempa ketika melihat tiang-tiang listrik bergoyang," kata Quintana.

Saat tiba di sekolah anaknya, agenda yang seharusnya ia hadiri pada pukul 08.00 dibatalkan karena pihak sekolah sedang memeriksa kerusakan akibat gempa.

Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di wilayah barat daya Cali, Quintana melihat sejumlah kawasan mengalami pemadaman listrik. Lampu lalu lintas di beberapa lokasi tidak berfungsi.

Sekitar satu jam setelah gempa, menurut dia, banyak warga masih dievakuasi dari gedung dan belum diperbolehkan masuk kembali karena adanya kerusakan.

Kerusakan cukup parah terlihat di sekitar Plaza de Toros, arena adu banteng di Cali. Sejumlah bangunan mengalami retakan dan kerusakan pada bagian depan, sementara satu bangunan dilaporkan runtuh seluruhnya.

"Berbagai laporan terus berdatangan dari seluruh penjuru kota, mulai dari bangunan komersial yang runtuh hingga sejumlah sudut jalan di selatan Cali yang mengalami kerusakan parah," ujarnya.

Gempa turut mengganggu jaringan komunikasi. Panggilan telepon sulit tersambung dan layanan data seluler tidak berfungsi.

Gangguan tersebut berdampak pada aktivitas warga dan dunia usaha. Sejumlah tempat usaha, termasuk stasiun pengisian bahan bakar, hanya menerima pembayaran tunai. Hingga tengah hari, banyak supermarket juga belum buka.

Quintana mengatakan rumahnya turut mengalami kerusakan. Buku-buku berjatuhan dari rak dan sejumlah laci terbuka akibat guncangan.

"Ada retakan besar di gedung apartemen saya dan banyak genteng yang nyaris jatuh," jelasnya.

Ia menerima kabar dari sejumlah kenalannya yang tidak lagi dapat menempati apartemen mereka karena muncul retakan dan kekhawatiran bangunan bisa runtuh.

Situasi semakin berat karena Cali dilanda cuaca yang sangat panas. Quintana mengatakan kota tersebut memang biasanya bercuaca panas, tetapi suhu kemarin terasa lebih tinggi dari biasanya.

Sejak pukul 07.00, langit nyaris tanpa awan. Suhu kemudian mencapai 33 derajat Celsius, dengan suhu yang terasa seperti 34 derajat Celsius.

Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia menyebutkan bahwa sedikitnya 132 orang tewas dan 570 lainnya terluka akibat gempa.