Pemerintah Tak Capai Target, Seluruh Kabinet Mundur

Insiden ini terjadi di Guinea Ekuatorial, sebuah negara di Afrika.

Diterbitkan 19 Juni 2026, 16:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ciudad de la Paz - Pemerintah Guinea Ekuatorial mengundurkan diri secara massal setelah dinilai gagal memenuhi target kinerja yang ditetapkan. Pengunduran diri tersebut diumumkan Wakil Presiden Teodoro Nguema Obiang Mangue, yang menyebut capaian pemerintahan hanya mendekati 10 persen dari target.

Dalam pernyataannya, Obiang mengatakan Perdana Menteri Manuel Osa Nsue Nsua telah mengajukan pengunduran diri seluruh anggota kabinet kepada Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo.

"Pengunduran diri ini sejalan dengan prinsip bahwa tanggung jawab dalam manajemen publik harus disertai dengan hasil," tulis Obiang melalui akun X, dikutip dari BBC, Jumat (19/6/2026).

Ia menambahkan bahwa tingkat pelaksanaan program pemerintah jauh dari harapan dan komitmen yang telah disepakati. Meski demikian, Obiang tidak merinci target yang dimaksud.

Sementara itu, Partai Demokratik Guinea Ekuatorial (PDGE) yang berkuasa menyatakan Presiden Teodoro Obiang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan yang dibentuk pada 2024 tersebut. Menurut partai, pemerintahan baru akan segera dibentuk.

Dalam pernyataannya, PDGE menyebut pemerintah sebelumnya dinilai mendorong praktik korupsi, menyalahgunakan sumber daya negara untuk kepentingan pribadi, serta gagal mempercepat pelaksanaan berbagai proyek pembangunan.

Presiden juga menilai kabinet tidak berhasil menjalankan kebijakan diversifikasi ekonomi, khususnya di sektor pertanian. Akibatnya, Guinea Ekuatorial masih bergantung pada impor untuk berbagai kebutuhan yang sebenarnya dapat diproduksi di dalam negeri.

Guinea Ekuatorial selama ini sangat bergantung pada sektor minyak dan gas sebagai sumber utama pendapatan negara dan ekspor. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian negara itu mengalami perlambatan akibat menurunnya produksi dan permintaan minyak.

Meski dikenal sebagai salah satu negara kaya minyak di Afrika, sebagian besar dari sekitar 1,8 juta penduduk Guinea Ekuatorial masih hidup dalam kemiskinan dan belum menikmati manfaat kekayaan sumber daya alam tersebut.

Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo sendiri merupakan pemimpin dengan masa jabatan terlama di dunia. Ia memimpin Guinea Ekuatorial sejak 1979 dan selama pemerintahannya menempatkan sejumlah anggota keluarga, termasuk putranya Teodoro Nguema Obiang Mangue, pada posisi-posisi penting di pemerintahan.